Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, IHSG Fluktuatif Berpeluang Menguat

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, IHSG Fluktuatif Berpeluang Menguat

Posted by Written on 02 November 2020


Ipotnews - Membuka perdagangan saham di awal November, Senin (2/11), bursa saham Asia dibuka menguat didukung rilis indeks PMI China periode Oktober dari Biro Statistik Nasional, yang memperlihatkan adanya ekspansi di level 51,4, sedikit di bawah bulan sebelumnya 51,5.

Pasar menunggu rilis indeks PMI China veris Caxin/Markit China hari ini. Harga minyak anjlok lebih dari 4% pada pembukaan pasar Asia.

Mengawali perdagangan saham pekan ini, bursa saham Australia dibuka berfluktuasi, indeks ASX 200, menguat 0,13%. Indeks berlanjut naik 0,34% (19,90 poin) menjadi 5.947,50 pada pukul 8:30 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,58% dan berlanjut melaju 1,04% ke posisi 2.290,75.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meningkat 1,37% (313,70 poin) ke level 23.290,83, setelah dibuka melompat 1,01% dan indeks Topix melonjak 1,63%.

Melanjutkan tren penguatan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka menguat, mencapai 0,97% (232,74 poin) ke posisi 24.340,16 pada pukul 8:45 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,35% menjadi 3.235,86.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham Asia yang menguat, setelah mengakhiri perdagangan pekan lalu, (Selasa,27/10), dengan melemah 0,31% ke level 5.128,25. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange bertengger di level USD18,28.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan berfluktuasi, terpengaruh oleh pergerakan indeks global jelang pemilihan presiden AS, Selasa besok, dan rilis laporan keuangan emiten  big caps . Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks masih memperlihatkan adanya peluang penguatan terbatas dengan sinyal positif mendekati area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global yang dipicu oleh terus bertambahnya kasus baru infeksi Covid 19 baik di Amerika maupun di Eropa, pupusnya harapan pengesahan stimulus fiskal lanjutan sebelum pilpres, serta sikap hati-hati investor menjelang pemilihan presiden pada awal pekan ini diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu laporan keuangan yang cukup bagus, khususnya di kuartal tiga, dan ekspektasi akan terjadinya inflasi di bulan Oktober berpeluang menjadi sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 5,095 dan resistance  di level 5,160. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Stocks: ANTM (Buy). Support: Rp1,015, Resist: Rp1,095, CTRA (Buy). Support: Rp805, Resist: Rp845, 

    INKP (Buy). Support: Rp8,900 Resist: Rp9,350, MDKA (Buy). Support: Rp1,785, Resist: Rp1,860

  • ETF: XBNI (Buy on Weakness). Support: Rp861, Resist: Rp870, XCLQ (Buy on Weakness). Support: Rp80, Resist: Rp81, XIIT (Buy on Weakness). Support: Rp439, Resist: Rp443.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup lebih rendah seiring kejatuhan harga saham teknologi papan atas. Secara mingguan indeks Dow Jones dan S&P 500 terpangkas 6,5% dan 5,6%, Nasdaq kehilangan lebih dari 5%, terburuk sejak Maret. Indeks volatilitas CBOE bertahan di level tertinggi 20 pekan, menunjukkan kegelisahan investor di pekan terakhir jelang pemilihan Presiden, Selasa depan. Jajak pendapat calon presiden AS menunjukkan persaingan yang lebih ketat di negara bagian paling kompetitif yang dapat memutuskan pemenang pilpres. Kompilasi data Real Clear Politics menunjukkan keunggulan Joe Biden lebih dari 7% terhadap Donald Trump. Rumah sakit AS telah mendekati ambang batas kapasitas karena kasus Covid-19 AS telah melampaui angka 9 juta mendekati ambang batas kapasitas RS AS.

Kinerja kuartalan perusahaan teknologi raksasa minggu ini gagal memenuhi ekspektasi yang sangat optimistis. Saham Apple Inc jatuh 5,6% karena membukukan penurunan paling tajam penjualan iPhone triwulanan dalam dua tahun terakhir. Amazon.com drop 5,5% karena memperkirakan lonjakan biaya terkait COVID-19. Facebook Inc terperosok 6,3% karena memperingatkan kinerja pada 2021 yang lebih ketat. Twitter Inc terpenggal 21% karena melaporkan penurunan pertumbuhan pengguna melebihi ekspektasi. Saham induk Google, Alphabet Inc, melaju 3,8% setelah mencatat perkiraan penjualan kuartalan lebih baik dari ekspektasi. Menurut data Refinitiv, sekitar 86,2% emiten S&P 500 telah melaporkan pendapatan melampaui perkiraan. Secara keseluruhan, laba diperkirakan turun 10,3% dari tahun sebelumnya.

  • Dow Jones Industrial Average melorot 0,59% (-157,51 poin) menjadi 26.501,60.

  • S&P 500 anjlok 1,21% (-40,15 poin) ke posisi 3.269.96.

  • Nasdaq Composiet terperosok 2,45% (-274,00 poin) ke level 10.911.
Bursa saham utama Eropa mengakhiri pekan ini dengan cenderung melemah, penerapan  lockdown  menekan prospek pemulihan ekonomi berkelanjutan. Spanyol mengumumkan situasi darurat negara hingga awal Mei. 

Jerman dan Perancis kembali memberlakukan pembatasan pada pekan ini. Rilis data EU Statistics menunjukkan pertumbuhan PDB zona euro kuartal III  rebound  12,7% lebih kuat dari ekspektasi. Tapi inflasi bergeming di level -0,3% sejak bulan lalu. Pasar mengkhawatirkan kenaikan tersebut berlangsung singkat karena pemberlakukan  lockdown.  Bank sentral Eropa memberikan sinyal yang jelas, Kamis lalu, akan melonggarkan kebijakan pada Desember untuk membantu perekonomian melewati krisis.

Indeks STOXX600 menguat 0,18% menjadi 342,36, didukung kenaikan saham-saham energi serta emiten bank di bursa Spanyol, namun secara mingguan anjlok 5%. Saham-saham emiten pemasok Apple; ASM International, Dialog Semiconductor dan STMicroelectronics melorot lebih dari 1% karena keterlambatan peluncuran iPhone 5G baru. Indeks IBEX , berisi saham  blue-chips  Spanyol melaju, didukung laba Banco Sabadell dan BBVA yang lebih baik dari perkiraan. Harga saham produsen minyak dan gas Total, Prancis melonjak 2,8% karena mempertahankan dividen meskipun laba bersih kuartal III turun tajam. Data Refinitiv menunjukkan, hampir separuh emiten STOXX600 yang telah melaporkan kinerja keuangannya, 74%-nya membukukan laba melampaui perkiraan.

  • CAC 40 Prancis naik 0,54% (24,57 poin) ke level 4.594,24.

  • FTSE 100 Inggris turun tipis 0,08% (-4,48 poin) di posisi 5.577,27.

  • DAX 30 Jerman turun 0,36% (-41,59 poin) menjadi 11.556,48.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu di teritori positif meski dalam rentang kisaran sempit, di tengah kegelisahan pelaku pasar jelang pemilu presiden AS, Selasa besok dan lonjakan kasus korona global yang memaksa beberapa negara Eropa menerapkan penguncian baru. Secara mingguan  greenback  naik 1,4%, persentase kenaikan terbesar sejak akhir September. Akhir pekan lalu, hampir 3% populasi AS sudah tertular Covid-19 dengan hampir 229.000 korban meninggal. Rilis data belanja konsumen AS memperlihatkan kenaikan melebihi perkiraan namun berdampak kecil pada pasar valas.

Bank sentral Eropa memberikan sinyal yang paling jelas, Kamis lalu, akan melonggarkan kebijakan pada Desember untuk membantu perekonomian melewati krisis. Euro melemah tertekan sinyal Bank Sentral Eropa untuk melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut pada Desember mendatang.  Greenback  sedikit berubah terhadap yen, setelah menguat dari posisi terendah lima pekan karena diuntungkan rebound imbal hasil US Treasury AS dan pembelian dolar. Indeks dolar (indeks DXY) menguat tiis 0,09% menjadi 94,038.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1647-0.0027-0.23%10/30/2020
Poundsterling (GBP-USD)1.29470.0017+0.13%10/30/2020
Yen (USD-JPY)104.660.05+0.05%10/30/2020
Yuan (USD-CNY)6.6915-0.0234-0.35%10/30/2020
Rupiah (USD-IDR)14,625.00-25.00-0.17%10/27/2020

Sumber : Bloomberg.com, 30/10/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan penurunan, memperpanjang pelemahan bulanan yang kedua. Lonjakan kasus virus korona di Eropa dan AS dikhawatirkan akan semakin menganggu konsumsi BBM, sehingga menekan harga. Kasus virus korona global naik dengan rekor satu hari sebanyak setengah juta kasus baru pada Rabu lalu, mendorong pemerintah di seluruh Eropa untuk memberlakukan pembatasan untuk mengekang penyebaran.

OPEC + dijadwalkan bertemu pada 30 November dan 1 Desember dan diperkirakan akan meningkatkan produksi mereka sebesar 2 juta barel per hari pada Januari sebagai bagian dari perjanjian produksi. Namun demikian, produsen utama Arab Saudi dan Rusia mendukung untuk mempertahankan pengurangan produksi sekitar 7,7 juta bph hingga tahun depan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 19 sen (-0,5%) menjadi USD37,46 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 38 sen (-1,1%) menjadi USD35,79 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan kenaikan, seiring terhentinya reli mata uang dolar AS di tengah kekhawatiran lonjakan kasus korona global. Ketidakpastian seputar pemilu presiden AS, Selasa besok mendukung emas sebagai  safe haven. Namun secara bulanan, harga emas batangan turun 0,3%.

Penantang dari Partai Demokrat Joe Biden unggul atas Donald Trump dalam jajak pendapat nasional. Tetapi sebagian besar negara bagian yang kompetitif menunjukkan persaingan yang lebih ketat. Harga logam berharga lainnya; perak naik 1,3% menjadi USD 23,57 per ounce, platinum turun 0,6% menjadi USD 842,09, dan paladium naik 0,9%menjadi USD 2.210,67.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi USD1.879,01 per ounce.

  • Harga emas berjangka juga naik 0,6%menjadi USD1.879,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author