Bursa Pagi: Global Mixed, Asia Bergerak Melemah, Adang Peluang Rebound IHSG

Bursa Pagi: Global Mixed, Asia Bergerak Melemah, Adang Peluang Rebound IHSG

Posted by Written on 23 October 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (23/10), bursa saham Asia dibuka  mixed  cenderung melemah, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks pada penutupan bursa saham Wall Street yang kembali dibangkitkan oleh iming-iming kesepakatan stimulus fiskal AS. Indeks MSCI Asia ex-Jepang bergerak sedikit di bawah garis datar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,21%. Pelemahan indeks berlanjut turun 0,39% (-24,30 poin) ke level 6.149,50 pada pukul 8:35 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,21%, saham Samsung Electronics melemah 0,17%, dan SK Hynix melorot 0,96%. Tekanan penurunan berlanjut 0,40% ke level 2.345,63.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat tipis 0,04% (9,82 poin) di posisi 23.484,09, setelah dibuka naik 0,25% dan Topix bertambah 0,22%. Saham Tokyo Elektron anjlok lebih dari 1,5%, Advantest turun 0,9%.

Melanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun tipis 0,05% (-13,01 poin) di posisi 24.773,12. Indeks Shanghai Composite, China juga menyusut 0,02% di level 3.311,87.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pagi dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal kembali ke zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melemah tipis 0,09% di posisi 5.091. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,80% ke level USD18,70.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang  technical rebound  meski masih berada dalam momentum  bearish.  Secara teknikal sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan dengan pergerakan yang menyempit di dekat area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, cukup solidnya beberapa laporan keuangan emiten di kuartal ketiga tahun ini seperti SIDO dan BBTN diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSGSementara itu optimisme akan segera tercapainya kesepakatan stimulus fiskal di AS dan naiknya beberpa harga komoditas berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan  support  di level 5,060 dan  resistance  di level 5,120.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBCA (Buy). Support: Rp28,525 Resist: Rp29,425, SMRA (Buy). Support: Rp620 Resist: Rp680, 

    EXCL (Buy). Support: Rp2,040 Resist: Rp2,170, BBTN (Buy ). Support: Rp1.235 Resist: Rp1.290.

  • ETF: XIML (Buy). Support: Rp217, Resist: Rp223, XIIF (Buy). Support: Rp450, Resist: Rp456, 

    XIPI (Buy). Support: Rp139, Resist: Rp143.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, pasar mempertimbangkan pernyataan terbaru Ketua DPR Nancy Pelosi bahwa kesepakatan tentang bantuan virus korona yang baru "hampir sampai". 

Namun ia memperingatkan, dibutuhkan "beberapa saat" bagi anggota parlemen untuk benar-benar memberikan suara pada setiap RUU bantuan. Sejumlah ekonom mengatakan AS membutuhkan lebih banyak belanja fiskal untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, meski penurunan klaim pengangguran mingguan yang lebih baik dari perkiraan mungkin telah meningkatkan sentimen. Rilis data klaim pengangguran mingguan AS pekan lalu turun menjadi 787.000, lebih rendah dari ekspektasi 875.000.

Investor menantikan debat calon presiden yang kedua dan terakhir yang dijadwalkan pukul 21.00 waktu setempat. Sektor perbankan memimpin kenaikan karena imbal hasil US Treasury 10-tahun mencapai level tertinggi empat bulan. JPMorgan Chase dan Morgan Stanley melesat 3,5% dan 2,8%. Citigroup melonjak 2,2%. 

Tesla melaporkan keuntungan lima kuartal berturut-turut, membukukan laba per saham 76 sen vs konsensus 57 sen. Harga sahamnya naik 0,8%. Coca-Cola melaju lebih dari 1% setelah melaporkan laba yang lebih kuat dari perkiraan. American Airlines melonjak 3,2% dan Southwest Airlines melesat 5,3% setelah keduanya melaporkan kerugian yang lebih kecil dari perkiraan.

  • Dow Jones Industrial Average meningkat 0,54% (152,84 poin) ke level 28.363,66.

  • S&P 500 naik 0,52% (17,93 poin) ke posisi 3.453,49.

  • Nasdaq Composite menguat 0,19% (21,31 poin) menjadi 11.506,01.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup sedikit melemah, terbebani ketidakpastian stimulus fiskal AS, rilis data konsumen terbaru, dan laporan keuangan perusahaan. Tingkat kepercayaan konsumen Jerman menyusut. 

Indeks berwawasan ke depan GfK periode November berada di -3,1 poin, turun dari 1,7 poin pada Oktober. Estimasi awal Komisi Eropa menunjukkan indeks kepercayaan konsumen zona euro turun 1,6 poin pada Oktober, menjadi -15,5.

Indeks STOXX 600 turun 0,14% menjadi 360,27. Saham sektor teknologi merosot 1,1% sementara saham perjalanan dan rekreasi melesat 1,5%. Induk British Airways, IAG, melesat hampir 5% pada penutupan, setelah jatuh lebih dari 5% di awal sesi karena melaporkan kerugian kuartal III, 1,3 miliar euro (USD1,5 miliar). Saham Dassault Systemes anjlok 2,1% meski pabrikan perangkat lunak asal Prancis itu membukukan sedikit kenaikan laba bersih kuartal III. Moneysupermarket.com, longsor hampir 10% setelah melaporkan penurunan tajam pendapatan. Produsen baterai otomotif Jerman, Varta, rontok hampir 8%. Perusahaan investasi Swedia Lifco melonjak 12%.

DAX 30 Jerman melemah 0,12% (-14,58 poin) menjadi 12.543,06.

CAC 40 Prancis turun tipis 0,05% (-2,57 poin) di posisi 4.851,38.

FTSE 100 Inggris menguat 0,16% (9,15 poin) ke level 5.785,65.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup menjauh dari level terendah tujuh pekan karena harapan untuk paket bantuan virus korona menjelang pemilihan presiden AS memudar. Perundingan stimulus AS  menuju k etidakpastian baru setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Partai Demokrat tidak mau mencari kompromi melalui akun Twitter-nya. Lonjakan kasus Covid-19 di seluruh dunia juga mendukung aset  safe-haven  seperti dolar. Investor juga mencerna data terbaru klaim pengangguran AS yang menunjukkan penurunan lebih besar dari perkiraan.

Euro dan poundsterling melemah karena Eropa mencatatkan lonjakan jumlah kasus virus korona ke rekor tertinggi, Spanyol menjadi negara Eropa Barat pertama yang melampaui 1 juta infeksi. Laporan PMI dari zona euro yang akan dirilis Jumat dapat memicu pergerakan turun yang lebih agresif pada euro. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, menguat 0,37% menjadi 92,951.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.18210.0003+0.03%7:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3078-0.0005-0.04%7:32 PM
Yen (USD-JPY)104.890.03+0.03%7:31 PM
Yuan (USD-CNY)6.68510.0341+0.51%11:28 AM
Rupiah (USD-IDR)14,660.0027.50+0.19%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 22/10/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik,namun masih harus berjuang untuk sepenuhnya pulih dari kerugian sesi sebelumnya. Lonjakan stok bensin AS mengisyaratkan prospek buruk permintaan bahan bakar karena peningkatan kasus virus korona. Data Badan Informasi Energi (EIA) memperlihatkan stok bensin AS naik 1,9 juta barel dalam sepekan hingga 16 Oktober, berlawanan dengan estimasi penurunan 1,8 juta barel. Produk yang dipasok secara keseluruhan, rata-rata 18,3 juta bph dalam empat pekan hingga 16 Oktober, menyusut 13% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Produksi minyak Libya pulih kembali menjadi sekitar 500.000 bph dan Tripoli memperkirakan peningkatan dua kali lipat pada akhir tahun. Goldman Sachs memperkirakan rata-rata harga Brent naik dari USD43,9 per barel tahun ini menjadi USD59,4 tahun depan, dan WTI dari USD40,1 menjadi USD55,9 per barel.

  • Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember naik 63 sen (1,4%) menjadi USD40,64 per barel.

  • Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember naik 73 sen menjadi USD42,46 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menurun, setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan, dan apresiasi dolar yang membebani harga emas. 

Pasar menunggu debat terakhir calon presiden AS, Kamis malam waktu setempat. Goldman Sachs, memperkirakan emas di kisaran USD2.300 per ounce pada 2021 dan komoditas itu kemungkinan menuju  bull market  tahun depan. Harga logam berharga lainnya, perak merosot 1,7% menjadi USD24,65 per ounce, platinum turun 0,3% menjadi USD883,96 dan paladium melemah 0,8% menjadi USD2.385,52.

  • Harga emas di pasar spot turun 1,1% menjadi USD1.903,16 per ounce.

  • Harga emas berjangkamelorot 1,3% menjadi USD1.904,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author