Bursa Sore: Negosiasi Stimulus Fiskal USA Lamban Market Regional Tumbang, IHSG Turut Melambat

Bursa Sore: Negosiasi Stimulus Fiskal USA Lamban Market Regional Tumbang, IHSG Turut Melambat

Posted by Written on 22 October 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih berhenti di zona merah pada akhir perdagangan hari Kamis (22/10). IHSG turun tipis -0,09 persen (-5 poin) ke posisi 5.091.
IHSG mengikuti trek pelemahan di pasar saham regional. Lambannya negosiasi stimulus fiskal USA mendorong market regional ke zona merah. Sementara lonjakan kasus baru covid-19 di USA dan Eropa juga ikut menjadi katalis negatif.
Indeks LQ45 +0,17% ke 788.
Indeks IDX30 +0,19% ke 428.
Indeks IDX80 -0,06% ke 113.
Jakarta Islamic Indes (JII) +0,28% ke 549.
Indeks Kompas100 +0,00% ke 1.019.
Indeks Sri Kehati +0,10% ke 316.
Indeks SMInfra18 +0,12% ke 242.
Saham Teraktif: ASRIANTMSAMEWSKTBBRIAPLNBRPT

Saham Top Gainers LQ45: BTPSCTRASMRAEXCLINTPINDFBBRI

Saham Top Losers LQ45: BBNIICBPPTPPUNTRMIKAHMSPJSMR

Nilai transaksi Rp9,35 triliun. Volume perdagangan sebanyak 146,87 juta lot saham. Investor asing net sell Rp262,45 miliar.
Nilai tukar rupiah melemah 0,19 persen ke level Rp14.660 terhadap USD (03.30 PM).

Bursa Asia
Market saham Asia jatuh pada perdagangan hari Kamis (22/10) seiring keresahan investor atas lambatnya negosiasi stimulus fiskal USA serta lonjakan kasus infeksi baru virus covid-19 di seluruh dunia.
Sentimen investor global telah terpukul setelah Presiden USA Donald Trump menuduh Demokrat tidak ingim membuat kompromi yang dapat diterima terkait stimulus fiskal baru setelah pada hari sebelumnya terdapat kemajuan pembicaraan.
"Kesepakatan ini akan tetap sulit dipahami dalam arti bahwa jumlah stimulus yang dibicarakan USD1,88 triliun atau sekitar 9 persen dari PDB dan USD2,2 triliun yang merupakan paket stimulus usulan Nancy Pelosi atau 10 persen dari PDB," kata Anthony Chan, Analis pada Union Bancaire Privee ((UBP) yang berbasis di Hong Kong seperti dikutip Reuters.
Tekanan terhadap sentimen juga datang dari kabar yang muncul IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik. IMF menyatakan ekonomi Asia Pasifik akan terkontraksi -2,2 persen pada tahun 2020.
"Prospek terbaru pertumbuhan ekonomi regional menunjukkan bahwa pemulihan dimulai pada kuartal ketiga tetapi mesin pertumbuhan tidak semuanya bekerja dengan kekuatan yang sama di berbagai negara, yang mengarah pada pemulihan multispeed," kata Jonathan D. Ostry, Direktur Pelaksana IMF Departemen Asia Pasifik seperti dikutip CNBC.
Saat akhir perdagangan, market saham China bergerak melemah. Indeks Shanghai Composite down 0,38 persen ke 3.312. Indeks Shenzhen Component melemah 0,533 persen ke 13.396. Sementara Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong bergerak landai di final perdagangan.
Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak ke zona merah, turun 0,7 persen ke posisi 23.474 saat finis perdagangan. Indeks Topix juga melemah sebesar 1,09 persen ke posisi 1.619. Saham ANA Holding drop 4,08 persen menyusul laporan bahwa maskapai penerbangan tersebut rugi miliaran dolar AS pada tahun fiskal sampai Maret. Japan Airlines juga melemah harga sahamnya sebesar 2,21 persen.
Adapun Indeks Kospi di pasar Korsel bertengger di area negatif. Kospi melorot 0,67 persen ke 2.355. Di bursa saham Australia Indeks S&P/ASX200 berkurang 0,29 persen di posisi 6.173.
Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) terbenam 0,25 persen.
Indeks dolar AS melemah ke posisi 92,768 dari level sebelumnya di 93,2.
Kurs yen menguat di posisi 104,53 dibanding sesi sebelumnya di posisi 105.
Nilai tukar dolar Australia melorot di $0,7057 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,7119.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona pelemahan saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (22/10) pagi waktu setempat. Hal tersebut terjadi di tengah berlanjutnya ketidakpastian stimulus fiskal untuk mengatasi pandemi covid-19 di USA.
Indeks DAX (Jerman) -1,05% pada level 12.425.
Indeks FTSE (Inggris) -0,41% ke posisi 5.752.
Indeks CAC (Perancis) -0,57% di level 4.826.

Minyak
Harga minyak kembali parkir di zona merah saat sesi sore pada perdagangan hari Kamis (22/10) di pasar komoditas Asia, menambah penurunan signifikan tadi malam. Tekanan terhadap harga ini terjadi seusai persediaan BBM USA menumpuk menunjukkan prospek demand yang memburuk seiring lonjakan kasus infeksi baru virus corona di USA dan Eropa.
Minyak WTI turun 4 sen ke harga USD39,99 per barel. Minyak Brent melemah 1 sen ke harga USD41,72 per barel. (pkl 06.36 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author