Bursa Sore: IHSG Finis Stagnan, Abaikan Sentimen Titik Terang Stimulus Fiskal Global

Bursa Sore: IHSG Finis Stagnan, Abaikan Sentimen Titik Terang Stimulus Fiskal Global

Posted by Written on 21 October 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) stagnan hingga akhir perdagangan hari Rabu (21/10). IHSG melemah tipis -0,07 persen (-4 poin) ke posisi 5.096.

Pasar saham global bergerak ke zona positif. Begitu pula dengan market saham regional mengikuti jejak penguatan bursa global. Hal ini terjadi seiring semakin dekatnya kesepakatan stimulus fiskal di USA.

Indeks LQ45 +0,10% ke 787.

Indeks IDX30 +0,09% ke 427.

Indeks IDX80 +0,09% ke 113.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,22% ke 548.

Indeks Kompas100 -0,11% ke 1.019.

Indeks Sri Kehati -0,12% ke 315.

Indeks SMInfra18 -0,05% ke 241.

Saham Teraktif: BRISANTMSAMEWSKTBBRITLKMAGRO

Saham Top Gainers LQ45: INKPANTMTKIMINCOPTPPBTPSSCMA

Saham Top Losers LQ45: ICBPBBRIBBTNCPINBBCATOWRPTBA

Nilai transaksi Rp9,58 triliun. Volume perdagangan sebanyak 128,50 juta lot saham. Investor asing net sell Rp118,88 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat 0,17 persen ke level Rp14.632 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia menguat pada perdagangan hari Rabu (21/10) seiring harapan baru negosiasi lagi stimulus fiskal USA sehingga menarik aliran dana ke pasar saham dari pasar surat utang negara.

Gedung Putih dan Partai Demokrat di Kongres USA semakin dekat ke arah kesepakatan stimulus fiskal karena Presiden USA Donald Trump mengatakan dia bersedia menerima RUU Stimulus dengan jumlah lebih besar meskipun ditentang koleganya di Partai Republik.

Pergerakan pasar saham dan pasar obligasi menyoroti betapa pentingnya stimulus bagi USA dan ekonomi global, kata Hugh Gimber, analia pada JP Morgan Asset Management.

"Semua orang tahu bahwa stimulus fiskal dalam jumlah lebih besar diperlukan," katanya. Namun Hugh mengingatkan paket stimulus fiskal apapun mungkin harus berjuang untuk lolos dari Senat yang dikendalikan oleh Republik.

Market saham China melemah di akhir perdagangan. Indeks Shanghai Composite sebagian down dan berakhir ke level 3.325. Indeks Shenzhen Component melemah 0,999 persen di posisi 13.467.

Sementara Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong bergerak menguat 0,9 persen saat final trading.
Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak ke zona hijau, naik 0,31 persen ke 23.639. Indeks Topix juga menguat sebesar 0,73 persen ke 1.637. Adapun Indeks Kospi di pasar Korsel bertengger di area positif. 
Kospi melaju 0,53 persen pada posisi 2.370.
Di bursa saham Australia, Indeks S&P/ASX200 menguat 0,12 persen ke level 6.191. Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) terdongkrak 0,49 persen.
Indeks dolar AS naik ke posisi 92,793 dari level sebelumnya di 93,6.
Kurs yen menguat di posisi 105,13 dibanding sesi sebelumnya di posisi 105,6.
Nilai tukar dolar Australia tertekan di $0,7069 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,707.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melandai saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (20/10) pagi waktu setempat seiring optimisme datang lagi terhadap prospek negosiasi stimulus fiskal di USA gagal mendorong sentimen.
Indeks DAX (Jerman) +0,01% pada posisi 12.739.
Indeks FTSE (Inggris) -0,05% ke level 5.886.
Indeks CAC (Perancis) -0,07% di posisi 4.926.

Minyak
Harga minyak kembali parkir di zona merah saat sesi sore pada perdagangan hari Rabu (21/10) di pasar komoditas Asia. Posisi harga tertekan pasca data stok minyak USA secara tak terduga naik sehingga menambah kekhawatiran terhadap banjir suplai global. Terlebih lonjakan kasus covid-19 global jadi amunisi ketakutan terhadap pelemahan demand.
Minyak WTI turun 43 sen ke harga USD41,27 per barel. Minyak Brent melemah 46 sen ke harga USD42,70 per barel. (pkl 07.30 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author