Bursa Sore: Market Regional Tertekan Tenggat Stimulus Fiskal USA, IHSG Juga Terpangkas

Bursa Sore: Market Regional Tertekan Tenggat Stimulus Fiskal USA, IHSG Juga Terpangkas

Posted by Written on 20 October 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berada di zona pelemahan pada akhir perdagangan hari Selasa (20/10). IHSG berkurang -0,52 persen (-27 poin) ke posisi 5.099.

Gerak market regional terhambat beberapa katalis negatif antara lain lonjakan kasus baru infeksi covid-19 di Eropa. Lonjakan tersebut memaksa negara-negara Eropa kembali menerapkan kebijakan pembatasan. 

Sementara tenggat waktu bagi pemerintah Presiden USA Donald Trump meloloskan RUU Stimulus Fiskal juga membebani sentimen investor. DPR Amerika Serikat memberi tenggat kesepakatan stimulus fiskal pada hari Rabu pekan ini waktu USA.

Indeks LQ45 -0,51% ke 786.

Indeks IDX30 -0,51% ke 426.

Indeks IDX80 -0,28% ke 113.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,24% ke 547.

Indeks Kompas100 -0,51% ke 1.020.

Indeks Sri Kehati -0,46% ke 316.

Indeks SMInfra18 -0,03% ke 241.

Saham Teraktif: BRISANTMHMSPTLKMBBRIAGROGGRM

Saham Top Gainers LQ45: ASIITBIGSMGRERAABTPSUNVRUNTR

Saham Top Losers LQ45: KLBFTKIMCPINBSDEMNCNMIKAADRO

Nilai transaksi Rp9,23 triliun. Volume perdagangan sebanyak 102,56 juta lot saham. Investor asing net sell Rp168,56 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat 0,34 persen ke level Rp14.657 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia tergerus pada perdagangan hari Selasa (20/10) seiring para investor melakukan penyesuaian eksposur risiko menjelang pilpres di USA. Selain itu karena batas waktu bagi pemerintah USA meloloskan RUU Stimulus Fiskal. Sementara Eropa dikabarkan mencatat kasus harian infeksi virus corona tertinggi.

Kepala Riset Pepperstone (Melbourne, Australia) Chris Weston mengatakan, di sisi lain terdapat kecemasan terhadap paket stimulus fiskal USA, pelemahan pasar baru-baru ini kemungkinan karena faktor positioning menjelang pilpres USA pada 3 November di USA.

"Apakah Anda benar-benar ingin menahan eksposur tersebut sampai event yang bisa menyebabkan volatilitas," ujar Weston. Dia menambahkan pasar memasuki rimba liar di mana hal itu menjadi lebih canggung.

Reuters memberitakan perhatian di antara investor secara global juga didorong oleh meningkatnya kekhawatiran tentang risiko hasil pilpres USA yang disengketakan. "Peristiwa seperti itu kemungkinan besar akan sangat mengganggu pasar global sampai USA mencapai resolusi yang diterima," kata Co-CIO American Century, Keith Creveling seperti dilansir Reuters.

Market saham China bergerak menguat setelah variatif di sesi sebelumnya. Indeks Shanghai Composite up 0,47 persen ke 3.328. Indeks Shenzhen Component melaju 1,361 persen ke 13.603. Sementara Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong finis melandai ke level 24.529.

Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak ke zona merah, turun 0,44 persen ke posisi 23.567 dan Indeks Topix juga melemah sebesar 0,75 persen di posisi 1.625.
Adapun Indeks Kospi di pasar Korsel bertengger di area hijau. Kospi berubah menguat 0,5 persen ke 2.358. 
Harga saham unggulan di bursa Korsel, SK Hynix melemah 1,73 persen setelah manajemen perusahaan tersebut menyatakan akan membeli saham NAND (perusahaan pembuat data penyimpanan memori) senilai USD9 miliar.
Di bursa saham Australia, Indeks S&P/ASX200 melemah 0,72 persen ke level 6.184. Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak flat.
Indeks dolar AS naik ke posisi 93,416 dari level sebelumnya di 93,377.
Kurs yen bangkit di posisi 105,49 dibanding sesi sebelumnya di posisi 105,61.
Nilai tukar dolar Australia melemah di $0,7038 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,71.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melorot ke zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (20/10) pagi waktu setempat. Tekanan di pasar saham Eropa seiring kekhawatiran terhadap lonjakan kasus infeksi virus corona di Eropa serta tenggat stimulus fiskal di USA yang harus disepakati membebani sentimen pasar.
Indeks DAX (Jerman) -0,49% di posisi 12.791.
Indeks FTSE (Inggris) -0,59% persen pada level 5.884.
Indeks CAC (Perancis) -0,15% ke posisi 4.921.

Minyak
Harga minyak melandai saat sesi sore pada perdagangan hari Selasa (20/10) di pasar komoditas Asia pasca 3 hari mengaami koreksi karena faktor kekhawatiran lonjakan kasus baru covid-19 di banyak negara. Hal tersebut menghambat pemulihan yang diharapkan menjanjikan demand BBM. Sementara itu kenaikan produksi minyak Libya meningkatkan jumlah pasokan global menjadi berlimpah.
Minyak WTI naik tipis 1 sen ke harga USD40,84 per barel. Minyak Brent melemah 4 sen ke harga USD42,58 per barel. (pkl 06.35 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author