Bursa Siang: Antisipasi Pilpres USA Investor Ubah Eksposur, IHSG Ikuti Koreksi Market Regional

Bursa Siang: Antisipasi Pilpres USA Investor Ubah Eksposur, IHSG Ikuti Koreksi Market Regional

Posted by Written on 20 October 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berhenti di zona pelemahan pada akhir perdagangan sesi 1 hari Selasa (20/10). IHSG berkurang -0,38 persen (-20 poin) ke posisi 5.106.

Indeks LQ45 -0,47% ke 786.

Indeks IDX30 -0,46% ke 427.

Indeks IDX80 -0,27% ke 113.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,16% ke 546.

Indeks Kompas100 -0,39% ke 1.021.

Indeks Sri Kehati -0,38% ke 316.

Indeks SMInfra18 -0,52% ke 240.

Saham Teraktif: BRISANTMBNLITLKMHMSPIRRAGGRM

Saham Top Gainers LQ45: ASIIBTPSERAAINTPSMGRAKRAINCO

Saham Top Losers LQ45: MDKAUNTRSCMAADROBMRIICBPPTPP

Nilai transaksi Rp4,82 triliun. Volume perdagangan sebanyak 63,47 juta lot saham. Investor asing net sell Rp31,06 miliar.

Nilai tukar rupiah turun 0,03 persen ke level Rp14.712 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia tergelincir ke area pelemahan saat sesi siang pada perdagangan hari Selasa (20/10) seiring para investor melakukan penyesuaian eksposur risiko menjelang pilpres di USA. Selain itu karena batas waktu bagi pemerintah USA meloloskan RUU Stimulus Fiskal. Sementara Eropa dikabarkan mencatat kasus harian infeksi virus corona tertinggi.

Kepala Riset Pepperstone (Melbourne, Australia) Chris Weston mengatakan, di sisi lain terdapat kecemasan terhadap paket stimulus fiskal USA, pelemahan pasar baru-baru ini kemungkinan karena faktor positioning menjelang pilpres USA pada 3 November di USA.

"Apakah Anda benar-benar ingin menahan eksposur tersebut sampai event yang bisa menyebabkan volatilitas," ujar Weston. Dia menambahkan pasar memasuki rimba liar di mana hal itu menjadi lebih canggung.

Reuters memberitakan perhatian di antara investor secara global juga didorong oleh meningkatnya kekhawatiran tentang risiko hasil pilpres USA yang disengketakan. "Peristiwa seperti itu kemungkinan besar akan sangat mengganggu pasar global sampai USA mencapai resolusi yang diterima," kata Co-CIO American Century, Keith Creveling seperti dilansir Reuters.

Market saham China bergerak variatif. Indeks Shanghai Composite down 0,13 persen. Indeks Shenzhen Component melaju 0,433 persen. Sementara Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong sebagian bergerak melemah.

Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak ke zona merah, turun 0,53 persen dan Indeks Topix juga melemah sebesar 0,65 persen.
Adapun Indeks Kospi di pasar Korsel bertengger di area pelemahan. Kospi melorot 0,42 persen. Harga saham unggulan di bursa Korsel, SK Hynix melemah 1,5 persen setelah manajemen perusahaan tersebut menyatakan akan membeli saham NAND (perusahaan pembuat data penyimpanan memori) senilai USD9 miliar.
Saham Hyundai Motor dan Kia Motors juga melemah masing-masing 3,57 persen dan 2,03 persen. Kedua raksasa otomotif tersebut diperkirakan tertekan labanya sebesar USD2,9 miliar terkait masalah mesin, demikian seperti diberitakan Reuters.
Di bursa saham Australia Indeks S&P/ASX200 melemah 0,75 persen. Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) tergerus 0,16 persen.
Indeks dolar AS naik tipis ke posisi 93,394 dari level sebelumnya di 93,386.
Kurs yen terkoreksi tipis di posisi 105,53 dibanding sesi sebelumnya di posisi 105,3.
Nilai tukar dolar Australia melemah di $0,7045 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,71.

Minyak
Harga minyak ke zona merah saat sesi pagi pada perdagangan hari Selasa (20/10) di pasar komoditas Asia di tengah kekhawatiran tentang lonjakan kasus baru covid-19 di banyak negara. Hal tersebut menghambat pemulihan yang diharapkan menjanjikan demand BBM. Sementara itu kenaikan produksi minyak Libya meningkatkan jumlah pasokan global menjadi berlimpah.
Minyak WTI turun 26 sen ke harga USD40,57 per barel. Minyak Brent melemah 30 sen ke harga USD42,32 per barel. (pkl 01.49 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author