Bursa Pagi: AS dan Asia Bergerak Turun, IHSG Melaju di Area Jenuh Beli

Bursa Pagi: AS dan Asia Bergerak Turun, IHSG Melaju di Area Jenuh Beli

Posted by Written on 20 October 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (20/10) dibuka cenderung melemah, melanjutkan tekanan penurunan indeks acuan pada penutupan sesi perdagangan saham di bursa Wall Street. Indeks tertekan oleh berlanjutnya ketidakpastian stimulus ekonomi AS dan lonjakan infeksi virus korona global yang telah menembus 40 juta kasus.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia di kisaran level 6.218. Indeks terpeleset 0,42% (-26,10 poin) ke level 6.203,30 pada pukul 8:25 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit melemah di kisaran posisi 2.346, dan berlanjut turun 0,23% ke posisi 2.341,37.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menyusut 0,15% (-35,89 poin) menjadi 23.635,24, setelah dibuka melemah 0,16%, dan Topix turun 0,2%. Saham konglomerat Softbank Group anjlok lebih dari 1%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat tipis 0,12% (29,38 poin) menjadi 24.571,64 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,17% ke posisi 3.307,15.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham Wall Street dan Asia yang bergerak melemah, setelah berhasil mengakhiri sesi berdagangan kemarin dengan kenaikan 0,45% menjadi 5.126. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange juga naik 0,33% menjadi USD18,42.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan tren kenaikan dengan pergerakan yang menjenuh. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kemajuan pembicaraan stimulus fiskal setelah pasar saham AS tutup diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti nikel, timah dan batu bara juga berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 5,085 dan  resistance  di level 5,165. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ANTM (Buy). Support: Rp995, Resist: Rp1,115, TINS (Buy). Support: Rp820 Resist: Rp900, 

    PGAS (Buy). Support: Rp1,040 Resist: Rp1,090, MDKA (Buy on Weakness). Support: Rp1,750 Resist: Rp1,830.

  • ETF: XISR (Buy). Support: Rp323, Resist: Rp329, XIIC (Buy). Support: Rp900, Resist: Rp918, 

    XILV (Buy). Support: Rp98, Resist: Rp99.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan penurunan tajam, menjelang tenggat 48 jam kesepakatan stimulus, yang ditetapkan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, di tengah lonjakan kasus Covid-19. Wall Street mencatat penurunan lima hari berturut-turut yang pertama sejak Agustus 2019. Kasus virus korona global mencapai 40 juta, Senin. Data Universitas Johns Hopkins menunjukkan secara nasional, rata-rata kasus harian di AS melonjak lebih dari 16% (wow) menjadi hampir 55.000. Infeksi virus korona di Eropa meningkat sekitar 97.000 per hari, naik 44% dari pekan sebelumnya.

Saham Big Tech berguguran; Alphabet, Microsoft, Apple dan Amazon semuanya jatuh setidaknya 2%. Facebook melorot 1,7%. Saham sektor energi dan teknologi di S&P 500 jeblok 2,1% dan 1,9%. Raksasa migas ConocoPhillips terjungkal 3,2% setelah mengumumkan akan mengakuisisi Concho Resources. Saham Concho menukik 2,8%.

  • Dow Jones Industrial Average merosot 1,44% (-410,89 poin) menjadi 28.195,42.

  • S&P 500 terperosok 1,63% (-56,89 poin) ke posisi 3.426,92.

  • Nasdaq Composite anjlok 1,65% (-192,67 poin) ke level 11.478,88.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona merah, karena kekhawatiran pada lonjakan kasus virus korona dan kekacauan Brexit, mengalahkan ekspektasi kesepakatan stimulus Amerika Serikat dalam beberapa pekan mendatang. Diskusi Brexit antara UE dan Inggris tampaknya menemui jalan buntu. PM Inggris Boris Johnson mengatakan Inggris harus "bersiap-siap" untuk berdagang dengan UE mulai 1 Januari tanpa kesepakatan. Italia mengumumkan langkah-langkah lebih lanjut untuk mengekang gelombang kedua infeksi korona, termasuk pembatasan waktu buka untuk restoran dan pertemuan publik.

Indeks STOXX 600 melemah 0,18% menjadi 366,81, dipimpin kejatuhan harga saham sektor kimia sebesar 0,9%, ketika saham jasa keuangan melonjak 1%. Saham IWG melejit hampir 5% setelah Berenberg meng- upgrade rekomendasi  emiten penyedia ruang kantor itu menjadi "buy". Perusahaan wealth manager asal Swiss, Julius Baer, melonjak 6% menyusul laporan laba kuartal ketiga yang optimistis. Saham Saab ronotk lebih dari 14% setelah membukukan kinerja kuartal ketiga yang mengecewakan.

DAX 30 Jerman turun 0,42% (-54,33 poin) menjadi 12.854,66.

FTSE 100 Inggris melorot 0,59% (-34,93 poin) ke level 5.884,65.

CAC 40 Prancis melemah 0,13% (-6,59 poin) di posisi 4.929,27.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Investor mencermati kemungkinan kesepakatan paket stimulus fiskal dapat dicapai menjelang pemilu AS 3 November, dan vaksin virus korona akan siap pada akhir tahun. Pelemahan dolar terjadi setelah Pelosi mengatakan keyakinannya kesepakatan stimulus dapat didorong sebelum pemilu. Pabrikan obat Pfizer Inc, Jumat, mengatakan bahwa mereka berpotensi memiliki vaksin virus korona yang siap di AS pada akhir tahun.

Poundsterling dan euro menguat didukung harapan negosiasi Inggris dan UNI Eropa dapat menyelamatkan perundingan perdagangan pasca-Brexit. Mata uang Asia cenderung menguat karena data menunjukkan akselerasi pemulihan ekonomi China dari pandemi pada kuartal III. PDB China tumbuh 4,9% hingga 30 September(yoy), lebih lambat dari perkiraan analis, tetapi lebih cepat dari kuartal kedua dan dibantu oleh kenaikan kuat dalam output industri serta peningkatan penjualan ritel. Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, turun 0,27% menjadi 93,427.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1768-0.0001-0.01%7:37 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29480.00000.00%7:37 PM
Yen (USD-JPY)105.460.03+0.03%7:37 PM
Yuan (USD-CNY)6.6828-0.0148-0.22%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,707.5010.00+0.07%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 19/10/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak turun terbebani kekhawatiran lonjakan kasus virus korona secara global dan rencana Libya untuk meningkatkan produksi. Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan komite pemantauan menteri OPEC + merekomendasikan untuk tetap berpegang pada kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak. OPEC + membatasi produksi minyak sebesar 7,7 juta bph, turun dari pemotongan 9,7 juta bph, dan akan mengurangi pemangkasan 2 juta bph lagi pada Januari.

Ladang minyak Abu Attifel, Libya berkapasitas 70.000 bph diperkirakan memulai kembali aktivitas pada 24 Oktober setelah ditutup selama berbulan-bulan. Sementara itu, banyak negara Eropa memperketat penguncian untuk mengekang penyebaran virus korona memperbaharui kekhawatiran tentang permintaan minyak. Bank of America memproyeksikan Brent dan WTI rata-rata mencapai USD44 dan USD40 per barel pada 2020, dan USD50 dan USD47 per barel, pada 2021. Pembelian minyak China diperkirakan melambat pada kuartal IV. Pabrik penyulingan China memperlambat laju pemrosesan pada September.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 22 sen menjadi USD42,71 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 5 sen menjadi USD40,83 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat sekitar 1%, karena depresiasi dolar dan ekspektasi tercapainya kesepakatan stimulus AS jelang pemilihan presiden 3 November. Harga emas juga didukung kekhawatiran seputar pembatasan baru yang disebabkan virus korona di Eropa karena infeksi di seluruh dunia sudah melebihi 40 juta, serta ketidakpastian atas pemilu AS. Harga logam berharga lainnya; perak melesat 1,3% menjadi USD24,48 per ounce, platinum turun 0,1% menjadi USD858,93, paladium naik 0,6% menjadi USD2.345,80.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.906,36 per ounce.

  • Harga emas berjangkabertambah 0,3% menjadi USD1.911,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author