Bursa Sore: Hingga Akhir Sesi IHSG Mengikuti Jejak Penguatan Market Regional

Bursa Sore: Hingga Akhir Sesi IHSG Mengikuti Jejak Penguatan Market Regional

Posted by Written on 19 October 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mantap ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Senin (20/10). IHSG menguat +0,45 persen (+22 poin) ke posisi 5.126.

Indeks LQ45 +0,89% ke 790.

Indeks IDX30 +0,88% ke 429.

Indeks IDX80 +0,80% ke 113.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,29% ke 545.

Indeks Kompas100 +0,63% ke 1.025.

Indeks Sri Kehati +1,11% ke 317.

Indeks SMInfra18 +0,13% ke 242.

Saham Teraktif: ANTMBRISKBAGTLKMTOWRBESTAGRO

Saham Top Gainers LQ45: ANTMBSDESCMAINCOCTRAPWONPGAS

Saham Top Losers LQ45: MIKAMDKABTPSUNVRJSMRTLKMHMSP

Nilai transaksi Rp8,60 triliun. Volume perdagangan sebanyak 131,21 juta lot saham. Investor asing net sell Rp394,37 miliar.

Nilai tukar rupiah turun 0,07 persen ke level Rp14.707 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia melaju positif pada perdagangan hari Senin (20/10) ditopang oleh kuatnya harapan atas paket stimulus fiskal dan ekspektasi ketersediaan vaksin virus corona pada akhir tahun ini. Penguatan terjadi meskipun data pertumbuhan ekonomi China lebih rendah dari perkiraan membatasi penguatan pasar.

"Rebound GDP China kuartal ketiga kurang kuat dari ekspektasi tetapi masih cukup baik sebesar 4,9 persen secara year on year. Data menunjukkan momentum menuju bagian akhir kuartal ketiga," kata Frances Cheung, Analis pada Westpac (singapura) seperti dikutip Reuters. Menurutnya peningkatan momentum tersebut bersifat luas, yang menjadi sinyal baik prospek kuartal keempat.

Turut mendorong katalis positif, produsen obat Pfizer pada akhir pekan lalu menyatakan bahwa virus corona dapat siap di USA pada akhir tahun ini.

Gerak market saham China berubah arah melemah saat finis sesi. Indeks Shanghai Composite drop 0,71 persen ke level 3.312. Indeks Shenzhen Component melemah 0,824 persen di posisi 13.421.

Pertumbuhan ekonomi China kuartal ketiga naik 4,9 persen (YoY), demikian data yang dirilis Biro Statistik Nasional China. Namun demikian angka tersebut lebih rendah dari perkiraan para analis sebesar 5,2 persen. 
Sementara data penjualan ritel di China periode September naik 3,3 persen (YoY).
Analis pada OCBC Bank, Vasu Menon menilai data penjualan ritel China sebagai kejutan besar. Menurut Vanu, data GDP China meleset dari ekspektasi tetapi secara detil, terutama konsumsi domestik, ada ruang untuk optimisme.
"Ingatlah bahwa pertumbuhan ekonomi 4,9 persen adalah angka yang layak terutama terkait kondisi pandemi saat ini dan merupakan peningkatan dari GDP kuartal sebelumnya yang sebesar 3,2 persen," tambah Vanu.
Sementara Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong bergerak menguat sebesar 0,86 persen. Harga saham unggulan HSBC menguat 2,5 persen. Saham Alibaba naik 1,22 persen. Sedangkan saham Sun Art Retail Group's naik 18 persen setelah Alibaba mengumumkan setuju untuk mengakuisisi saham perusahaan tersebut.
Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak ke zona hijau, naik 1,11 persen ke posisi 23.671 dan Indeks Topix melaju sebesar 1,25 persen pada level 1.637. Data ekspor Jepang turun 4,9 persen (YoY) di periode September.
Adapun Indeks Kospi di pasar Korsel juga bertengger di area positif. Kospi menguat 0,22 persen ke level 2.346.
Di bursa saham Australia Indeks S&P/ASX200 berhasil merayap naik. S&P/ASX200 naik 0,85 persen di posisi 6.229. Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) menguat 0,53 persen.
Indeks dolar AS lesu ke posisi 93,725 dari level sebelumnya di 93,9.
Kurs yen terkoreksi tipis di posisi 105,44 dibanding sesi sebelumnya di posisi 105,3.
Nilai tukar dolar Australia melemah di $0,7097 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,715.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona aman saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (19/10) pagi waktu setempat seiring harapan kesepakatan stimulus fiskal di USA beberapa pekan mendatang serta ketersediaan vaksin virus corona di akhir tahun.
Indeks DAX (Jerman) +0,73% pada level 13.002.
Indeks FTSE (Inggris) +1,49% ke posisi 5.919.
Indeks CAC (Perancis) +0,80% di level 4.975.

Minyak
Harga minyak berubah arah melemah di sesi sore pada perdagangan hari Senin (20/10) di pasar komoditas Asia. Tekanan harga tersebut terjadi setelah pertumbuhan GDP China lebih rendah dari perkiraan, menggarisbawahi kekhawatiran bahwa lonjakan kasus baru virus corona secara global berdampak terhadap demand di negara importir minyak terbesar di dunia tersebut. 
Minyak WTI drop 19 sen ke harga USD40,69 per barel. Minyak Brent melorot 20 sen ke harga USD42,73 per barel. (pkl 08.26 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author