Bursa Siang: Ekspektasi Ketersediaan Vaksin Covid-19 Angkat Market Regional Serta IHSG

Bursa Siang: Ekspektasi Ketersediaan Vaksin Covid-19 Angkat Market Regional Serta IHSG

Posted by Written on 19 October 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berhasil melaju ke zona hijau pada akhir perdagangan sesi 1 hari Senin (20/10). IHSG menguat +0,14 persen (+7 poin) ke posisi 5.110.

Indeks LQ45 +0,35% ke 786.

Indeks IDX30 +0,28% ke 426.

Indeks IDX80 +0,36% ke 113.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,18% ke 545.

Indeks Kompas100 +0,11% ke 1.020.

Indeks Sri Kehati +0,23% ke 314.

Indeks SMInfra18 +0,26% ke 242.

Saham Teraktif: BRISANTMKBAGAGROTLKMBEST,PURA

Saham Top Gainers LQ45: ANTMCTRASCMASMRABSDEINCOPWON

Saham Top Losers LQ45: ASIIACESTLKM, TOWR, JSMRBTPSMNCN

Nilai transaksi Rp5,17 triliun. Volume perdagangan sebanyak 80,37 juta lot saham. Investor asing net sell Rp288,14 miliar.

Nilai tukar rupiah turun 0,16 persen ke level Rp14.721 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia berkibar kuat saat sesi siang pada perdagangan hari Senin (20/10) ditopang oleh kekuatan harapan atas paket stimulus fiskal dan ekspektasi ketersediaan vaksin virus corona pada akhir tahun ini.

Penguatan terjadi meskipun data pertumbuhan ekonomi China lebih rendah dari perkiraan membatasi penguatan pasar.

"Rebound GDP China kuartal ketiga kurang kuat dari ekspektasi tetapi masih cukup baik sebesar 4,9 persen secara year on year. Data menunjukkan momentum menuju bagian akhir kuartal ketiga," kata Frances Cheung, Analis pada Westpac (singapura) seperti dikutip Reuters. Menurutnya peningkatan momentum tersebut bersifat luas, yang menjadi sinyal baik prospek kuartal keempat.

Turut mendorong katalis positif, produsen obat Pfizer pada akhir pekan lalu menyatakan bahwa virus corona dapat siap di USA pada akhir tahun ini.

Market saham China bergerak menguat. Indeks Shanghai Composite naik 0,67 persen. Indeks Shenzhen Component melaju 0,517 persen.

Pertumbuhan ekonomi China kuartal ketiga naik 4,9 persen (YoY), demikian data yang dirilis Biro Statistik Nasional China. Namun demikian angka tersebut lebih rendah dari perkiraan para analis sebesar 5,2 persen. 
Sementara data penjualan ritel di China periode September naik 3,3 persen (YoY).
Sementara Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong juga bergerak menguat sebesar 1,23 persen. Harga saham unggulan HSBC menguat 2,5 persen. Saham Alibaba naik 1 persen. Sedangkan saham Sun Art Retail Group's naik 17 persen setelah Alibaba mengumumkan setuju untuk mengakuisisi saham perusahaan tersebut.
Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak ke zona hijau, naik 1,1 persen dan Indeks Topix melaju sebesar 1,33 persen. Data ekspor Jepang turun 4,9 persen (YoY) di periode September.
Adapun Indeks Kospi di pasar Korsel juga bertengger di area positif. Kospi menguat 0,82 persen.
Di bursa saham Australia Indeks S&P/ASX200 berhasil merayap naik. S&P/ASX200 anik 1,1 persen. Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) menguat 0,76 persen.
Indeks dolar AS lesu ke posisi 93,703 dari level sebelumnya di 93,9.
Kurs yen terkoreksi tipis di posisi 105,38 dibanding sesi sebelumnya di posisi 105,3.
Nilai tukar dolar Australia melemah di $0,7098 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,715.

Minyak
Harga minyak masih stagnan saat sesi pagi pada perdagangan hari Senin (20/10) di pasar komoditas Asia seiring ekspektasi ekonomi China akan menunjukkan pemulihan mengimbangi kekhawatiran akan dampak dari kebangkitan virus corona terhadap konsumsi BBM. Selain itu faktor naiknya pasokan juga menjadi sentimen negatif.
Minyak WTI naik 2 sen ke harga USD40,90 per barel. Minyak Brent menguat 4 sen ke harga USD42,97 per barel. (pkl 00.19 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author