Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, Dukung IHSG Keluar dari Bayangan Pelemahan

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, Dukung IHSG Keluar dari Bayangan Pelemahan

Posted by Written on 19 October 2020


Ipotnews - Mengawali pekan pertengahan Oktober, Senin (19/10), bursa saham Asia dibuka naik, investor menunggu rilis data PDB , produksi industrial, penjualan ritel dan investasi aset tetap China kuartal III, yang diharapkan menunjukkan kenaikan kinerja yang kuat. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,26%.

Perdagangan saham dibuka dengan mencatatkan peningkatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,7%., diwarnai kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melaju 0,96% (59,10 poin) ke posisi 6.235,90 pada pukul 8:00 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,65%, dan berlanjut dengan penguatan 0,44% menjadi 2.351,93.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak lebih tinggi 0,98% (229,31 poin) ke level 23.639,94, setelah dibuka melompat 0,94%, Topix juga naik 0,94%. Rilis data ekspor Jepang periode September menunjukkan penurunan 4,9% (ytd).

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meningkat 0,73% (178,64 poin) ke posisi 24.565,43 pada pukul 8:35 WIB.Indeks Shanghai Composite naik 0,44% menjadi 3.351,10.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks pada pembukaan pasar Asia, setelah mengalami koreksi tipis 0,03% pada akhir sesi perdagangan pekan lalu di posisi 5.103. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,11% menjadi USD18,36.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan tren kenaikan meski masih dibayangi tekanan pelemahan. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya adanya potensi penguatan, dengan indikasi  divergence  negatif di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervasiasinya indeks di bursa Wall Street seiring solidnya data penjualan ritel dan perkembangan positif dari usaha penemuan vaksin oleh Pfizer diprediksi akan menjadi sentimen positif.

Sementara itu rencana pemerintah untuk melaksanakan vaksin covid19 pada awal bulan depan dan naiknya beberapa komoditas seperti CPO, nikel serta batu bara berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 5,065 dan  resistance  di level 5,140.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, aantaara lain;

Saham: BMRI (Buy). Support: Rp5,475, Resist: Rp5,700, GGRM (Buy). Support: Rp43,125 Resist: Rp44,550, 

WSBP (Buy). Support: Rp161 Resist: Rp169, SIDO (Buy). Support: Rp755 Resist: Rp775.

ETF: XPDV (Buy). Support: Rp384, Resist: Rp391, XPES (Buy). Support: Rp343, Resist: Rp348, 

XIHD (Buy). Support: Rp388, Resist: Rp395.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan cenderung menguat, didukung sentimen positif kejelasan  timeline  pengembangan vaksin Covid-19. Kenaikan indeks juga didorong rilis data penjualan ritel USA yang lebih baik dari perkiraan yang mendorong aksi beli. Namun indeks Nasdaq Composite melemah dihantam aksi jual saham Big Tech pada akhir sesi perdagangan, dan S&P 500 hanya mampu membukukan kenaikan tipis. Rilis data penjualan ritel AS pada September meningkat 1,9%, melampaui ekspektasi kenaikan 0,7%. Sentimen konsumen periode November secara mengejutkan juga naik. 

Ketidakpastian tentang kelanjutan stimulus masih membebani laju indeks.

Saham Pfizer Inc. naik 3,8% setelah mengumumkan pengajuan izin vaksin Covid-19 yang dikembangkan bersama BioNTech, Jerman, yang diharapkan dapat digunakan untuk keperluan darurat pada akhir November. 

Harga saham Boeing melaju 1,9% setelah regulator penerbangan Eropa menyatakan Boeing 737 Max aman untuk terbang kembali. Saham Schlumberger anjlok 8,8% karena membukukan kerugian triwulanan ketiga. 

Indeks Dow Jones Transport, yang dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi, turun 1,3%. Operator kereta api Kansas City Southern merosot 2,7%, dan perusahaan transportasi dan logistik JB Hunt Transport Services Inc jatuh 9,7%.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,39% (112,11 poin) ke level 28.606,31.

  • S&P 500 menguat tipis 0,01% (0,47 poin) di posisi 3.483,81.

  • Nasdaq Composite turun 0,36% (42,32 poin) menjadi 11.671,55.
Bursa saham utama Eropa mengakhiri pekan lalu di zona hijau, di tengah adanya harapan vaksin Covid-19 dapat tersedia di AS sebelum akhir tahun. Optimisme laba kuartalan emiten juga mengangkat sentimen positif. 

Pfizer Inc mengajukan izin penggunaan darurat vaksi Covid-19 yang dikembangkan bersama BioNTech, Jerman. PM Inggris Boris Johnson menyatakan sudah waktunya untuk mempersiapkan Brexit tanpa kesepakatan perdagangan kecuali Uni Eropa mengubah arah pembicaraan perdagangan secara fundamental. 

Analis mengatakan, indeks FTSE 100 menguat karena mayoritas pelaku pasar masih memperkirakan kesepakatan (Brexit) akan tercapai.

Indeks STOXX 600 melaju 1.26% ke level 367,48, namun secara mingguan STOXX melemah, terbebani oleh sentimen negatif peningkatan kenaikan kasus Covid-19 di seluruh Eropa. Paris dan London kembali dihantui penerapan pembatasan aktivitas yang berisiko menggagalkan pemulihan ekonomi yang baru muncul. STOXX 600 sudah turun hampir 12% sepanjang tahun ini. Harga saham Thyssenkrupp melambung 10,8% karena Liberty Steel membuat penawaran tidak mengikat terhadap unit bajanya. Saham LVMH melesat 7,3% karena pemulihan penjualan tas Louis Vuitton. Moncler dan Burberry naik lebih dari 3%. Indeks saham otomotif Eropa meningkat 3,6%; Daimler dan Volvo melonjak 5,5% dan 3,3% karena membukukan hasil kuartal ketiga yang kuat. Sektor telco dan real estat melemah,

  • DAX 30 Jerman melonjak 1,62% (205,24 poin) ke posisi 12.908,99.

  • FTSE 100 Inggris melompat 1,49% (87,06 poin) menjadi 5.919,58.

  • CAC 20 Prancis melesat 2,04% (98,44 poin) ke level 4.935.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan melemah, namun membukukan kenaikan mingguan 0,7%, terbaik dalam tiga pekan. Investor mewaspadai lonjakan kasus baru infeksi korona secara global serta prospek suram paket stimulus fiskal AS sebelum pilpres 3 November. Rencana paket stimulus fiskal AS tetap macet. Defisit anggaran AS mencapai rekor USD3.132 triliun selama tahun fiskal 2020, lebih dari tiga kali lipat defisit tahun 2019, akibat belanja besar-besaran untuk mengatasi dampak virus korona. Pelemahan  greenback  sedikit terhambat setelah data penjualan ritel AS meningkat 1,9% membantu meredakan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi AS.

Eropa memberlakukan kebijakan pembatasan baru untuk memerangi virus korona. Kawasan Midwest AS berperang melawan lonjakan kasus baru korona, menjadi ancaman pemulihan ekonomi AS. Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dan poundsterling melorot setelah PM Inggris mengingatkan pebisnis untuk bersiap-siap menghadapi Brexit tanpa kesepakatan. Indeks dolar AS turun 0,19 persen menjadi 93,682.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.17180.0010+0.09%
Poundsterling (GBP-USD)1.29150.0006+0.05%
Yen (USD-JPY)105.40-0.05-0.05%
Yuan (USD-CNY)6.6976-0.0278-0.41%
Rupiah (USD-IDR)14,698.008.00+0.05%

Sumber : Bloomberg.com, 16/10/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menutup pekan lalu dengan sedikit melemah. Pasar tertekan kekhawatiran bahwa lonjakan kasus Covid-19 di AS dan Eropa akan terus menyusutkan permintaan dua kawasan konsumen bahan bakar terbesar di dunia tersebut. Beberapa negara Eropa memberlakukan kembali jam malam dan  lockdown  lokal untuk melawan lonjakan kasus baru virus korona. Inggris memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di London pada Jumat lalu.

Komite Teknis Bersama OPEC +, membahas skenario terburuk pada Kamis lalu, terkait persediaan minyak komersial konsumen utama dunia, yang tetap lebih tinggi dari pada rata-rata lima tahun pada tahun 2021. OPEC plus mengkhawatirkan gelombang kedua pandemi yang berkepanjangan dan lonjakan produksi Libya dapat mendorong pasar minyak mengalami surplus tahun depan. Pandangan in jauh lebih suram dibandingkan sebulan lalu. Baker Hughes Co. menyebutkan, perusahaan pengebor minyak AS mulai menambah jumlah rig yang beroperasi sebanyak 12 rig menjadi 205 pada pekan lalu, kenaikan mingguan terbanyak sejak Januari.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 23 sen menjadi USD 42,93 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 8 sen menjadi USD 40,88 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange juga menutup pekan lalu dengan melemah seiring pudarnya peluang kesepakatan paket stimulus fiskal sebelum pilpres 3 November, merusak daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi. Harga emas di pasar spot melorot 1,4% sepanjang pekan lalu. 

Laporan penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan mengangkat selera untuk aset berisiko, tetapi produksi pabrik secara tak terduga turun pada bulan September. Harga logam berharga lainnya; perak merosot 0,3% menjadi USD 24,25 per ounce, platinum turun 0,2% menjadi USD 862,05, dan paladium turun 0,9% menjadi USD 2.332,20.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.901,87 per ounce. (-1,4% sepanjang pekan).

  • Harga emas di pasar berjangka AS melemah 0,1%menjadi USD1.906,40.

(AFP, CNBC , Reuters)

 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author