Bursa Pagi: Asia Bergerak Menguat, IHSG Masih Berisiko Melemah Friday, October 16, 2020

Bursa Pagi: Asia Bergerak Menguat, IHSG Masih Berisiko Melemah Friday, October 16, 2020

Posted by Written on 16 October 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (16/10), bursa saham Asia dibuka mendatar berusaha menyingkirkan sentimen penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, karena lonjakan kasus Covid-19 di Eropa dan ketidakpastian stimulus AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar di kisaran level 6.207, di tengah penurunan harga saham Rio Rinto sebesar 0,82%. Indeks berlanjut menguat 0,10% (5,90 poin) di posisi 6.216,20 pada pukul 8:20 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka mendatar di posisi 2.361, dan berlanjut melemah 0,13% menjadi 2.358,05.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat 0,12% (29,37 poin) di level di level 23.536,60 setelah dibuka anteng di kisaran 23.502, namun Topix turun 0,4%.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderng melemah, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 1,37% ke level 5.105. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange juga melorot 1,24% menjadi USD18,34.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berisiko melanjutkan proses penurunan dengan sinyal reversal jangka pendek. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan di area jenuh beli.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan melanjutkan penurunan selama tiga hari berturut-turut, karena harapan untuk kesepakatan stimulus virus korona AS terus menyusut, sementara kasus infeksi di seluruh Eropa meningkat. Analis memperkirakan volatilitas pasar akan berlanjut karena investor bersiap untuk menghadapi ketidakpastian - ketersediaan vaksin (setelah kemunduran Johnson&Johnson), besaran dan waktu stimulus fiskal tambahan AS, dan hasil pemilu. Data klaim pengangguran AS pekan lalu mencapai 898.000 orang, lebih tinggi dari perkiraan 830.000. Tapi indeks manufaktur regional New York dan Philadelphia menunjukkan pemulihan yang berkelanjutan.

Prancis mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat dan Inggris mendekati penguncian nasional kedua. Indeks saham Eropa berguguran. Facebook merosot 1,9%memimpin pelemahan sebagian besar Big Tech. Amazon melorot 0,8%. Alphabet dan Microsoft masing-masing turun 0,5%, dan Apple melemah 0,4%. 

Namun sejumlah emiten perbankan dan energi melaju. JPMorgan Chase, Morgan Stanley dan Citigroup semuanya melonjak lebih dari 1%. Exxon Mobil dan Chevron masing-masing naik hampir 1%. Saham Walgreens melesat 4,8% karena membukukan laba lebih baik dari perkiraan.

  • Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,07% (-19,8 poin) menjadi 28.494,20.

  • S&P 500 melemah 0,15% (-5,33 poin) ke posisi 3.483,34.

  • Nasdaq Composite turun 0,47% (-54,86 poin) ke level 11.713,87.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berguguran karena harapan kesepakatan paket stimulus AS sebelum pemilu November memudar. Pasar saham juga terbebani pembatasan di seluruh Eropa karena terjadi lonjakan kasus infeksi virus korona. Prancis mengumumkan darurat kesehatan masyarakat, karena mencatatkan lonjakan rawat inap akibat Covid-19 di atas ambang batas 9.100. Inggris mengumumkan langkah-langkah ketat di London untuk membendung penyebaran Covid-19.

Indeks STOXX 600 terperosok 2,08% menjadi 362,91, dipimpin kejatuhan sektor minyak dan gas sebesar 3,1%. Saham Roche jatuh hampir 3% karena gagal memenuhi ekspektasi penjualan kuartal III. Accor terpenggal lebih dari 5%, IWG rontok hampir 6%. Saham perator mal, URW, melambung hampir 14%. Perusahaan farmasi Spanyol Grifols melejit lebih dari 8% setelah saingannya Vertex membatalkan uji klinis pengobatan gangguan defisiensi.

  • DAX 30 anjlok 2,49% (-324,31 poin) ke level 12.703,75.

  • FTSE 100 Inggris merosot 1,73% (-102,54 poin) menjadi 5.832,52.

  • CAC 40 Prancis terpangkas 2,11% (-104,24 poin) ke posisi 4.837,42.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melejit ke level tertinggi, mengiringi penguatan yen karena investor memburu  safe-haven.  Investor mengkhawatirkan pemulihan ekonmi AS akan terhenti dan stimulus fiskal baru tidak mungkin dicapai sebelum pemilihan presiden AS. Klaim pengangguran mingguan naik menjadi 898.000, bertambah 53.000 dari minggu sebelumnya, jauh di atas ekspektasi 825.000.

Poundsterling melorot setelah terangkat oleh sinyal kemajuan perundingan Brexit yang berbalik setelah Uni Eropa mendesak Inggris untuk berkompromi atau bersiap untuk gangguan perdagangan dalam waktu kurang dari 80 hari. London menghadapi pembatasan virus korona yang lebih ketat. Euro melemah karena Prancis memberlakukan jam malam karena kasus Covid-19 meningkat, dan anggota Uni Eropa lainnya juga menanggapi lonjakan kasus tersebut dengan pembatasan baru. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, naik 0,51%menjadi 93,86.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.17080.00000.00%7:24 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2904-0.0005-0.04%7:24 PM
Yen (USD-JPY)105.39-0.06-0.06%7:24 PM
Yuan (USD-CNY)6.72540.0103+0.15%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,690.00-27.50-0.19%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/10/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, karena pembatasan yang baru akibat lonjakan kasus Covid-19 yang meredupkan prospek pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar. 

Penurunan tajam harga minyak teredam oleh laporan Badan Informasi Energi (EIA) AS tentang kenaikan permintaan minyak, pekan lalu. Stok minyak mentah AS berkurang, sementara persediaan produk distilasi turun 3.818 jita barel akibat Badai Delta, lebih besar dari ekspektasi penurunan 1,9 juta barel.

OPEC Plus akan menurunkan pemotongan produksi pada Januari sebesar 2 juta bph, dari 7,7 juta bph saat ini. Komite Teknikal Bersama, perwakilan dari produsen utama seperti Arab Saudi dan Rusia, bertemu untuk meninjau kepatuhan pengurangan produksi minyak anggota OPEC Plus. Sekretaris Jenderal OPEC mengatakan permintaan pulih lebih lambat dari ekspektasi dan OPEC Plus akan memastikan harga minyak tidak turun tajam lagi ketika bertemu pada akhir November.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 25 sen (-0,6%) menjadi USD43,06 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 8 sen (-0,2%) menjadi USD40,96 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, setelah Presiden AS Donald Trump menghidupkan kembali harapan paket stimulus virus korona sebelum pemilu 3 November, tetapi apresiasi dolar menahan kenaikan harga emas.Harga emas juga didukung oleh rilis data klaim pengangguran mingguan AS yang meningkat yang mengindikasikan bahwa perekonomian AS belum keluar dari masalah dan membutuhkan stimulus lebih lanjut. Harga logam berharga lainnya; perak turun 0,4% menjadi USD24,19 per ounce, platinum naik 0,5% menjadi USD860,92 dan paladium menguat 0,2% menjadi USD2.349,04.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.907,28 per ounce.

  • Harga emas berjangka meningkat 0,1% menjadi USD1.908,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author