Bursa Sore: Pasar Regional Serta IHSG Ditaklukan Aksi Profit Taking

Bursa Sore: Pasar Regional Serta IHSG Ditaklukan Aksi Profit Taking

Posted by Written on 15 October 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) semakin menukik turun pada akhir perdagangan hari Kamis (15/10). IHSG melorot -1,37 persen (-71 poin) ke posisi 5.105.

Indeks LQ45 -1,68% ke 782.

Indeks IDX30 -1,83% ke 425.

Indeks IDX80 -1,70% ke 112.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,23% ke 541.

Indeks Kompas100 -1,70% ke 1.019.

Indeks Sri Kehati -1,78% ke 314.

Indeks SMInfra18 -1,64% ke 241.

Saham Teraktif: ANTMBRISKRASBBRITLKMTINSTOWR

Saham Top Gainers LQ45: MIKATBIGMDKAINTPMNCNBTPS

Saham Top Losers LQ45: JSMRBSDECTRATOWRSRILINDFTLKM

Nilai transaksi Rp9,78 triliun. Volume perdagangan sebanyak 129,56 juta lot saham. Investor asing net buy Rp23,28 miliar.

Nilai tukar rupiah naik tipis 0,19 persen ke level Rp14.690 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia ke zona merah pada perdagangan hari Kamis (15/10). Bursa Asia mengekor pelemahan yang terjadi pada pasar saham global seiring aksi ambil untung para investor. Terjadi kekhawatiran atas lonjakan kembali kasus baru infeksi virus corona serta Menkeu USA memupus harapan yang tersisa terkait paket stimulus fiskal di USA sebelum pilpres 3 November.

Kekhawatiran bahwa kembangkitan kembali pandemi covid-19 dapat menyebabkan banyak negara kembali menutup aktivitas ekonomi memicu aksi ambil untung, terutama setelah reli di pasar saham baru-baru ini.

"Banyak investor yang menyadari bahwa kenaikan saham--saham tersebut telah dibeli secara berlebihan dan pilpres di USA dapat mengubah dorongan terhadap pasar," kata Kenji Hashizume, Analis pada Sumitomo Mitsui DS Asset Management yang berbasis di Hong Kong seperti dikutip Reuters.

Menkeu USA Steven Mnuchin menyatakan kesepakatan stimulus fiskal USA tidak mungkin dibuat sebelum pemungutan suara pilpres 3 November mendatang. Hal ini juga mendorong aksi profit taking.

"Ini telah menjadi drama yang berkelanjutan," kata Paul Nolte, Analis Kingsview Investment Management seperti dikutip Bloomberg. Menurut dia, Perubahan terbaru yang terdengar adalah tidak ada yang akan dilakukan sampai pilpres. Itulah sebabnya pasar melakukan aksi jual.

Market saham China terlempar ke zona merah saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite drop 0,26 persen di level 3.332. Indeks Shenzhen Component turun 0,48 persen ke 13.624. Sedangkan Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong melemah signifikan, turun 2,27 persen ke 24.106.

Indeks Kospi bergerak melemah 0,81 persen ke 2.361. Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah 0,51 persen ke level 23.507 dan Indeks Topix melorot sebesar 0,74 persen di posisi 1.631.
Di bursa saham Australia Indeks S&P/ASX200 ke zona hijau setelah menguat 0,50 persen di posisi 6.210.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah tipis saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (15/10) pagi waktu setempat. Pasar Eropa memperpanjang koreksi sesi sebelumnya karena kasus virus corona melonjak, memicu ketakutan adanya lockdown dibarengi ketidakpastian perdagangan pasca Brexit juga merusak sentimen.
Indeks DAX (Jerman) +0,07% pada posisi 13.028.
Indeks FTSE (Inggris) -0,58% ke level 5.935.
Indeks CAC (Perancis) -0,12% di posisi 4.941.

Minyak
Harga minyak melemah saat sesi sore pada perdagangan hari Kamis (15/10) di pasar komoditas Asia. Posisi harga menanggalkan penguatan sesi sebelumnya karena faktor naiknya kasus infeksi covid-19 secara global sehingga mendorong kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi serta pemulihan demand BBM.
Minyak WTI drop 24 sen ke harga USD40,80 per barel. Minyak Brent melemah 28 sen ke harga USD43,04 per barel. (pkl 07.24 GMT).

(cnbc/reuters/bloomberg/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author