Bursa Sore: Rupiah Berubah Arah, Susul Penguatan IHSG

Bursa Sore: Rupiah Berubah Arah, Susul Penguatan IHSG

Posted by Written on 14 October 2020


Ipotnews - Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Rabu (14/10). IHSG menanjak +0,85 persen (+43 poin) ke posisi 5.176.

Indeks LQ45 +1,62% ke 796.

Indeks IDX30 +1,59% ke 432.

Indeks IDX80 +1,53% ke 114.

Jakarta Islamic Indes (JII) +1,29% ke 548.

Indeks Kompas100 +1,26% ke 1.037.

Indeks Sri Kehati +1,32% ke 320.

Indeks SMInfra18 +1,48% ke 245.

Saham Teraktif: AGROANTMKAEFBRISTINSBBRITOWR

Saham Top Gainers LQ45: ANTMINCOSCMATBIGMIKASMRABBNI

Saham Top Losers LQ45: UNTRSMGRUNVRCTRAGGRMJSMRINDF

Nilai transaksi Rp12,16 triliun. Volume perdagangan sebanyak 144,33 juta lot saham. Investor asing net buy Rp39,48 miliar.

Nilai tukar rupiah naik tipis 0,05 persen ke level Rp14.717 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia terlempar dari zona penguatan pada perdagangan hari Rabu (14/10) seiring penghentian uji coba vaksin covid-19 dan kebuntuan negosiasi stimulus fiskal di USA memperburuk animo investor terhadap aset berisiko.

Johnson and Johnson pada hari Selasa (waktu setempat) pada pekan ini menyatakan telah menghentikan uji coba vaksin covid-19 seiring penyakit yang menyerang relawan uji coba vaksin yang tidak dapat dijelaskan.

Begitu pula degan Eli Lilly and Co juga menyatakan telah menghentikan uji coba klinis vaksin covid-19 dengan alasan keamanan.

"Ini bicara fakta bahwa vaksin butuh waktu lebih lama untuk dikirim daripada ekspektasi pasar," kata Analis CommSec, Tom Piotrowski seperti dikutip Reuters.

Juga menjadi sentimen negatif pasar yaitu saat harapan terhadap paket stimulus fiskal di USA untuk mengatasi virus corona menjadi pupus karena Ketua DPR USA Nancy Pelosi menolak proposal paket stimulus sebesar USD1,8 triliun dari Gedung Putih.

"Pembicaraan stimulus fiskal USA masih tidak akan meredupkan prospek putaran baru," kata Analis NAB, Rodrigo Catril. Menurut dia untuk saat ini sulit melihat kesepakatan sebelum 3 November. "Pelaku pasar beranggapan babak baru negosiasi stimulus fiskal akan datang tetapi tampaknya lebih mungkin terjadi setelah pilpres berlangsung," ujarnya.

Market saham China melemah saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite melemah 0,56 persen ke 3.340. Indeks Shenzhen Component turun 0,779 persen ke level 13.691.

Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong melemah sebagian. Emiten asal China yang listing di Hong Kong, China Evergrande Group menguat 16 persen setelah mengumumkan private placement yang diperkirakan menghasilkan dana USD 555 juta. Kabar tersebut menyusul laporan bahwa perseroan memburu dana hingga USD 1,1 miliar dari placement tersebut.
Indeks Kospi bergerak melemah 0,94 persen ke posisi 2.380. Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 0,11 persen pada posisi 23.626 dan Indeks Topix melorot sebesar 0,32 persen ke 1.643.
Di bursa saham Australia Indeks S&P/ASX200 terkoreksi turun 0,27 persen ke posisi 6.179. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik bergerak melemah, turun 0,27 persen.
Di pasar saham Asia Tenggara, Indeks Straits Times (Singapura) turun 0,62 persen. Pertumbuhan ekonomi Singapura turun 7 persen di kuartal ketiga (Yoy) tahun ini.
Indeks dolar AS menguat ke level 93,591 dari posisi sebelumnya pada level 93,3.
Kurs Yen drop tipis ke 105,47 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 105,3.
Kurs dolar Australia melemah ke $0,7159 dari posisi kemarin pada level $0,72.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah tipis saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (14/10) pagi waktu setempat. Kekhawatiran terhadap virus corona membebani pasar saham global.
Indeks DAX (Jerman) -0,05% pada posisi 13.012.
Indeks FTSE (Inggris) +0,38% di level 5.992.
Indeks CAC (Perancis) -0,02% ke posisi 4.946.

Minyak
Harga minyak melemah saat sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (14/10) di pasar Asia di tengah kekhawatiran bahwa demand terhadap BBM akan terus tertahan seiring naiknya kasus baru virus corona di seluruh Eropa dan USA.
Minyak WTI drop 18 sen ke harga USD40,02 per barel. Minyak Brent turun 17 sen ke harga USD42,28 per barel. (pkl 06.49 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : admin
#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author