Bursa Siang: Penundaan Uji Vaksin Covid-19 Tekan Market Regional, IHSG Menanjak

Bursa Siang: Penundaan Uji Vaksin Covid-19 Tekan Market Regional, IHSG Menanjak

Posted by Written on 14 October 2020


Ipotnews - Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ke zona hijau pada akhir perdagangan sesi 1 hari Rabu (14/10). IHSG menanjak +0,30 persen (+15 poin) ke posisi 5.148.

Indeks LQ45 +0,60% ke 788.

Indeks IDX30 +0,52% ke 428.

Indeks IDX80 +0,58% ke 113.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,40% ke 543.

Indeks Kompas100 +0,44% ke 1.028.

Indeks Sri Kehati +0,32% ke 317.

Indeks SMInfra18 +0,86% ke 243.

Saham Teraktif: AGROANTMBRISBBRITOWRTLKMKAEF

Saham Top Gainers LQ45: ANTMTBIGSCMAMIKAAKRABBNIINCO

Saham Top Losers LQ45: ICBPBBCAITMGGGRMUNVRKLBFCTRA

Nilai transaksi Rp6,53 triliun. Volume perdagangan sebanyak 81,45 juta lot saham. Investor asing net sell Rp40,90 miliar.

Nilai tukar rupiah down 0,09 persen ke level Rp14.738 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia melemah ke zona merah saat sesi siang pada perdagangan hari Rabu (14/10) seiring penghentian uji coba vaksin covid-19 serta kebuntuan pembicaraan paket stiimulus fiskal USA sehingga memperburuk animo terhadap aset berisiko.

Johnson and Johnson pada hari Selasa (waktu setempat) pada pekan ini menyatakan telah menghentikan uji coba vaksin covid-19 seiring penyakit yang menyerang relawan uji coba vaksin yang tidak dapat dijelaskan.

Begitu pula degan Eli Lilly and Co juga menyatakan telah menghentikan uji coba klinis vaksin covid-19 dengan alasan keamanan.

"Ini bicara fakta bahwa vaksin butuh waktu lebih lama untuk dikirim daripada ekspektasi pasar," kata Analis CommSec, Tom Piotrowski seperti dikutip Reuters.

Juga menjadi sentimen negatif pasar yaitu saat harapan terhadap paket stimulus fiskal di USA untuk mengatasi virus corona menjadi pupus karena Ketua DPR USA Nancy Pelosi menolak proposal paket stimulus sebesar USD1,8 triliun dari Gedung Putih.

"Pembicaraan stimulus fiskal USA masih tidak akan meredupkan prospek putaran baru," kata Analis NAB, Rodrigo Catril. Menurut dia untuk saat ini sulit melihat kesepakatan sebelum 3 November. "Pelaku pasar beranggapan babak baru negosiasi stimulus fiskal akan datang tetapi tampaknya lebih mungkin terjadi setelah pilpres berlangsung," ujarnya.

Market saham China bergerak lesu. Indeks Shanghai Composite melemah 0,5 persen. Indeks Shenzhen Component turun 0,554 persen.

Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong flat. Hang Seng hanya menguat tipis. Emiten asal China yang listing di Hong Kong, China Evergrande Group menguat 15 persen setelah mengumumkan private placement yang diperkirakan menghasilkan dana USD 555 juta. Kabar tersebut menyusul laporan bahwa perseroan memburu dana hingga USD 1,1 miliar dari placement tersebut.
Indeks Kospi bergerak melemah 0,52 persen. Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 sebagian melemah dan Indeks Topix melorot sebesar 0,51 persen.
Bursa saham Australia Indeks S&P/ASX200 terkoreksi turun tipis. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik bergerak melemah tipis, turun 0,1 persen.
Di pasar saham Asia Tenggara, Indeks Straits Times (Singapura) turun 0,5 persen. Pertumbuhan ekonomi Singapura turun 7 persen di kuartal ketiga (Yoy) tahun ini.
Indeks dolar AS menguat ke level 93,521 dari posisi sebelumnya pada level 93,3.
Kurs Yen drop tipis ke 105,38 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 105,3.
Kurs dolar Australia melemah ke $0,7167 dari posisi kemarin pada level $0,72.

Minyak
Harga minyak melemah saat sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (14/10) di pasar Asia di tengah kekhawatiran bahwa demand terhadap BBM akan terus tertahan seiring naiknya kasus baru virus corona di seluruh Eropa dan USA.
Minyak WTI drop 11 sen ke harga USD40,09 per barel. Minyak Brent turun 12 sen ke harga USD42,33 per barel. (pkl 03.55 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : admin
 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author