Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Melemah, IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Melemah, IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Posted by Written on 12 October 2020


 Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (12/10), bursa saham Asia dibuka cenderung melemah, belum mampu melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global akhir pekan lalu. Investor mengamati pergerakan yuan China, setelah Bank Rakyat China mengumumkan perubahan peraturan dalam transaksi valas, demi menahan kenaikan yuan terhadap dolar AS. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,1%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,1%. Indeks berlanjut melemah 0,08% (-4,60 poin) di posisi 6.097,60 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,37% (-88,17 poin) ke level 23.531,52, setelah dibuka turun 0,28%, Topix juga menyusut 0,17%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,51% dan berlanjut naik 0,30% menjadi 2.399,02.

Berusaha membalik tekanan penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,41% (98,12 poin) ke posisi 24.217,25 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China meningkat 0,47% ke level 3.287,33.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang berlawanan arah, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan 0,29% ke level 5.053. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,82% menjadi USD18,36.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berusaha melanjutkan tren kenaikan, dengan pergerakan yang cukup terbatas. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks mengindikasikan sinyal positif di area negatif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, dicabutnya status PSBB ketat DKI menjadi PSBB transisi seiring dengan melandainya prosentase pertambahan kasus baru dan aktif harian, serta naiknya beberapa komoditas, diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu menguatnya indeks bursa global yang dipicu oleh optimisme akan stimulus fiskal lanjutan di Amerika dengan jumlah yang lebih besar dari sebelumnya berpeluang menjadi tambahan katalis positif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 5,025 dan  resistance  di level 5,085. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBRI (Buy). Support: Rp3,100, Resist: Rp3,200, INCO (Buy). Support: Rp3,570 Resist: Rp3,810, 

    SIMP (Buy). Support: Rp304 Resist: Rp322, ANTM (Buy). Support: Rp730 Resist: Rp800.

  • ETF: R-LQ45X (Buy). Support: Rp800, Resist: Rp812, XCLQ (Buy). Support: Rp78, Resist: Rp80, 

    XBLQ (Buy). Support: Rp385, Resist: Rp389.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu di teritori positif. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan penguatan mingguan tertinggi sejak Juli, seiring optimisme terhadap stimulus fiskal lebih besar. 

Secara mingguan indeks S&P 500 dan Nasdaq melesat 3,8% dan 4,6%. Dow Jones melonjak 3,3%n, kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus. Pasar memperkirakan negosiasi paket stimulus fiskal untuk mengatasi covid-19 akan terus berlanjut meskipun Ketua DPR US Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin gagal mencapai kesepakatan pada Jumat lalu. Investor mulai memperhitungkan kemungkinan kandidat Demokrat Joe Biden memenangkan pemilihan presiden 3 November.

Mnuchin mengajukan proposal baru senilai USD1,8 miliar, naik dari USD1,6 miliar, namun ditanggapi Pelosi dengan mengatakan proposal itu tidak memiliki rencana luas untuk mengatasi pandemi. Tapi Dalam sebuah talkshow  di radio, Trump mengatakan, "ingin melihat paket stimulus yang lebih besar, melebihi yang ditawarkan Demokrat atau Republik." Saham teknologi memimpin kenaikan indeks S&P 500 dengan melonjak 1,5%. Saham Xilinx Inc melambung 14,1% setelah diberitakan sedang menegosiasikan pembelian Advanced Micro Devices Inc. s General Electric Co naik 2,9% didukung rekomendasi buy dari Goldman Sachs. Indeks sektor energi S&P 500 melorot 1,6%.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,57%(161,39 poin) menjadi 28.586,90.

  • S&P 500 melaju 0,88% (30,30 poin) ke posisi 3.477,13.

  • Nasdaq Composite melompat 1,39% (158,96 poin) ke level 11.579,94.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu di zona hijau, ditopang sentimen positif proyeksi kinerja keuangan yang kuat Pandora dan Novo Nordisk. Di sisi lain para investor tetap memantau sinyal baru stimulus fiskal AS. Pasar saham global bertahan di zona hijau pada akhir pekan, seiring menguatnya ekspektasi Partai Demokrat akan memenangkan pemilu di AS bulan depan, yang menghidupkan kembali harapan stimulus fiskal lebih besar. Bursa saham Inggris mendapat dorongan karena menteri keuangan Inggris Rishi Sunak mengumumkan program terbaru untuk mencegah lonjakan pengangguran. Indeks STOXX 600 naik 0,55% menjadi 370,35, dipimpin kenaikan harga saham sektor sumber daya dasar dan perjalanan sebesar 1,5%, sedangkan saham otomotif merosot 0,9%. STOXX 600 melonjak 2,1% secara mingguan.

Serangkaian merger dan akuisisi serta  rebound  di sektor sektor perjalanan dan wisata, perbankan, serta migas mendongkrak pasar Eropa. Saham Rolls Royce melambung hampir dua kali lipat sejak Senin lalu, sementara saham IAG (pemilik British Airways) melesat 13,2%. Emiten pembuat perhiasan, Pandora naik tajam 17,2% setelah menaikkan target laba. Produsen obat, Novo Nordisk melaju 3,3% karena kenaikan penjualan tahun 2020 dan prospek operasinya. Perusahaan mode online Jerman, Zalando naik 3,2%dan Global Fashion Group meroket 24,0%. Saham Euronext anjlok 4,4%. Saham grup bahan kimia Jerman BASF merosot 3,8% karena memangkas prospek kinerjanya .

  • DAX 30 Jerman menguat tipis 0,07% (9,02 poin) menjadi 13.051,23.

  • FTSE 100 Inggris naik 0,65% (38,62 poin) ke posisi 6.061,65.

  • CAC 40 Prancis meninkat 0,71% (34,87 poin) ke level 4.946,81.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu dengan terkoreksi ke level terendah dalam 3 pekan terakhir seiring tumbuhnya ekspektasi bahwa Joe Biden akan memenangkan pilpres AS serta menawarkan stimulus fiskal lebih besar setelah pemilu. Analis mengatakan, selain kemungkinan kehilangan kursi kepresidenan, Partai Republik juga dapat kehilangan kendali atas Senat, karena peluang Demokrat hampir 70%. Polling Reuters menempatkan Biden unggul tipis di lima negara bagian utama - Wisconsin, Pennsylvania, Michigan, Florida, dan Arizona.

Meningkatnya ekspektasi kemenangan Biden memiliki efek menenangkan pada volatilitas pasar dan meningkatkan minat terhadap mata uang yang telah dirugikan oleh perang perdagangan antara Washington dan Beijing, seperti yuan dan dolar Australia. Indeks Dolar AS, indikator kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,59% ke posisi 93,057, atau merosot lebih dari 0,8% secara mingguan.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.18260.0067+0.57%
Poundsterling (GBP-USD)1.30360.0098+0.76%
Yen (USD-JPY)105.62-0.41-0.39%
Yuan (USD-CNY)6.6947-0.0963-1.42%
Rupiah (USD-IDR)14,700.00-10.00-0.07%

Sumber : Bloomberg.com, 9/10/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu juga dengan melemah. Aksi mogok pekerja tambang minyak Norwegia berakhir yang akan mendorong produksi, meskipun di AS produksi menurun menjelang serangan badai Delta di sekitar Teluk Meksiko. Namun secara mingguan, harga minyak masih berada di jalur kenaikan sekitar 10%, kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan.

Perusahaan minyak Norwegia telah melakukan negosiasi upah dengan para pemimpin serikat pekerja. Eskalasi pemogokan bisa mencapai hampir tiga kali lipat, sehingga akan memangkas total kapasitas menjadi sekitar 934.000 barel setara minyak per hari. jika tidak ada solusi yang tercapai hingga 14 Oktober. Badai Delta telah menutup produksi minyak 1,67 juta bph atau 92% dari produksi minyak Teluk. Produsen juga telah menghentikan hampir 62% produksi gas alam di kawasan itu, atau 1,675 miliar kaki kubik per hari.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 49 sen (-1,13%), menjadi USD42,85 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI melorot 59 sen (-1,4%), menjadi USD 40,60 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu berakhir dengan membukukan kenaikan tajam, sekaligus mencatatkan kenaikan pekan kedua secara beruntun sebesar 0,7%. Kenaikan harga emas seiring dengan pelemahan dolar AS dan sentimen positif negosiasi baru stimulus fiskal AS yang mendorong investor membeli emas sebagai lindung nilai inflasi. Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin melanjutkan pembicaraan rencana stimulus fiskal, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan negosiasi awal pekan ini.

Dolar melorot di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Joe Biden akan keluar sebagai pemenang dalam pilpres AS, dan diekspektasikan akan menawarkan lebih banyak stimulus. Prospek kemenangan Demokrat meningkatkan insentif untuk menahan emas. Harga logam mulai lainnya; perak naik 1,7% menjadi USD 24,24 per ounce, platinum naik 1,6% menjadi USD875,80, dan paladium naik 1,3% menjadi USD 2.401,99.

  • Harga emas di pasar spot naik 1% menjadi USD 1.912,22 per ounce,

  • Harga emas di pasar berjangka naik 1,2% menjadi USD 1.917,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author