Bursa Siang: Stimulus Parsial Dorong Pasar Regional, IHSG Menanjak Naik

Bursa Siang: Stimulus Parsial Dorong Pasar Regional, IHSG Menanjak Naik

Posted by Written on 08 October 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menanjak naik pada akhir perdagangan sesi 1 hari Kamis (8/10). IHSG melaju +0,59 persen (+29 poin) ke posisi 5.033.

Indeks LQ45 +0,71% ke 769.

Indeks IDX30 +0,68% ke 419.

Indeks IDX80 +0,79% ke 110.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,89% ke 535.

Indeks Kompas100 +0,94% ke 997.

Indeks Sri Kehati +0,55% ke 310.

Indeks SMInfra18 +0,72% ke 237.

Saham Teraktif: JASTTLKMTOWRBBRIBBCAIRRABRIS

Saham Top Gainers LQ45: SCMAPWONERAASMRAHMSPPTBAASII

Saham Top Losers LQ45: UNVRTBIGSMGRKLBFMIKABMRI

Nilai transaksi Rp3,76 triliun. Volume perdagangan sebanyak 62,12 juta lot saham. Investor asing net sell Rp107,77 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah 0,07 persen ke level Rp14.720 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak menguat saat sesi siang pada perdagangan hari Kamis (8/10). Hal ini terjadi karena harapan baru stimulus fiskal lebih banyak membantu untuk memulihkan kepercayaan investor. Pasar menilai kubu demokrat diperkirakan menang pilpres USA pada November mendatang.

Para investor tampaknya terus memantau perkembangan stimulus fiskal di USA setelah Presiden USA Donald Trump mendesak stimulus untuk industri maskapai penerbangan. Hal tersebut kontras dengan yang terjadi pada hari Selasa, dimana dia menunda pembahasan negosiasi stimulus fiskal dengan kubu Demokrat.

"Stimulus fiskal USA sedikit demi sedikit tidak menggantikan kebutuhan akan paket stimulus yang lebih komprehensif," kata Kim Mundy, Analis Commonwealth Bank of Australia seperti dikutip CNBC.

Menurut dia, tidak ada dukungan fiskal lebih lanjut di tengah naiknya risiko infeksi virus corona menempatkan pemulihan ekonomi USA secara terbalik.

Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong bergerak ke zona merah setelah melorot 0,78 persen. Saham unggulan di pasar saham Hong Kong, SMIC drop 1,69 persen setelah S&P Global Rating menempatkan perusahaan chipmaker tersebut dengan status negative credit watch. Saat ini rating SMIC adalah triple B.

S&P Global mengingatkan bahwa SMIC berpotensi menghadapi risiko rantai pasok dibarengi kemungkinan larangan ekspor oleh USA. Lembaga rating tersebut mengatakan rating SMIC bisa terpangkas jika larangan ekspor mengganggu secara signifikan.
Emiten teknologi di Asia tumbang akibat pemberitaan tersebut. Saham Xiaomi drop 4,84 persen. Tencent turun 0,56 persen dan Alibaba turun 0,14 persen.
Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak ke zona hijau. Nikkei 225 menguat 0.95 persen dan Indeks Topix menanjak sebesar 0,57 persen.
Adapun Indeks Kospi di pasar saham Korsel juga menguat sebesar 0,16 persen. Emiten industri papan atas di antaranya Samsung Electronics melemah 0,3 persen. Manajemen Samsung Electronics menyatakan laba kuartal III kemungkinan naik 58 persen (YoY).
Bursa saham Australia ke teritori positif. Indeks S&P/ASX200 up 1,14 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik melaju naik 0,33 persen. Market saham China masih libur nasional.
Indeks dolar AS menguat tipis ke level 93,587 dari posisi sebelumnya pada level 93,573.
Kurs Yen drop tipis ke 106,03 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 105,6
Kurs dolar Australia melemah ke $0,7139 dari posisi kemarin pada level $0,716.

Minyak
Harga minyak bangkit saat sesi pagi pada perdagangan hari Kamis (8/10) di pasar Asia seiring para pekerja tambang minyak dievakuasi dari kawasan Teluk Meksixo USA menjelang serangan badai Delta meski kekhawatiran demand terhadap BBM berlarut-larut di tengah surutnya peluang kesepakatan stimulus fiskal di USA
Minyak WTI naik 13 sen ke harga USD40,08 per barel. Minyak Brent melaju 20 sen ke harga USD42,19 per barel. (pkl 02.15 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author