Bursa Pagi: AS-Asia Meningkat, IHSG Berpeluang Menjauh dari Level 5.000

Bursa Pagi: AS-Asia Meningkat, IHSG Berpeluang Menjauh dari Level 5.000

Posted by Written on 08 October 2020


Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (8/10), dibuka lebih tinggi, melanjutkan sentimen positif kenaikan indeks saham acuan di bursa saham Wall Street. Pasar merespon perubahan sikap Presiden AS Donald Trump yang menyerukan agar Kongres AS menyetujui paket bantuan untuk sektor penerbangan dan UKM, serta pemberian cek USD1.200 kepada rakyat AS, setelah sebelumnya menghentikan perundingan stimulus dengan Partai Demokrat.

Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,19%. Harga minyak menguat pada pembukaan pasar Asia, dan indeks dolar melemah.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,64%. Indeks berlanjut melaju 0,96% (58,00 poin) ke level 6.094,40 pada pukul 8:10 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan, juga dibuka meningkat 0,64%, didukung kenaikan harga saham Samsung Electronics sebesar 0,5%, dan berlanjut naik 0,54% ke posisi 2.399,90.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang bergerak meningkat 0,49% (115,72 poin) menjadi 23.538,54, setelah dibuka menguat 0,29%, dan Topix bertambah 0,1%.

Indeks Hang Seng, Hongkong, dibuka menguat tipis 0,08% (20,47 poin) di posisi 24.263,33 pada pukul 8:35 WIB.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham AS dan Asia, setelah berhasil keluar dari tekanan penurunan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat 0,1% di posisi 5.004. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,39% menjadi USD18.06.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan pola penguatan jangka pendek, menjauh dari level 5.000. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan di zona positif, mendekati area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street yang dipicu oleh optimisme akan adanya stimulus fiskal lanjutan meskipun dengan jumlah yang lebih kecil dan target yang lebih spesifik, diprediksi akan menjadi sentimen positif. Menguatnya harga beberapa komoditas berpeluang menambah sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 4,965 dan  resistance  di level 5,045. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: KLBF (Buy). Support: Rp1,565, Resist: Rp1,615, GGRM (Buy). Support: Rp41.950 Resist: Rp44.000, EXCL (Buy). Support: Rp2,100 Resist: Rp2,260, PGAS (Buy). Support: Rp950 Resist: Rp995.

  • ETF: XIIC (Buy). Support: Rp882, Resist: Rp894, XIHD (Buy). Support: Rp380, Resist: Rp388, 

    XMTS (Buy). Support: Rp398, Resist: Rp405.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat tajam, setelah Donald Trump melalui akun Twitter mendesak Kongres untuk menyetujui bantuan bagi maskapai penerbangan, dan menyebutkan bantuan bagi UKM dapat dibayar dengan dana tak terpakai dari stimulus sebelumnya. Trump juga mendorong pemberian cek USD1.200 bagi rakyat AS. Pasar mengharapkan paket bantuan yang lebih kecil dapat disahkan parlemen. Pasar menunggu data awal klaim awal pengangguran mingguan, Kamis ini, yang diekspektasikan mencapai 825.000, turun dari 837.000 pada pekan sebelumnya.

Sentimen pasar juga mendapat dorongan setelah Eli Lilly mengatakan sedang menunggu izin FDA untuk obat antibodi virus korona. Saham Eli Lilly melonjak 3,4%. JPMorgan meng- upgrade  beberapa perusahaan penerbangan. Saham penerbangan beterbangan; United Airlines dan Delta melesat lebih dari 3,5%. Saham Boeing melejit 3,2%. Operator kapal pesiar juga menguat; Carnival, Norwegian Cruise Line dan Royal Caribbean masing-masing melesat 5,3%, 4,5%, dan 2,8%.

  • Dow Jones Industrial Average melesat 1,91% (530,70 poin) ke level 28.303,46.

  • S&P 500 melompat 1,74% (58,49 poin) menjadi 3.419,45.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,88% (209,99 poin) ke posisi 11.364,60.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung melemah, sentimen negatif keputusan Trump untuk menghentikan perundingan stimulus sampai setelah pemilu November masih menghantui pasar, meskipun belakangan Trump mendukung stimulus untuk maskapai penerbangan dan stimulus lainnya. Investor juga mencermati pernyataan Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, Selasa, yang menyerukan kebijakan stimulus fiskal dan moneter yang agresif bagi pemulihan ekonomi yang masih di "jalan yang panjang." Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva juga mengatakan jalan ke depan akan menjadi "pendakian yang sulit."

Indeks STOXX 600 melemah 0,12% menjadi 365,45, dipimpin kejatuhan harga saham telekomunikasi sebesar 1,5%. Sebaliknya, harga saham pertambangan melonjak 1,7%. Perusahaan diagnostik Denmark, Ambu, melonjak 5% setelah memenangkan kontrak endoskopi sekali pakai dengan organisasi pembelian terbesar AS. Perusahaan pembayaran Italia, Nexi, anjlok hampir 6% setelah pemegang saham terbesarnya, Mercury, mendiskon 13,4% saham perusahaan itu, sehari setelah Nexi mengumumkan kerja sama dengan saingannya SIA.

  • DAX 30 Jerman menguat 0,17% (22,55 poin) menjadi 12.928,57.

  • FTSE 100 Inggris turun tipis 0,06% (-3,69 poin) di posisi 5.946,25.

  • CAC 40 Prancis berkurang 0,28% (-13,46 poin) menjadi 4.882,00.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup merosot, di tengah meningkatnya minat terhadap asset berisiko didukung harapan beberapa stimulus fiskal sebelum pilpres AS, 3 November. Dolar juga melemah karena investor memperhitungkan prospek kemenangan Partai Demokrat. Calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, terus memimpin jajak pendapat dan makin melebar. 

Pasar mengekspektasikan bahwa Demokrat juga dapat mengambil kendali Senat. Kemenangan Partai Demokrat akan membuat stimulus fiskal yang lebih besar semakin mungkin terjadi, yang akan melemahkan dolar AS.

Trump, Selasa malam, menyerukan agar Kongres segera memberikan USD25 miliar bantuan penggajian bagi maskapai penerbangan AS yang telah merumahkan ribuan karyawan, setelah sebelumnya menghentikan perundingan paket bantuan ekonomi dengan Demokrat. Ketua DPR AS Nancy Pelosi meminta Menteri Keuangan Steven Mnuchin untuk meninjau ulang RUU sebesar USD25 miliar sebagai bantuan kepada maskapai penerbangan. Dolar tidak terlalu bereaksi terhadap rilis risalah rapat Federal Reserve, September lalu. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,19% menjadi 93,64.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.17670.0004+0.03%7:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29200.0001+0.01%7:25 PM
Yen (USD-JPY)105.97-0.01-0.01%7:24 PM
Yuan (USD-CNY)6.7910-0.0250-0.37%9/30/2020
Rupiah (USD-IDR)14,710.00-25.00-0.17%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 7/10/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, ditutup merosot hampir 2%. 

Presiden Donald Trump memupuskan harapan untuk paket stimulus. Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengaku pesimistis bahwa kesepakatan komprehensif dapat dicapai untuk bantuan keuangan Covid-19 lebih lanjut. Pemerintahan hanya Trump mendukung pendekatan bantuan sedikit demi sedikit. Pasar juga tertekan setelah persediaan minyak mentah AS mengalami kenaikan naik 501.000 barel pekan lalu, jauh di atas ekspektasi kenaikan 294.000 barel.

Sementara itu, stok bensin turun 1,4 juta barel dalam sepekan menjadi 226,8 juta barel, tingkat terendah sejak November, lebih besar dari ekspektasi penyusutan 471.000 barel. Badai Delta menurunkan 29% produksi minyak lepas pantai di Teluk Mexico, yang menyumbang 17% dari total produksi minyak mentah AS. Di Norwegia, serikat pekerja Lederne menyatakan akan memperluas aksi mogok dari 10 Oktober kecuali kesepakatan soal upah dapat dicapai. Enam ladang minyak dan gas lepas pantai ditutup, memotong kapasitas produksi Norwegia sebesar 8%.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok 66 sen (-1,6%) menjadi USD41,99 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI menyusut 72 sen (-1,8%) menjadi USD39,95 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup turun, namun harga di pasar spot menguat, setelah kekhawatiran atas stimulus ekonomi AS mulai mereda, dan fokus bergeser ke risalah rapat September. The Fed untuk petunjuk tentang prospek kebijakan moneter. Analis mengatakan, perubahan sikap Trump dari 'tidak ada negosiasi stimulus' menjadi 'tindakan bantuan sepihak' membantu mendukung harga emas meski dolar AS hanya sedikit melemah.

Mereka meyakini paket stimulus fiskal AS, cepat atau lambat, kemungkinan akan disahkan dan The Fed bakal melanjutkan kebijakan moneter akomodatif. Chairman The Fed, Jerome Powell, Selasa, mendesak lebih banyak bantuan bagi bisnis dan rumah tangga untuk menjaga pemulihan ekonomi. Harga logam berharga lainnya; perak melambung 3% menjadi USD23,78 per ounce, platinum melesat 1,8%, dan paladium naik 0,8% menjadi USD2.358,82.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.887,05 per ounce.

  • Harga emas berjangka merosot 1,3% menjadi USD1.884,60per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author