Bursa Sore: Market Regional Khawatirkan Pilpres USA, IHSG Masih di Zona Merah

Bursa Sore: Market Regional Khawatirkan Pilpres USA, IHSG Masih di Zona Merah

Posted by Written on 30 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih berkutat di zona merah pada akhir perdagangan hari Rabu (30/9). IHSG melemah -0,19 persen (-10 poin) ke posisi 4.870.

Analis di pasar regional menilai pelaku pasar mengkhawatirkan pelaksanaan pemilu presiden di USA. Sebagian besar indeks saham du market regional bergerak ke zona merah.

Indeks LQ45 -0,70% ke 737.

Indeks IDX30 -0,79% ke 401.

Indeks IDX80 -0,58% ke 105.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,26% ke 518.

Indeks Kompas100 -0,32% ke 949.

Indeks Sri Kehati -0,79% ke 296.

Indeks SMInfra18 -0,32% ke 229.

Saham Teraktif: TLKMBRPTBBRIBMTRBBCABMRIJAST

Saham Top Gainers LQ45: BTPSINKPKLBFJSMRINDFMIKAEXCL

Saham Top Losers LQ45: INTPITMGERAAHMSPICBPPTBABSDE

Nilai transaksi Rp7,03 triliun. Volume perdagangan sebanyak 114,92 juta lot saham. Investor asing net sell Rp481,83 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat 0,10 persen ke level Rp14.880 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia mengarah ke level terburuk bulanan sejak Maret saat perdagangan hari Rabu (30/9). 

Sementara bursa berjangka USA bergerak melemah dan aset safe haven seperti yen dan USD mendapatkan buyer setelah debat pilpres USD putaran pertama membuat para investor berhati-hati. Sikap investor tersebut terjadi meskipun data indeks manufaktur China menguat.

"Pasar biasanya lebih memilih petahana untuk menang," kata Shane Oliver, Analis pada lembaga AMP Capital seperti dikutip Reuters. Bursa berjangka USA awalnya menguat karena mungkin Trump memberikan beberapa kritikan, tetapi itu tidak cukup.

"Investor kembali mengkhawatirkan pemilihan yang disengketakan, penundaan hasil dan apakah Trump akan memilih cara damai jika dia kalah," tambah Oliver.

Bursa saham China bergerak mixed setelah menguat di sesi pagi. Indeks Shanghai Composite drop 0,2 persen ke 3.218. Sementara Indeks Shenzhen Component sebagian menguat dan berakhir di level 12.097.

Indeks PMI periode September naik ke posisi 51,5 poin dibanding di periode Agustus sebesar 51,0 poin. Indeks manufaktur China tersebut lebih tinggi dari perkiraan analis hasil polling Reuters yang memperkirakan sebsar 51,2 poin.
Sementara itu survei terhadap manufaktur swasta juga menunjukkan aktivitas yang menguat di bulan September. Indeks tersebut, Caixin/Markit PMI di level 53,0 poin lebih rendah sedikit dibanding Poll di level 53,1 poin.
Data perekonomian China telah terus dipantau para investor untuk sinyal pemulihan ekonomi dari krisis pandemi corona.
Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong bergerak menguat 1 persen di final perdagangan. Saham unggulan di bursa Hong Kong, China Evergrade Group menguat 16 persen setelah pada manajemen menyatakan pada hari Selasa pekan ini mengumumkan kesepakatan dengan investor, Hengda Real Estat. 
Saham Evergrade belakangan bergejolak di tengah kekhawatiran atas situasi finansial perusahaan tersebut.
Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 melorot 1,5 persen ke 23.185 dan Indeks Topix melemah 1,97 persen pada level 1.625.
Sedangkan pasar saham Australia juga melemah ke zona merah. Indeks S&P/ASX200 drop 2,29 persen ke level 5.815. Sementara itu indeks acuan market regional, MSCI Asia Pasifik menguat 0,13 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 93,914 dari posisi sebelumnya pada level 93,792.
Kurs Yen melaju tipis ke 105,63 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 105,80.
Kurs dolar Australia melemah ke $0,7114 dari posisi kemarin pada level $0,7149.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke teritori negatif saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (30/9) pagi waktu setempat. Hal tersebut terjadi seiring reaksi investor terhadap debat pilpres USA serta kebijakan lanskap investasi di tengah krisis virus corona.
Indeks DAX (Jerman) -0,55% pada posisi 12.755.
Indeks FTSE (Inggris) -0,53% di level 5.866.
Indeks CAC (Perancis) -0,74% ke posisi 4.796.

Minyak
Harga minyak terkoreksi pada perdagangan hari Rabu (30/9) di pasar Asia seiring naiknya kasus virus corona mengarah ke musim dingin memicu kekhawatiran lockdown lebih lanjut yang berpotensi menahan demand terhadap BBM.
Minyak WTI drop 32 sen ke harga USD38,97 per barel. Minyak Brent berkurang 40 sen ke harga USD40,63 per barel. (pkl 06.35 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author