Bursa Siang: Market Regional Ditopang Data Ekonomi China, IHSG Minus

Bursa Siang: Market Regional Ditopang Data Ekonomi China, IHSG Minus

Posted by Written on 30 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menurun ke zona merah pada akhir perdagangan sesi 1 hari Rabu (30/9). IHSG melemah -0,58 persen (-29 poin) ke posisi 4.850.

Indeks LQ45 -1,25% ke 733.

Indeks IDX30 -1,36% ke 399.

Indeks IDX80 -1,16% ke 104.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,47% ke 515.

Indeks Kompas100 -0,80% ke 945.

Indeks Sri Kehati -1,37% ke 295.

Indeks SMInfra18 -1,23% ke 227.

Saham Teraktif: BRPTTLKMBBRIBMTRBMRIPUREBBCA

Saham Top Gainers LQ45: MIKAINKPKLBFMNCNSMGRBTPSEXCL

Saham Top Losers LQ45: INTPGGRMMDKAUNVRTKIMICBPPWON

Nilai transaksi Rp3,43 triliun. Volume perdagangan sebanyak 57,99 juta lot saham. Investor asing net sell Rp373,68 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah tipis 0,02 persen ke level Rp14.897 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia merayap ke zona hijau saat perdagangan sesi siang hari Rabu (30/9). Hal ini terjadi setelah data menunjukkan pemulihan ekonomi China mengumpulkan kekuatan. Namun debat pilpres putaran pertama di USA yang rusuh antara Presiden Donald Trump dan penantangnya Joe Biden memberatkan sentimen.

Pasar futures USA tergelincir dan USD sebagai mata uang safe haven mendapat dukungan seiring debat pilpres hanya sedikit menawarkan tentang hasil pemilu USA.

"Yang dikhawatirkan pelaku pasar adalah keadilan pemilu dan bagaimana itu akan dilakukan dalam keadaan normal. Data ekonomi China yang positif akan mendukung perdagangan pada aset berisiko tetapi kali ini berbeda," kata Ayako Sera, Analis pada Sumitomo Mitsui Trust Bank di Tokyo seperti dikutip Reuters.

Bursa saham China ke zona hijau. Indeks Shanghai Composite menguat 0,45 persen. Sementara Indeks Shenzhen Component menguat 0,825 persen.

Indeks PMI periode September naik ke posisi 51,5 poin dibanding di periode Agustus sebesar 51,0 poin. Indeks manufaktur China tersebut lebih tinggi dari perkiraan analis hasil polling Reuters yang memperkirakan sebsar 51,2 poin.
Sementara itu survei terhadap manufaktur swasta juga menunjukkan aktivitas yang menguat di bulan September. Indeks tersebut, Caixin/Markit PMI di level 53,0 poin lebih rendah sedikit dibanding Poll di level 53,1 poin.
Data perekonomian China telah terus dipantau para investor untuk sinyal pemulihan ekonomi dari krisis pandemi corona.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) bergerak menguat 1,18 persen. Saham unggulan di bursa Hong Kong, China Evergrade Group menguat 13 persen setelah pada manajemen menyatakan pada hari Selasa pekan ini mengumumkan kesepakatan dengan investor, Hengda Real Estat. Saham Evergrade belakangan bergejolak di tengah kekhawatiran atas situasi finansial perusahaan tersebut.
Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 melorot 1,06 persen dan Indeks Topix melemah 1,37 persen.
Sedangkan pasar saham Australia juga melemah ke zona merah. Indeks S&P/ASX200 drop 1,9 persen. Sementara itu indeks acuan market regional, MSCI Asia Pasifik menguat 0,24 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 93,963 dari posisi sebelumnya pada level 93,792.
Kurs Yen melemah tipis ke 105,59 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 105,5.
Kurs dolar Australia melemah ke $0,7114 dari posisi kemarin pada level $0,7149.

Minyak
Harga minyak memperpanjang pelemahan saat sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (30/9) di pasar Asia di tengah kekhawatiran bahwa naiknya kasus virus corona di musim dingin akan menyebabkan lockdown lebih lanjut dan mengekang demand terhadap BBM.
Minyak WTI drop 33 sen ke harga USD38,96 per barel. Minyak Brent berkurang 48 sen ke harga USD40,55 per barel. (pkl 03.56 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author