Bursa Sore: Bank Dunia Nilai Indonesia Hadapi Ketidakpastian, IHSG Tinggalkan Zona Hijau

Bursa Sore: Bank Dunia Nilai Indonesia Hadapi Ketidakpastian, IHSG Tinggalkan Zona Hijau

Posted by Written on 29 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menanggalkan penguatan yang terjadi pada sesi pagi. Pada akhir perdagangan hari Selasa (29/9),Indeks terkoreksi -0,56 persen (-28 poin) ke posisi 4.879.

Dalam pemberitaan yang dirilis hari ini, Bank Dunia menilai Indonesia bersama dengan Filipina menghadapi prospek yang tidak pasti. Lembaga tersebut Indonesia sejauh ini belum berhasil mengendalikan pandemi virus corona.

Indeks LQ45 -1,02% ke 742.

Indeks IDX30 -0,99% ke 404.

Indeks IDX80 -0,99% ke 106.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,68% ke 517.

Indeks Kompas100 -0,77% ke 953.

Indeks Sri Kehati -0,80% ke 299.

Indeks SMInfra18 -0,89% ke 230.

Saham Teraktif: JASTBBRIBBCATLKMTOWRPUREENVY

Saham Top Gainers LQ45: ADROITMGUNVRSMRAPTBAICBPERAA

Saham Top Losers LQ45: BBCASMGRACESBTPSBBTNGGRMSRIL

Nilai transaksi Rp6,91 triliun. Volume perdagangan sebanyak 113,12 juta lot saham. Investor asing net sell Rp341,94 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat tipis 0,03 persen ke level Rp14.895 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia variatif saat perdagangan hari Selasa (29/9) menjelang debat putaran pertama pilpres di USA. Para pemodal bersikap hati-hati terhadap prospek ekonomi global karena kematian akibat covid-19 melampaui angka 1 juta di seluruh dunia.

Pasar saham Asia telah dilambungkan oleh sentimen sinyal positif pemulihan ekonomi China meskipun pandemi corona terus mendatangkan malapetaka bagi ekonomi global serta meningkatkan kekhawatiran terhadap valuasi mahal.

Investor tetap bersikap hati-hati menjelang debat putaran pertama pilpres di USA (pkl 01.00 GMT) serta parlemen USA yang terus berupaya mencapai kesepakatan stimulus fiskal tambahan.

"Hilangnya momentum dan naiknya kasus baru infeks corona menunjukkan perlunya dukungan fiskal dan moneter tambahan. Prospek kebijakan itu terus memberikan latar belakang yang mendukung pasar ekuitas meskipun terjadi gejolak belakangan ini," kata Tim Analis ANZ seperti dikutip Reuters.

Bursa saham China ke zona hijau saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite menguat 0,21 persen ke 3.224. Sementara Indeks Shenzhen Component menguat 1,095 persen ke posisi 12.900.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) bergerak melemah, berkurang 0,8 persen saat final perdagangan.
Pasar saham Korsel naik ke zona penguatan. Indeks Kospi menguat 0,86 persen ke 2.327. Sedangkan pasar saham Australia bergerak landai. Indeks S&P/ASX200 berakhir pada level 5.952.
Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,12 persen pada posisi 23.539. Sedangkan Indeks Topix melemah 0,23 persen ke 1.658.
Sementara itu indeks acuan market regional, MSCI Asia Pasifik bergerak stagnan.
Indeks dolar AS menguat ke level 94,278 dari posisi sebelumnya pada level 94,113.
Kurs Yen terkoreksi tipis ke 105,65 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 105,33.
Kurs dolar Australia menguat ke $0,7083 dari posisi kemarin pada level $0,705.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (29/9) pagi waktu setempat, tertekan turun dari reli awal pekan. Para pemodal memantau proses negosiasi Brexit, prospek potensi stimulus fiskal di USA serta debat putaran pertama pilpres USA.
Indeks DAX (Jerman) -0,76% pada posisi 12.772.
Indeks FTSE (Inggris) -0,35% ke posisi 5.906.
Indeks CAC (Perancis) -0,54% di level 4.816.

Minyak
Posisi harga minyak tertekan saat sesi sore pada perdagangan hari Selasa (29/9) di pasar Asia, menanggalkan penguatan di sesi sebelumnya seiring kekhawatiran terhadap demand yang berlarut akibat pandemi corona. 
Faktor tersebut mengalahkan sentimen positif bahwa parlemen USa dan Gedung Putih mendekati kesepakatan tentang paket stimulus fiskal baru untuk membangkitkan kembali ekonomi USA.
Minyak WTI drop 34 sen ke harga USD40,26 per barel. Minyak Brent berkurang 32 sen ke harga USD42,55 per barel. (pkl 06.45 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author