Bursa Sore: Market Regional Lesu Jelang Rilis Data Jobless Claim, IHSG Ikut Tergelincir

Bursa Sore: Market Regional Lesu Jelang Rilis Data Jobless Claim, IHSG Ikut Tergelincir

Posted by Written on 24 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih terbenam di zona merah pada akhir perdagangan hari Kamis (24/9). IHSG tergerus -1,53 persen (-76 poin) ke posisi 4.842.

Indeks LQ45 -1,88% ke 740.

Indeks IDX30 -1,90% ke 404.

Indeks IDX80 -1,93% ke 105.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,89% ke 514.

Indeks Kompas100 -1,84% ke 945.

Indeks Sri Kehati -1,67% ke 297.

Indeks SMInfra18 -1,44% ke 228.

Saham Teraktif: BBRIFIREBBCADEALBBNIPURABMRI

Saham Top Gainers LQ45: JSMRINTPMIKA

Saham Top Losers LQ45: HMSPTOWRPTPPASIIKLBFBBCATBIG

Nilai transaksi Rp5,80 triliun. Volume perdagangan sebanyak 81,72 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp498,36 miliar.

Nilai tukar rupiah melorot 0,51 persen ke level Rp14.890 terhadap USD (03.26 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia tumbang saat perdagangan hari Kamis (24/9). Peringatan oleh pejabat the Fed mendorong kekhawatiran investor terhadap daya tahan pemulihan ekonomi global akibat pandemi virus corona.

Para investor menunggu data mingguan jobless claim di USA yang akan dirilis pada Kamis pekan ini waktu setempat. Jobless claim USA diperkirakan turun sedikit tetapi tetap tinggi menunjukkan ekonomi USA masih jauh dari pulih.

Co Chairman the Fed Richard Clarida mengatakan pada hari Rabu pekan ini, bahwa ekonomi USA masih ada dalam lubang dalam angka pengangguran. Sedangkan demand melemah. Dia menyerukan stimulus fiskal lebih besar. The Fed juga mencatat tiidak akan mulai berpikir menaikkan suku bunga sampai inflasi mencapai 2 persen.

"Apakah rebound perekonomian sudah sedemikian mahal? setelah peringatan dari Clarida. Saya bilang ya," ujar Stephen Innes, Analis pada lembaga AXI.

Pasar saham Australia ke zona merah. Indeks S&P/ASX200 tergelincir turun 0,81 persen ke level 5.875.

Di pasar saham China juga terjadi pelemahan. Indeks Shanghai Composite melorot 1,72 persen ke 3.223. Sementara Indeks Shenzhen Component melorot 2,24 persen ke 12.816. Indeks Hang Seng (Hong Kong) juga bergerak lesu, turun 1,82 persen ke 23.311.

Pasar saham Korsel turun ke zona merah. Indeks Kospi turun 2,59 persen ke posisi 2.272. Pelemahan ini terjadi setelah Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan Korea Utara telah membunuh seorang pejabat (Korsel) yang hilang dari Korsel pada awal pekan ini. Ini menandai pertama kali sejak Juli 2008 seorang sipil Korsel telah ditembak mati Korea Utara, demikian laporan kantor berita resmi Korsel, Yonhap.
Bursa saham Jepang ke level negatif saat akhir sesi. Indeks Nikkei 225 turun 1,11 persen ke 23.087 dan Indeks Topix turun 1,08 persen ke 1.626.
Sementara itu indeks acuan market regional, MSCI Asia Pasifik turun 1,93 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 94,425 dari posisi sebelumnya pada level 93.
Kurs Yen melemah tipis ke 105,34 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 105.
Kurs dolar Australia terkoreksi ke $0,7046 dari posisi kemarin pada level $0,712.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona merah beberapa menit setelah sesi pembukaan pada perdagangan hari Kamis (24/9) pagi waktu setempat. Hal ini karena harapan para investor akan pemulihan ekonomi tertahan menyusul pandemi virus corona yang mengarah ke kasus pandemi gelombang kedua.
Indeks DAX (Jerman) -0,87% pada posisi 12.532.
Indeks FTSE (Inggris) -0,97% ke level 5.842.
Indeks CAC (Perancis) -1,06% di posisi 4.751.

Minyak
Posisi harga minyak melemah saat sesi sore pada perdagangan hari Kamis (24/9), terbebani turun oleh kekhawatiran pemulihan ekonomi USA yang melambat karena wabah virus corona yang berkepanjangan. Sementara kasus covid-19 gelombang baru di Eropa telah memicu penerapan kembali larangan perjalanan di beberapa negara.
Minyak WTI drop 37 sen ke harga USD39,56 per barel. Minyak Brent turun 34 sen ke harga USD41,43 per barel. (pkl 06.50 GMT).

(cnbc/reuters/mk)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author