Bursa Pagi: Wall Street dan Asia Melorot, Peluang Penguatan IHSG Menyempit

Bursa Pagi: Wall Street dan Asia Melorot, Peluang Penguatan IHSG Menyempit

Posted by Written on 24 September 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (24/9), dibuka berguguran, melanjutkan tekanan penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street yang gagal melanjutkan tren positif di bursa saham utama Eropa. Rilis sejumlah indikator ekonomi Eropa dan AS menekan laju indeks.

Indeks MSCI Asia ex-Jepang dibuka melorot 0,55%, di tengah kejatuhan harag saham teknologi Asia. Saham Softbank Group Jepang rontok 3,78%, dan Kakao, Korea Selatan anjlok 2.74%. Harga minyak turun pada pembukaan pasar Asia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 1,62%. Indeks berlanjut melorot 1,09% (-64,60 poin) ke posisi 5.859,30 pada pukul 8:05 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka anjlok 1,48%, dan berlanjut merosot 1,36% (-31,65 poin) ke level 2.301,59.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak rurun 0,71% (-164,89 poin) menjadi 23.181,60, setelah dibuka menyusut 1,06%, dan Topix turun 0,83%.

Melanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,86% (-204,68 poin) ke posisi 23.537,83 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,51% ke posisi 3.262,88.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan tajam indkes acuan di bursa saham Wall Street dan Asia, setelah gagal keluar dari tekanan penurunan pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup turun 0,33% menjadi 4.917. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,35% menjadi USD17,07.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk berbalik arah ke zona hijau, berusaha kembali mendekati level 5.000. Secara teknikal, sejumlah indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks di bursa Wall Street yang dipicu oleh turunnya harga saham sektor teknologi dan berlanjutnya ketidakpastian mengenai stimulus lanjutan diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk indeks. Sementara itu menguatnya beberapa komoditas dan meredanya aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 4,870 dan  resistance  di level 4,965.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: UNTR (Buy). Support: Rp22,750, Resist: Rp23,500, ANTM (Buy). Support: Rp740 Resist: Rp770, 

    TKIM (Buy). Support: Rp6,225 Resist: Rp6,500, TINS (Buy on Weakness). Support: Rp705 Resist: Rp750.

  • ETF: XISR (Buy on Weakness). Support: Rp306, Resist: Rp318, XPID (Buy on Weakness). Support: Rp411, Resist: Rp425, XDIF (Buy on Weakness). Support: Rp369, Resist: Rp382.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam, terseret kejatuhan harga saham teknologi.Investor menghadapi banyak tantangan pada bulan ini, termasuk meningkatnya jumlah kasus virus korona global dan ketidakpastian seputar stimulus fiskal AS. Presiden AS Donald Trump mengatakan AS tidak akan menerapkan penguncian tahap II. Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan di hadapan Kongres, Rabu, bahwa stimulus fiskal lebih lanjut masih diperlukan agar pemulihan ekonomi Amerika dapat berlanjut. Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq masing-masing rontok 7,5%, 5,9%, dan 9,7% sepanjang September.

Saham Apple, Amazon, Netflix memimpin kejatuhan raksasa teknologi, terpenggal lebih dari 4%. Facebook jeblok 2,3%. Alphabet dan Microsofy terpangkas lebih dari 3%. Saham Tesla longsor 10,3%, setelah menuntut pemerintah AS agar membatalkan tarif di China. Saham Facebook, Amazon, Apple, Netflix, Alphabet dan Microsoft semuanya terpuruk setidaknya 11% pada September. Saham Nike melambung 8,8% setelah menyatakan penjualan digital melonjak lebih dari 80% kuartal lalu.

  • Dow Jones Industrial Average terperosok 1,92% (-525,05 poin) menjadi 26.763,13.

  • S&P 500 jeblok 2,37% (-78,65 poin) ke posisi 3.236,92.

  • Nasdaq Composite terjungkal 3,02% (-330,65 poin) ke level 10.632,99.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat didukung sentimen positif rilis data penting dari zona euro dan kemungkinan langkah-langkah stimulus lebih lanjut bagi wilayah tersebut. Aktivitas bisnis zona euro melambat pada September. Data awal Indeks Pembelian Manajer (PMI) komposit zona euro IHS Markit turun menjadi 50,1, dari 51,9 pada Agustus. Aktivitas sektor jasa juga turun, karena penerapan kembali pembatasan parsial di banyak negara Eropa. Spanyol merevisi kontraksi PDB kuartal kedua menjadi 17,8% dibanding kuartal sebelumnya (qtq), di bawah perkiraan awal 18,5%. PMI komposit Inggris untuk September berada di 55,7, di bawah ekspektasi 56,3, dan turun dari 59,1 pada Agustus.

Indeks STOXX 600 naik 0,55% menjadi 359,53, diimpin lonjakan harga saham perjalanaan dan rekreasi sebesar 2,3%, sebagian besar sektor berlabuh di zona hijau. Perusahaan produk teknik Inggris, Diploma melambung hampir 27%. Saham Adidas dan Puma melonjak ebih dari 4% didukung laporan laba yang kuat. Kelompok  engineering  Prancis, Alten, melesat llebih dari 9%. Saham grosir refrigerator dan AC asal Swedia, Beijer Ref, rontok hampir 9% setelah perusahaan AS, Carrier, mengurangi kepemilikan sahamnya di perusahaan itu.

  • DAX 30 Jerman naik 0,39% (48,58 poin) menjadi 12.642,97.

  • FTSE 100 Inggris melompat 1,2% (69,80 poin) ke level 5.899,26.

  • CAC 40 Prancis meningkat 0,62% (29,42 poin) ke posisi 4.802,26.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi menguat, untuk hari keempat beruntun dan diperdagangkan di level tertinggi lebih dari delapan pekan, di tengah kejatuhan bursa saham Wall Street. Investor juga mempertanyakan kecepatan pemulihan ekonomi global di tengah meningkatnya kasus virus korona dan data ekonomi yang lemah di Eropa, serta ketidakpastian kebijakan fiskal AS. Vice Chairman The Fed Richard Clarida, Rabu, mengatakan pembuat kebijakan "bahkan tidak akan mulai berpikir" tentang menaikkan suku bunga sampai inflasi mencapai 2%.

Data menunjukkan pertumbuhan bisnis zona euro terhenti pada September, menimbulkan kekhawatiran bahwa pembatasan baru untuk menekan lonjakan infeksi virus korona akan membahayakan pemulihan ekonomi. 

Survei bisnis menunjukkan, ekonomi Inggris kehilangan momentum karena tekanan di sektor konsumer, terutama karena berakhirnya subsidi pemerintah untuk mendukung restoran. Nilai tukar euro dan poundsterling melorot. Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang utama enam negara maju 0,43% menjadi 94,385 setelah menyentuh 94,435, tertinggi sejak 24 Juli.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1657-0.0003-0.03%7:22 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2716-0.0008-0.06%7:22 PM
Yen (USD-JPY)105.410.02+0.02%7:21 PM
Yuan (USD-CNY)6.80910.0291+0.43%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,815.0030.00+0.20%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 23/9/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Data Badan Informasi Energi AS menunjukkan, Persediaan minyak mentah, bensin dan produk penyulingan AS semuanya menyusut pekan lalu. Stok minyak mentah turun 1,6 juta barel, kurang dari perkiraan; stok bensin turun 4 juta barel, melebihi ekspektasi; sementara stok produk distilasi membukukan penarikan 3,4 juta barel. Tetapi lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara termasuk India, Prancis, dan Spanyol.

Pembatasan aktivitas bisnis di Inggris mendorong kekhawatiran tentang permintaan, bersamaan dengan lebih banyak pasokan mungkin akan datang dari Libya.Aktivitas bisnis AS melemah pada September, menunjukkan hilangnya momentum dalam perekonomian saat kuartal ketiga hampir berakhir dan pandemi tetap ada. 

Sementara itu, ekspor minyak solar China di Agustus melambung dua kali lipat dari level Juli menjadi 1,09 juta ton.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 53 sen (1,3%) menjadi USD42,25 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 13 sen (0,3%) menjadi USD39,93 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup merosot lebih dari 2%, menuju level terendah dalam lebih dari dua bulan, tertekan kenaikan dolar AS. Harga emas tetap melemah, meski saham Wall Street melemah setelah data menunjukkan aktivitas bisnis Amerika melorot pada September. Investor menunggu respons lanjutan bank sentral di tengah ketidakpastian ekonomi, ketika sebagian besar alat kebijakan moneter dan fiskal yang tersedia telah diterapkan.

Vice Chairman Federal Reserve, Richard Clarida mengatakan, pembuat kebijakan "bahkan tidak akan mulai berpikir" tentang menaikkan suku bunga sampai inflasi mencapai 2%. Sementara itu, Presiden The Fed Cleveland, Loretta Mester, mengatakan kebijakan moneter harus tetap akomodatif selama beberapa tahun ke depan dan lebih banyak stimulus fiskal diperlukan guna mendukung perekonomian. Harga logam berharga lainnya; Logam lainnya, perak anjlok 6,2% menjadi USD22,91 per ounce, platinum merosot 3,1% menjadi USD839,88, dan paladium naik 0,5% menjadi USD2.232,07 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot anjlok 1,9% menjadi USD1.862,56 per ounce.

  • Harga emas berjangka terpangkas 2,1% menjadi USD1.868,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author