Bursa Sore: Pelemahan Pasar Saham Meluas, IHSG Ikuti Koreksi Pasar Regional

Bursa Sore: Pelemahan Pasar Saham Meluas, IHSG Ikuti Koreksi Pasar Regional

Posted by Written on 22 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menetap di zona merah hingga akhir perdagangan hari Selasa (22/9). IHSG melemah -1,31 persen (-66 poin) ke posisi 4.934.

Indeks LQ45 -1,51% ke 756.

Indeks IDX30 -1,58% ke 413.

Indeks IDX80 -1,22% ke 108.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,97% ke 523.

Indeks Kompas100 -1,59% ke 966.

Indeks Sri Kehati -1,91% ke 303.

Indeks SMInfra18 -1,60% ke 233.

Saham Teraktif: BBCABBRIBRISBBNIBESTPURATLKM

Saham Top Gainers LQ45: INKPTBIGADROMIKATKIMPGASICBP

Saham Top Losers LQ45: TOWRPTPPUNVRINTPCTRATLKMBBNI

Nilai transaksi Rp6,87 triliun. Volume perdagangan sebanyak 95,93 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp632,50 miliar.

Nilai tukar rupiah melorot 0,58 persen ke level Rp14.785 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Pelemahan market saham Asia meluas saat akhir perdagangan hari Selasa (22/9) seiring kemungkinan perpanjangan penundaan stimulus fiskal di USA. Juga kekhawatiran terhadap lockdown di Eropa untuk mencegah virus corona sehingga memangkas sentimen positif di pasar saham global baru-baru ini.

Analis pada lembaga EL%C Baillieu yang berbasis di Sydney, James Rosenberg menilai pasar secara global telah bekerja keras karena beban likuiditas yang sangat besar. Jadi tidak mengejutkan melihat valuasi yang melorot.

"Ditambah ketidakpastian proses pemilu presiden di USA dan gelombang kasus virus corona di Eropa, ini menggelisahkan para investor," ujarnya seperti dikutip Reuters.

"Pasar tidak mendapat katalis positif dalam jangka pendek untuk rebound," ujar Steven Leung, Analis pada UOB Kay Hian seperti dikutip Reuters.

Pasar saham Korsel turun terburuk se-regional. Indeks Kospi turun 2,38 persen ke level 2.332 saat akhir perdagangan.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 1 persen pada final perdagangan. Saham HSBC tumbang 2,73 persen. Sementara saham Standard Chartered terkoreksi 3,58 persen. Tekanan tajam terhadap saham bank di bursa Hong Kong sudah terlihat sejak Senin kemarin seiring laporan yang muncul bahwa bank-bank tersebut diduga memindahkan sejumlah besar dana yang mencurigakan.

Pasar saham China bergerak ke zona merah pada akhir perdagangan. Indeks Shanghai Composite turun 1,29 persen ke 3.274. Sementara Indeks Shenzhen Component drop 0,959 persen ke level 13.023.
Gerak negatif terjadi di pasar saham Australia. Indeks S&P/ASX200 tergelincir turun 0,66 persen ke 5.784. Sementara itu indeks acuan market regional, MSCI Asia Pasifik turun 1,07 persen.
Di bursa Hong Kong saham-saham penerbangan di regional tertekan. Saham China Eastern Airlines drop 4,52 persen. China Southern Airlines tumbang 5,49 persen. Cathay Pacific turun 1,93 persen.
Sedangkan di pasar saham Korsel, saham Korean Airlines turun 2,39 persen. Di market Australia, saham Qantas tumbang 1,82 persen. Singapore Airlines (bursa Singapura) melemah 1,75 persen.
Pelemahan tersebut seiring kekhawatiran prospek sektor travel yang muncul kembali. Analis memperingatkan bahwa negara-negara Eropa kemungkinan memberlakukan lockdown dalam beberapa hari ke depan seiring kenaikan pesat kasus baru harian infeksi virus corona. Inggris memberlakukan lockdown mulai Kamis karena negara itu menghadapi gelombang kedua virus corona.
Indeks dolar AS melemah ke level 93,67 dari posisi sebelumnya pada level 93,761.
Kurs Yen turun tipis ke 104,58 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 104,4.
Kurs dolar Australia melemah ke $0,7191 dari posisi kemarin pada level $0,73.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona hijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (22/9) pagi waktu setempat. Bursa Eropa bangkit setelah lesu di awal pekan akibat akibat kekhawatiran terhadap virus corona dan dugaan penyalahgunaan bank.
Indeks DAX (Jerman) +0,71% ke level 12.631.
Indeks FTSE (Inggris) +0,44% di posisi 5.829.
Indeks CAC (Perancis) +0,47% pada level 4.814.

Minyak
Posisi harga minyak berubah arah melemah saat sesi sore pada perdagangan hari Selasa (22/9) setelah turun tajam tadi malam seiring badai tropis di Teluk Mexico kehilangan kekuatan. Juga akibat kekhawatiran terhadap demand BBM yang berkepanjangan serta gejolak kasus infeksi virus corona di seluruh dunia.
Minyak WTI drop 4 sen ke harga USD39,27 per barel. Minyak Brent turun 3 sen ke harga USD41,41 per barel. (pkl 06.37 GMT).

(cnbc/reuters/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author