Bursa Siang: Sulit Gaet Katalis Positif, IHSG Serta Market Regional Tumbang

Bursa Siang: Sulit Gaet Katalis Positif, IHSG Serta Market Regional Tumbang

Posted by Written on 22 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) kembali parkir di zona merah pada akhir perdagangan sesi 1 hari Selasa (22/9). IHSG melorot -0,87 persen (-44 poin) ke posisi 4.955.

Indeks LQ45 -1,07% ke 759.

Indeks IDX30 -1,07% ke 415.

Indeks IDX80 -1,05% ke 108.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,56% ke 526.

Indeks Kompas100 -1,06% ke 971.

Indeks Sri Kehati -1,30% ke 305.

Indeks SMInfra18 -1,10% ke 234.

Saham Teraktif: BBRIBBCABRISBESTBBNIPURADEAL

Saham Top Gainers LQ45: ICBPINKPPGASTKIMTBIGASII

Saham Top Losers LQ45: BBNIINTPITMGBTPSUNVRACESTLKM

Nilai transaksi Rp3,75 triliun. Volume perdagangan sebanyak 63,38 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp276,77 miliar.

Nilai tukar rupiah melorot 0,44 persen ke level Rp14.764 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia melanjutkan pelemahan saat perdagangan sesi siang hari Selasa (22/9) seiring kemungkinan perpanjangan penundaan kebijakan stimulus fiskal di USA. Lockdown di Eropa sehubungan naiknya kasus baru infeksi virus corona memukul sentimen investor.

"Pasar tidak mendapat katalis positif dalam jangka pendek untuk rebound," ujar Steven Leung, Analis pada UOB Kay Hian seperti dikutip Reuters.

Pasar saham Korsel turun terburuk se-regional. Indeks Kospi turun 2,05 persen.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,59 persen. Saham HSBC tumbang 3 persen. Sementara saham Standard Chartered terkoreksi 2 persen. Tekanan tajam terhadap saham bank di bursa Hong Kong sudah terlihat sejak Senin kemarin seiring laporan yang muncul bahwa bank-bank tersebut diduga memindahkan sejumlah besar dana yang mencurigakan.

Pasar saham China bergerak variatif. Indeks Shanghai Composite turun 0,4 persen. Sementara Indeks Shenzhen Component menguat tipis.
Gerak negatif terjadi di pasar saham Australia. Indeks S&P/ASX200 tergelincir turun 0,84 persen. Sementara itu indeks acuan market regional, MSCI Asia Pasifik turun 0,61 persen.
Di bursa Hong Kong saham-saham penerbangan di regional tertekan. Saham China Eastern Airlines drop 4,24 persen. China Southern Airlines tumbang 3,74 persen. Cathay Pacific turun 1,58 persen.
Sedangkan di pasar saham Korsel, saham Korean Airlines turun 2,39 persen. Di market Australia, saham Qantas tumbang 2,73 persen. Singapore Airlines (bursa Singapura) melemah 1,75 persen.
Pelemahan tersebut seiring kekhawatiran prospek sektor travel yang muncul kembali. Analis memperingatkan bahwa negara-negara Eropa kemungkinan memberlakukan lockdown dalam beberapa hari ke depan seiring kenaikan pesat kasus baru harian infeksi virus corona. Inggris memberlakukan lockdown mulai Kamis karena negara itu menghadapi gelombang kedua virus corona.
Indeks dolar AS menguat tipis ke level 93,572 dari posisi sebelumnya pada level 93,523.
Kurs Yen turun tipis ke 104,53 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 104,4.
Kurs dolar Australia melemah ke $0,7214 dari posisi kemarin pada level $0,73.
Tadi malam pasar saham global tumbang. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,84 persen. Indeks S&P 500 turun 1,16 persen. Indeks Nasdaq melorot 0,13 persen.
Bursa saham Wall Street tumbang dalam 3 pekan beruntun secara mingguan karena investor tertekan oleh saham-saham terkait teknologi.

Minyak
Posisi harga minyak menguat saat sesi pagi pada perdagangan hari Selasa (22/9), menanggalkan pelemahan tajam di sesi sebelumnya. Hal ini terjadi karena badai tropis di Teluk Mexico kehilangan kekuatan tetapi kekhawatiran terhadap demand BBM yang berkepanjangan dengan gejolak kasus infeksi virus corona di seluruh dunia.
Minyak WTi naik 26 sen ke harga USD39,57 per barel (pkl 02.24 GMT). Minyak Brent naik 13 sen ke harga USD41,57 per barel.

(cnbc/reuters/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author