Bursa Pagi:Global-Regional Merosot, Tekan Upaya IHSG Kembali ke Atas Level 5.000

Bursa Pagi:Global-Regional Merosot, Tekan Upaya IHSG Kembali ke Atas Level 5.000

Posted by Written on 22 September 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (22/9), dibuka suram melanjutkan tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah skandal kasus perbankan, lonjakan kasus Covid-19, dan ketidakjelasan stimulus fiskal AS.

Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,11%. Bursa saham Jepang hari ini masih libur nasional.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,43%. Indeks berlanjut merosot 0,53% (31,10 poin) ke posisi 5.791,50 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan merosot 0,91% ke level 2.367,69, setelah dibuka melemah 0,26%.

Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,46% (-111.02 poin) menjadi 23.839,67 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,79% ke level 3.290,67.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tekanan kejatuhan indeks acuan saham global dan regional, setelah gagal masuk ke jalur hijau dan terbenam di zona merah, dengan membukukan penurunan 1,18% ke level 4.999. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange merosot 1,94% menjadi USD17,71.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan menghadapi tekanan penurunan, di tengah upaya untuk kembali ke atas level 5.000. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pelemahan lanjutan mendekati area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan meningkatnya kekhawatiran investor akan penyebaran covid19, ketidakpastian akan stimulus fiskal, dan terungkapnya skandal pencucian uang yang melibatkan bank-bank besar di Amerika, serta turunnya mayoritas harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 4,940 dan  resistance  di level 5,060. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: AALI (Buy). Support: Rp10,300, Resist: Rp10,950, UNVR (Buy on Weakness). Support: Rp7,925 Resist: Rp8,100, ICBP (Buy on Weakness). Support: Rp10,000 Resist: Rp10,300, SIDO (Buy on Weakness). Support: Rp756 Resist: Rp790.

  • ETF: XISC ( SELL ). Support: Rp478, Resist: Rp500, XIPI ( SELL ). Support: Rp133, Resist: Rp137, 

    XIIF ( SELL ). Support: Rp418, Resist: Rp435.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tajam karena kekhawatiran tentang potensi memburuknya pandemi virus korona, serta ketidakpastian tentang stimulus fiskal AS. Penurunan ini menambah kesuraman September di Wall Street. S&P 500 turun lebih dari 6% dan Dow kehilangan 4,5%, sedangkan Nasdaq Composite jatuh 8,5% sepanjang September ini. Di Washington, negosiasi RUU stimulus virus korona bisa menjadi lebih rumit setelah meninggalnya Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg. Ketegangan antara AS dan China terus meningkat. Kementerian Perdagangan China merilis ketentuan tentang "daftar entitas yang tidak dapat diandalkan."

Kekhawatiran atas gelombang kasus virus korona mengemuka ketika Inggris dilaporkan mempertimbangkan penguncian nasional kembali. Tingkat infeksi negara itu bisa mencapai 50.000 per hari. Saham yang akan terpukul paling parah akibat potensi penguncian Inggris antara lain; Carnival Corp anjlok 6,7%. Southwest Airlines dan Delta Air Lines terjerembab 5,8% dan 9,2%. Saham perbankan berguguran setelah laporan menemukan dugaan tindakan ilegal pemindahan dana di sejumlah bank global. Saham Deutsche Bank rontok 8,5%, JPMorgan Chase jeblok 3,3%. Saham teknologi rebound. Saham Apple dan Netflix naik lebih dari 3%, Microsoft melaju 1,1%, dan Amazon naik tipis.

  • Dow Jones Industrial Average terperosok 1,84% (-509,72 poin) ke level 27.147,70.

  • S&P 500 anjlok 1,16% (-38,41 poin) ke posisi 3.281,06.

  • Nasdaq Composite Index melemah 0,13% (-14,48 poin) menjadi 10.778,80.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah karena kasus transaksi bank dan melonjaknya infeksi virus korona yang membebani sentimen pasar di seluruh dunia. Saham Standard Chartered dan HSBC yang terdaftar di Hong Kong jatuh menyusul laporan yang mengutip dokumen rahasia yang diserahkan oleh perbankan kepada Pemerintah AS bahwa tentang pemindahan sejumlah besar dana yang mencurigakan. Harga saham Standard Chartered di London terpenggal 5,2% dan HSBC rontok 4,9%. Laporan media juga mengidentifikasi beberapa bank lain yang diduga memindahkan dana mencurigakan selama hampir dua dekade.

Indeks STOXX 600 anjlok 3,24% menjadi 356,82, dipimpin kejatuhan harga saham perbankan sebesar 5,7% dan saham perjalanan yang rontok 5,2%. Saham United Internet Jerman longsor lebih dari 24%, pada sesi petang setelah menurunkan prospeknya. Network International terjerembab 11%. Rolls-Royce terjungkal 10,8%. Induk British Airways, IAG, terpuruk 12,1%. Perusahaan  meal kit delivery  Jerman, HelloFresh, melonjak 6,7% di tengah spekulasi tindakan penguncian lebih lanjut di Eropa

  • DAX 30 Jerman terpuruk 4,37% (-573,81 poin) ke level 12.542,44.

  • FTSE 100 Inggris terperosok 3,38% (-202,76 poin) ke posisi 5.804,29.

  • CAC 40 Prancis terpangkas 3,74% (-186,14 poin) menjadi 4.792,04.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melonjak ke level tertinggi hampir enam pekan, investor memburu dolar di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya kasus Covid-19 dan ketidakpastian seputar pemilu AS, November. Euro, poundsterling dan dolar Australia jatuh terhadap  greenbackdan pasar ekuitas berguguran karena kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 di Inggris dan negara lain di Eropa.  Investor juga mengkhawatirkan kemampuan Kongres AS untuk mencapai kesepakatan stimulus fiskal, ketidakpastian diperburuk oleh kematian hakim Mahkamah Agung Ruth Bader Ginsburg, sebagai ikon liberal.

Dolar juga berhasil bangkit kembali dari level terendah enam bulan terhadap yen. Pasar menunggu penjelasan sejumlah pejabat The Fed pekan ini. Chairman The Fed Jerome Powell akan memberikan kesaksian di depan Komite Kongres, pada Selasa, Rabu dan Kamis. Anggota Komite The Fed; Lael Brainard, Charles Evans, Raphael Bostic, James Bullard, Mary Daly dan John Williams juga dijadwalkan akan tampil di depan publik. 

Indeks Dolar (Indeks DXY) yang mengukur  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju mencapai titik tertinggi sejak pertengahan Agustus dan menguat 0,65% jadi 93,559.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1765-0.0006-0.05%7:50 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28170.000.00%7:50 PM
Yen (USD-JPY)104.690.04+0.04%7:50 PM
Yuan (USD-CNY)6.80520.0360+0.53%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,700.00-35.00-0.24%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 21/9/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menukik, anjlok sekitar 5%, mencatat penurunan harian terbesar dalam dua pekan. Peningkatan kasus virus korona di sejumlah negara Eropa menimbulkan keraguan atas pemulihan ekonomi, memicu ketakutan tentang permintaan global. Potensi kembalinya produksi Libya ke pasar global juga mendorong kekhawatiran kelebihan pasokan. Namun Goldman Sachs memproyeksikan harga Brent akan mencapai USD49 per barel pada akhir tahun, dan USD65 pada kuartal ketiga 2021, terlepas dari perkembangan di Libya.

Barclays menaikkan prospek Brent 2020 menjadi USD43 per barel dan USD53 tahun depan. Sentimen  bullish didukung oleh harapan untuk meningkatnya kepatuhan dengan kesepakatan pengurangan produksi di antara anggota OPEC +. Ancaman produksi muncul dari Badai Tropis Beta yang diprediksi bergerak ke darat di Texas, Senin malam. Stok minyak mentah dan bensin AS kemungkinan turun minggu lalu, sementara persediaan produk penyulingan, termasuk minyak solar, terlihat meningkat.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,71 (-3,96%) menjadi USD41,44 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,80 (-4,38%) menjadi USD39,31 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup merosot setelah sempat turun hingga lebih dari 3%, terpukul aksi jual yang didorong ketidakpastian seputar stimulus fiskal AS menekan kompleks logam mulia, di tengah lonjakan dolar AS. Analis mengatakan peluang Kongres AS menyepakati paket stimulus baru mendekati nol. Harga emas turun hampir 10% dari level tertinggi sepanjang masa pada awal Agustus karena menyusutnya harapan stimulus lebih lanjut.

Investor menunggu pidato dari anggota Komite Federal Reserve, termasuk Chairman Jerome Powell, yang akan tampil di hadapan Komite Kongres pekan ini. Harga logam berharga lainnya juga anjlok; perak rontok 8,3% menjadi USD24,53 per ounce, platinum jatuh 5,2% menjadi USD879,48 per ounce, paladium menyusut 3,9% menjadi USD2.265,10 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot melorot 2,1% menjadi USD1.909,05 per ounce.

  • Harga emas berjangka merosot 2,6% menjadi USD1.910,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author