Bursa Sore: Kecemasan Pada Ekonomi Global Benamkan IHSG Serta Market Regional

Bursa Sore: Kecemasan Pada Ekonomi Global Benamkan IHSG Serta Market Regional

Posted by Written on 21 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terdampar di zona merah hingga akhir perdagangan hari Senin (21/9). IHSG melorot -1,18 persen (-60 poin) ke posisi 4.999.

Indeks LQ45 -1,58% ke 767.

Indeks IDX30 -1,67% ke 420.

Indeks IDX80 -1,66% ke 109.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,87% ke 529.

Indeks Kompas100 -1,50% ke 981.

Indeks Sri Kehati -1,25% ke 309.

Indeks SMInfra18 -2,17% ke 237.

Saham Teraktif: BBCA, DEAL, BBNIBESTBBRITLKM, ASRI 

Saham Top Gainers LQ45: BSDETBIGMIKA

Saham Top Losers LQ45: ICBPUNVRBBCAJPFAITMGINKPUNTR

Nilai transaksi Rp6,79 triliun. Volume perdagangan sebanyak 121,54 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp311,13 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat 0,36 persen ke level Rp14.682 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Sebagian besar market saham Asia melemah pada perdagangan hari Senin (21/9). Aktivitas perdagangan berlangsung di tengah kekhawatiran ekonomi global mungkin akan tersendat untuk sementara waktu. Hal ini terjadi karena lonjakan kasus baru infeksi virus corona di Eropa. Sementara pudarnya harapan adanya stimulus fiskal USA juga membebani.

"Kami memiliki prospek stimulus fiskal yang semakin berkurang, valuasi mahal dan fokus pada pilpres di USA yang buruk serta lockdown akibat covid. Hal ini menunjukkan risiko jangka pendek terhadap pasar saham," kata Analis Pepperstone Chris t Weston seperti dikutip Reuters.

Pasar saham China ke zona pelemahan saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite drop 0,63 persen ke level 3.316. Indeks Shenzhen Component melemah 0,72 persen ke posisi 13.149. Pemerintah China menetapkan suku bunga Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 dan 5 tahun masing-masing 3,85 persen dan 4,65 persen.

Sementara Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong melemah 2,06 persen ke level 23.950 pada final perdagangan.
Indeks Kospi juga melorot 0,95 persen ke level 2.389.Sedangkan di bursa Australia, Indeks S&P/ASx200 turun sebesar 0,71 persen ke posisi 5.822.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik Index (tidak termasuk bursa saham Jepang) terkoreksi 1 persen. Pasar saham Jepang tutup libur nasional.
Indeks dolar AS menguat ke level 93,14 dibanding periode sebelumnya di posisi 92.749.
Kurs Yen menguat ke 104,02 terhadap USD dari posisi sebelumnya di 105,6 yen.
Nilai tukar dolar Australia drop ke $0,7279 dari sebelumnya di level $0,7324.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (21/9) pagi waktu setempat. Tekanan di bursa saham Eropa seiring dugaan penyalahgunaan perbankan serta lonjakan kasus baru infeksi corona membebani sentimen di seluruh pasar global.
Indeks DAX (Jerman) -1,31% pada level 12.941.
Indeks FTSE (Inggris) -1,78% ke posisi 5.899.
Indeks CAC (Perancis) -1,18% di level 4.919.

Minyak
Harga minyak berubah arah melemah saat sesi sore pada perdagangan hari Senin (21/9) di pasar komoditas Asia di tengah potensi kembalinya produksi minyak Libya. Juga karena kenaikan kasus baru infeksi virus corona menambah kecemasan terhadap demand global walaupun badai tropis mengarah ke Teluk Mexico berpotensi membatasi pelemahan harga.
Minyak mentah WTI drop 38 sen ke level USD40,73 per barel. Harga minyak Brent melorot 33 sen ke level USD42,82 per barel (06.45 GMT)

(cnbc/reuters/mk)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author