Bursa Pagi: Global Menguat - Asia Mixed, IHSG Berusaha Berbalik Arah

Bursa Pagi: Global Menguat - Asia Mixed, IHSG Berusaha Berbalik Arah

Posted by Written on 16 September 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (16/9), dibuka  mixed , berusaha melanjutkan tren positif penutupan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street jelang rillis rapat kebijakan Federal Reserve hari ini. Indeks MSCI Asia ex- Jepang sedikit menguat 0,06%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,37%, diwarnai kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melaju 0,74% (43,50 poin) ke level 5.938,30 pada pukul 8:30 WIB.

Indeks Kospi,Korea Selatan dibuka cenderung mendatar di kisaran level 2.445, dan berlanjut melemah 0,16% ke posisi 2.439,58.

Pada jam yang indeks Nikkei 225 Jepang sedikit menyusut 0,04% (-10,54 poin) di posisi 23.444,35, setelah dibuka melemah 0,11% dan Topix menyusut 0,15% setelah rilis data ekspor periode Agustus yang melorot 14,8% (yoy), meski lebih baik dari ekspektasi penurunan 16,1%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,37% (91,20 poin) ke level 24.823,96 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun tipis 0,05% di posisi 3.294,96.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderung menguat, setelah terperosok ke zona merah dalam penutupan sesi perdagangan kemarin, turun 1,18% ke level 5.100. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,32% menjadi USD18,45.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi berbalik arah untuk melanjutkan tren bullish . Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi untuk melanjutkan pola kenaikan mulai menjenuh pada area negatif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, timah dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu neraca perdagangan bulan Agustus yang kembali surplus berpeluang menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 5,050 dan  resistance  di level 5,265. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : UNTR (Buy). Support: Rp23,275, Resist: Rp24,625, ERAA (Buy). Support: Rp1,610 Resist: Rp1,675, ITMG (Buy). Support: Rp8,350 Resist: Rp8,550, LSIP (Buy). Support: Rp965 Resist: Rp1.000.

  • ETF: XBNI (Buy on Weakness). Support: Rp876, Resist: Rp912, XIIC (Buy on Weakness). Support: Rp906, Resist: Rp938, XISR (Buy on Weakness). Support: Rp323, Resist: Rp335.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan kenaikan tajam didukung data ekonomi yang solid, menjelang rilis hasil rapat kebijakan The Fed. Indeks Manufaktur Empire State periode September berada di posisi 17, rebound dari 3,7 pada Agustus, lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 7. Pasar mendapat dorongan setelah China melaporkan peningkatan penjualan ritel pertamanya untuk tahun ini, sebesar 0,5% pada Agustus. Rilis data penjualan ritel AS akan dirilis Rabu ini, jajak pendalat analis megekspektasikan kenaikan 1,1%, lebih rendah dari kenaikan1,2% di Juli.

Saham raksasa teknologi berlompatan setelah aksi jual tajam pekan lalu. Microsoft meningkat 1,6%. Amazon dan Alphabet melonjak 1,7%. Netflix dan Facebook melesat 4,1% dan 2,4%. Saham Tesla melambung 7,2%. 

Sektor real estate dan utilitas S&P 500 juga melaju 1,4% dan 0,7%. Material, industri dan perawatan kesehatan ikut bergerak lebih tinggi. Namun, saham perbankan berguguran membebani indeks Dow Jones. Citigroup turun 0,9%, Bank of America meorosot 1,8%. JPMorgan Chase anjlok lebih dari 3%. Goldman Sachs melorot 1,7%.

  • S&P 500 naik 0,52% (17,66 poin) menjadi 3.401,20.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,21% (133,67 poin) ke level 11.190,32.

  • Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,01% (2,27 poin) di posisi 27.995,60.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat, investor mengalihkan fokus mereka ke rapat kebijakan bank Federal Reserve AS, Bank of Japan dan Bank of England pekan ini. The Fed diperkirakan tidak akan membuat perubahan apa pun pada kebijakan moneternya. Pasar merespon positif kenaikan data penjualan ritel China sebesar 0,5% di Agustus (yoy), meskipun masih anjlok 8,6% sepanjang delapan bulan perama tahun ini (ytd). Produksi industri China tumbuh 5,6% pada Agustus (yoy), sementara investasi  fixed asset  turun 0,3% sejak awal tahun ini. Survei ZEW Jerman menunjukkan sentimen ekonomi pada September secara signifikan melampaui ekspektasi.

Indeks STOXX 600 naik 0,66% menjadi 370,96, dipimpin lonjakan indeks saham sektor ritel 2,37%. Sektor perbankan menjadi satu-satunya yang berakhir di zona merah, anjlok 0,93%. Perusahaan asuransi Inggris, Hiscox, melambung 17% setelah memperkirakan bahwa dampak dari keputusan pengadilan atas klaim UKM akan terbatas. H&M melesat hampir 11% setelah mengalahkan ekspektasi laba kuartal ketiga. Supermarket  online  Ocado melejit 10,74% setelah melaporkan lonjakan penjualan. Fiat Chrysler melonjak 9% setelah revisi rencana merger dengan PSA, pabrikan Peugeot. Saham Grenke longsor 18,84% setelah  short-seller  Viceroy Research yang menerbitkan serangkaian tuduhan pelanggaran dan penipuan terhadap bank bisnis Jerman itu.

DAX 30 Jerman menguat 0,18% (24,01 poin) menjadi 13.217,67.

FTSE 100 Inggris melonjak 1,32% (79,29 poin) ke level 6.105,54.

CAC 40 Prancis naik 0,32% (16,05 poin) ke posisi 5.067,93.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah terhadap yen namun menguat terhadap euro, di tengah ekspektasi The Fed akan mempertahankan penilaian suramnya ekonomi AS, dan mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga tiga tahun ke depan. Analis mengatakan, jika The Fed menaikkan suku bunga, ekuitas dan komoditas akan dolanda aksi jual, dan dolar bakal reli. Namun The Fed diperkirakan akan mewaspadai ketidakpastian yang dipicu pemilihan presiden AS dan tidak ingin menyebabkan kekacauan yang tidak perlu.

Dolar sempat melorot di awal sesi, namun kembali menguat seiring pelemahan euro yang sebelumnya bergerak naik setelah survei sentimen ekonomi ZEW menunjukkan sentimen investor di Jerman meningkat pada September, meski ada hambatan dari Brexit dan meningkatnya infeksi virus korona. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, cenderung mendatar di posisi 93,062.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.18470.00000.00%7:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2882-0.0007-0.05%7:34 PM
Yen (USD-JPY)105.38-0.06-0.06%7:35 PM
Yuan (USD-CNY)14,845.00-35.00-0.24%3:59 AM
Rupiah (USD-IDR)14,845.00-35.00-0.24%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/9/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik dan ditutup melonjak 2%. Pasokan minyak AS terganggu akibat Badai Sally. Lebih dari seperempat produksi minyak dan gas lepas pantai AS dihentikan dan pelabuhan ekspor utama ditutup karena lintasan badai bergeser ke timur menyisakan beberapa kilang di Gulf Coast. Prospek permintaan minyak yang tetap lemah, membatasi kenaikan harga. Badan Energi Internasional (IEA) memangkas prospek penambahan permintaan minyak 2020 sebesar 200.000 bph menjadi 91,7 juta bph. Stok minyak komersial negara maju mencapai 3,225 miliar barel pada Juli, tertinggi sepanjang masa.

Laporan bulanan OPEC juga menurunkan ekspektasi permintaan minyak tahun ini sebesar 9,46 juta bph, melebihi ekspektasi penurunan 9,06 juta bph pada laporan bulan lalu. Namun, pertemuan komite bersama menteri OPEC Plus, Kamis, diperkirakan tidak akan membuat rekomendasi untuk pengurangan produksi yang lebih dalam. Sementara itu, produksi minyak mentah China pada Agustus naik dari tahun lalu, mencapai level rekor tertinggi kedua, karena pengilangan berupaya mencerna rekor impor awal tahun ini. Investor menunggu data industri yang akan dirilis Selasa, yang diprediksi menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat pekan lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 92 sen (2,3%) menjadi USD40,53 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,02 (2,74%) menjadi USD38,28 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup cenderung menguat, namun melemah di pasar spot. Pergerakan dolar AS yang sedikit menguat meski harapan untuk sikap kebijakan moneter yang  dovish  dari The Fed membatasi pergerakan harga emas. Investor menunggu pernyataan kesimpulan hasil rapat kebijakan dua hari The Fed, yang berakhir Rabu ini.

Sementara itu, sekelompok anggota Demokrat dan Republik dari Kongres AS memperkenalkan undang-undang bantuan virus korona bipartisan senilai USD1,5 triliun, yang mereka harapkan bisa memecahkan kebuntuan. 

Harga logam berharga lainnya; perak naik 0,2% menjadi USD27,20 per ounce, paladium melesat 3,8% menjadi USD2.400,25, platinum melonjak 1,7% menjadi USD970,47.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD1.955,21 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD1.966,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author