Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Berpeluang Naik Terbatas

Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Berpeluang Naik Terbatas

Posted by Written on 14 September 2020


Ipotnews - Mengawali pekan ketiga September, Senin (14/9), bursa saham Asia dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street pada akhir pekan lalu. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,22%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,64%. Namun saham Macquire Group terperosok 3% karena mengumumkan antisipasi penurunan laba semester I hingga 35%. Indeks menguat 0,54% (31,90 poin) menjadi 5.891,30 pada pukul 8:00 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melompat 0,8% dan berlanjut melaju 0,94% ke level 2.419,26.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meningkat 0,57% (134,35 poin) ke posisi 23.540,84, setelah dibuka naik 0,56% dan Topix meningkat 0,69%. Saham Softbank Group melesat 8,75% setelah mengumumkan penjualan Arm Holding, Inggris ke Nvidia, AS.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks saham Asia, setelah berhasil mengembalikan sebagian penurunan sehari sebelumnya, dengan melonjak 2,56% ke level 5.016 pada akhir pekan lalu. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange akhir pekan lalu ditutup melonjak 2,47% menjadi USD17,81.

Beberapa analis berpendapat, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan namun masih dibayangj sejumlah sentimen negatif fluktuasi rupiah dan harga komoditas. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, meninggalkan area jenuh jual, dalam rentang yang cukup terbatas


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengkhiri pekan lalu dengan cenderung menguat, namun tren penguatan indeks saham teknologi pada awal sesi meredup, menenggelamkan indeks Nasdaq ke zona merah. 

Secara mingguan ketiga indeks utama Wall Street melorot, memasuki pekan kedua berturut-turut. Dow Jones merosot 1,66%, S&P 500 anjlok 2,51%, dan Nasdaq Composite rontok 4,06%. Saham Home Depot Inc dan Caterpillar Inc melejit 1,33% dan 2,65% mendorong kenaikan Dow Jones. Sektor sumber daya dasar menjadi satu-satunya sektor dalam indeks S&P yang berakhir lebih tinggi pada pekan lalu.

Sektor teknologi membukukan penurunan kelima dalam enam hari, dengan persentase penurunan mingguan terbesar sejak Maret. Saham Apple anjlok 1,31%, Amazon terperosok 1,9%, Facebook, Alphabet and Microsoft juga turun. Harga saham Oracle Corp merosot 0,75%, setelah mencatat rekor harga tertinggi, bersamaan dengan redupnya sektor teknologi. Rilis data inflasi AS periode Agustus lalu menujukkan adanya kenaikan menjadi 0.4%lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 0.3%.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,48% (131,06 pin) ke posisi 27.665,64.

  • S&P 500 menguat tipis 0,05% (1,78 poin) di posisi 3.340,97.

  • Nasdaq Composite melorot 0,6% (-66,05 poin) ke level 10.853,54.
Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu dengan cenderung menguat, investor merespon positif sinyal meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi, melawan sentimen negatif ancaman tekanan ekonomi akibat prospek ketiadaan kesepakatan Brexit. Pejabat tinggi Uni Eropa bersiap untuk memberikan arahan terhadap 27 anggota UE membahas rencana PM Inggris Boris Johnson untuk mengabaikan perjanjian pemisahan diri dan menulis ulang isi perjanjian. Saham sektor defensif, di antaranya saham perawatan kesehatan, telekomunikasi, serta real estat naik tipis. Sedangkan saham sektor minyak dan gas turun terbesar seiring kejatuhan harga minyak mentah.

Indeks STOXX 600 naik 0,13% menjadi 367,96, melonjak 1,8% secara mingguan. Indeks acuan Eropa ini sudah dalam pola bertahan sejak Juni seiring hilangnya momentum pertumbuhan ekonomi karena faktor menguatnya euro serta naiknya biaya ekspor di Eropa. Saham ATCA AS Altice Eropa melambung 24,4% setelah setuju untuk dibeli oleh pendirinya, Patrick Drahi. Pembuat makanan beku Swiss Aryzta ARYN melesat 12,5% setelah menyatakan sedang dalam proses akuisisi dengan perusahaan ekuitas swasta Elliott Advisors. Perusahaan manufaktur Knorr-Bremse Jerman rontok 7% setelah pemilik saham maypritas Heinz Hermann Thiele menjual 10 juta sahamnya.

  • DAX 30 Jerman turun tipis 0,05% (-6,05 poin) di posisi 13.202,84.

  • FTSE 100 Inggris naik 0,48% (28,77 poin) ke level 6.032,09.

  • CAC 40 Prancis menguat 0,20% (10,21 poin) menjadi 5.034,14.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu dengan menguat secara mingguan. Poundsterling bergerak ke posisi mingguan terburuk sejak Maret, anjlok 3,5% sepenjang pekan, di tengah perseteruan dengan Uni Eropa, terkait rencana Brexit yang terancam berantakan. 

Uni Eropa mengatakan, Inggris menyodorkan memo rencana dan akan terus maju dengan rancangan undang-undang yang dapat membatalkan perjanjian Brexit.

Greenback  secara mingguan menguat terhadap mata uang Asia, namun melemah pada akhir pekan lalu. Sepanjang pekan lalu, Rupiah turun sekitar 0,7% ke level terendah empat bulan di 14.920 per dolar, rencana Pemprov Jakarta memberlakukan PSBB skala ketat membuat investor takut. Indeks dolar (DXY index), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju stabil di posisi 93,333.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.18460.0031+0.26%
Poundsterling (GBP-USD)1.2796-0.0009-0.07%
Yen (USD-JPY)106.160.03+0.03%
Yuan (USD-CNY)6.8344-0.00020.00%
Rupiah (USD-IDR)14,890.0035.00+0.24%

Sumber : Bloomberg.com, 11/9/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu dengan membukukan kenaikan. Namun secara mingguan harga minyak mentah tetap berada di jalur pelemahan mingguan kedua secara berturut-turut, karena banjir pasokan global yang berkepanjangan jika permintaan terus melemah di tengah kasus baru virus corona di banyak negara. Peningkatan stok kemungkinan akan menjadi subjek pada pertemuan OPEC Plus pada 17 September mendatang. Menyusul Arab Saudi, Kuwait juga menurunkan harga jual resminya ke Asia untuk Oktober, untuk mengimbangi permintaan yang lebih lambat.

Infeksi tumbuh lebih cepat di India, kementerian kesehatan melaporkan rekor lompatan harian 96.551 kasus baru pada hari Jumat, sehingga total kasus menjadi 4,5 juta. Di AS, stok minyak mentah pekan lalu naik 2 juta barel, jauh dari perkiraan penurunan 1,3 juta barel, setelah kilang-kilang mulai beroperasi kembali pasca penutupan lokasi produksi karena badai di Teluk Meksiko. Sinyal  bearish  lebih lanjut, pedagang mulai memesan kapal tanker untuk menyimpan minyak mentah dan solar, di tengah pemulihan ekonomi yang terhenti karena pandemi COVID-19.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 16 sen (0,4%) menjadi USD40,22 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 3 sen (0,08%) menjadi USD37,33 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pekan lalu ditutup melemah, seiring minimnya stimulus dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan pemerintah USA. Presiden Christine Lagarde menahan diri untuk memberi isyarat bahwa ECB akan memperluas stimulus. Senat AS memblokir RUU stimulus untuk mengatasi dampak virus corona yang diajukan Partai Republik.

Namun harga emas tetap menguat secara mingguan sebesar 0,4%, di tengah ketakutan atas pemulihan ekonomi. Investor sekarang menunggu rapat kebijakan Federal Reserve AS pada 15-16 September. Harga logam lainnya; perak turun 0,8% menjadi USD26,70 per ounce, paladium naik 0,8% menjadi USD2,311.56, dan platinum mendatar di USD926,23.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi USD1.941,07 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS turun 0,8% menjadi $ 1.947,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author