Bursa Sore: Rebound IHSG Bertahan Meski Aksi Jual Asing Masih Gencar

Bursa Sore: Rebound IHSG Bertahan Meski Aksi Jual Asing Masih Gencar

Posted by Written on 11 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melanjutkan penguatan hingga akhir perdagangan hari Jumat (11/9). IHSG mendaki naik 2,56 persen (+125 poin) ke posisi 5.016 setelah turun 4,88 persen pada perdagangan kemarin.

Indeks LQ45 +2,94% ke 778.

Indeks IDX30 +3,04% ke 426.

Indeks IDX80 +2,99% ke 110.

Jakarta Islamic Indes (JII) +3,39% ke 533.

Indeks Kompas100 +2,80% ke 999.

Indeks Sri Kehati +2,81% ke 316.

Indeks SMInfra18 +3,40% ke 239.

Saham Teraktif: BBRIBBCABRISBBNITLKMBMRIPGAS

Saham Top Gainers LQ45: EXCLUNTRKLBFACESITMGPGASTOWR

Saham Top Losers LQ45: PTPPBTPSCTRAPWONINTP

Nilai transaksi Rp14,00 triliun. Volume perdagangan sebanyak 142,37 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp2,26 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah 0,24 persen ke level Rp14.890 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Sebagian besar market saham Asia menguat pada perdagangan hari Jumat (11/9) setelah variatif di sesi siang. Para investor di bursa regional mencermati pergerakan saham teknologi menyusul penurunan saham serupa di Wall Street di tengah naiknya keraguan tentang stimulus AS dan kekhawatiran tentang valuasi saham teknologi.

Perkembangan geopolitik juga kemungkinan menjadi pertimbangan sentimen investor di tengah naiknya tensi antara Inggris dan Uni Eropa. "Ini semakin terlihat sepertinya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan mendorong ke arah Hard Brexit," kata Kathy Lien, Analis pada BK Asset Management seperti dikutip CNBC.

Senat USA pada Kamis pekan ini membatalkan RUU usulan Partai Republik yang akan menyediakan stimulus fiskal senilai USD300 miliar untuk mengatasi krisis pandemi corona. Partai Demokrat menuntut jumlah stimulus lebih besar, mencegah RUU tersebut lolos.

"Kebutuhan untuk lebih banyak dukungan fiskal tampak jelas, namun peluang stimulus fiskal turun dengan segera telah berkurang signifikan," kata Rodrigo Catril, Analis di National Australia Bank yang berbasis di Sydney seperti dikutip Reuters.

Pasar saham China menguat saat akhir sesi setelah bergerak variatif. Indeks Shanghai Composite naik 0,79 persen ke level 3.260. Indeks Shenzhen Component menguat 1,57 persen ke posisi 12.942. Market saham Hong Kong juga ke zona hijau setelah Hang Seng naik 0,95 persen saat final perdagangan.

Sedangkan Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang naik 0,74 persen di posisi 23.406. Indeks Topix menguat 0,72 persen ke 1.636. Indeks Kospi (Korsel) bergerak stagnan dan berakhir pada level 2.396.
Gerak Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia melemah 0,83 persen ke 5.859. Saham pertambangan papan atas Rio Tinto melemah 0,59 persen setelah kepala eksekutifnya mengundurkan diri atas kesepakatan bersama. Saham pertambangan lainnya seperti Fortescue Metal Group juga melemah 3,07 persen dan BHP turun 1,16 persen.
Indeks MSCI Asia Pasifik (barometer pasar regional Asia) naik 0,39 persen.
Saham-saham teknologi di bursa saham regional bergerak variatif setelah emiten sejenis di Wall Street melemah tadi malam di tengah tren pelemahan belakangan ini.
Raksasa teknologi asal Jepang, Softbank Group naik 1,03 persen. Saham Sharp tumbang 1,57 persen. Samsung Electronics turun 0,34 persen. SK Hynix naik 2,35 persen. Emiten tekno yang listing di bursa Hong Kong, Tencent naik 2,27 persen. Saham SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation) naik 6,03 persen.
Indeks USD melemah tipis ke posisi 93,245 dari posisi sebelumnya di level 93,352.
Nilai tukar yen melemah di 106,15 terhadap USD dari level sebelumnya di 105,9.
Kurs dolar Australia menguat ke $0,789 dibanding posisi awal $0,7249.

Bursa Eropa
Opening pasar saham Eropa melemah tipis saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (11/9) pagi waktu setempat. Para pemodal di bursa saham Eropa memantau ketegangan negosiasi antara UK dan Uni Eropa terkait Brexit.
Indeks DAX (Jerman) -0,12% pada posisi 13.192.
Indeks FTSE (Inggris) +0,09% ke level 6.008.
Indeks CAC (Perancis) -0,08% di posisi 5.019.

Minyak
Harga minyak turun saat sesi pagi pada perdagangan hari Jumat (11/9) di pasar komoditas Asia. Kenaikan stok minyak di USA menjadi sentimen penekan harga minyak serta pelemahan demand akibat pandemi corona yang masih berlangsung.
Minyak mentah WTI drop 14 sen ke level USD37,16 per barel. Harga minyak Brent drop 18 sen ke level USD39,88 per barel (03.37 GMT).

(cnbc/idx/reuters)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author