Bursa Sore: IHSG Menyerah Ikut Jejak Pelemahan Pasar Saham Regional

Bursa Sore: IHSG Menyerah Ikut Jejak Pelemahan Pasar Saham Regional

Posted by Written on 09 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terbenam ke zona merah pada perdagangan hari Rabu (9/9). IHSG melorot -1,81 persen (-95 poin) ke posisi 5.149.

Indeks LQ45 -2,63% ke 804.

Indeks IDX30 -2,66% ke 440.

Indeks IDX80 -2,67% ke 114.

Jakarta Islamic Indes (JII) -2,36% ke 542.

Indeks Kompas100 -2,32% ke 1.032.

Indeks Sri Kehati 2,44% ke 327.

Indeks SMInfra18 -2,36% ke 246.

Saham Teraktif: BBRITOWRTLKMBBNIBRISPGASDEAL

Saham Top Losers LQ45: HMSPICBPAKRATBIGSMRASMGRBBCA

Nilai transaksi Rp7,34 triliun. Volume perdagangan sebanyak 111,85 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp622,44 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah 0,23 persen ke level Rp14.799 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia tertekan pada perdagangan hari Rabu (9/9) setelah jatuhnya saham-saham teknologi di Wall Street dalam 3 hari beruntun serta sentimen produsen obat menunda uji vaksin virus corona. Harga minyak jatuh ke level terendah sejak Juni.

Pasar saham dan aset berisiko lainnya tertekan setelah AstraZeneca mengatakan uji coba tahap akhir kandidat vaksin corona ditunda karena alasan keamanan. STAT News memberitakan uji coba vaksin buatan AstraZaneca terhadap relawan di Inggris menimbulkan reaksi merugikan serius seorang pasien.

"Kinerja Wall Street akan meninggalkan residu yang berat dan yang paling penting adalah bagaimana saham-saham teknologi ternama turun secara cukup agresif. Investor akan mencermati hal itu," kata Tom Piotrowski, Analis pada CommSec yang berbasis di Australia seperti dikutip Reuters.

Tom juga mencermati penurunan harga minyak secara tajam pada akhir sesi kemarin. Hal tersebut dipandang sebagai proksi dari ekspektasi pertumbuhan global.

Market saham China tumbang saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite turun 1,86 persen ke 3.254. Indeks Shenzhen Component melemah 3,247 persen ke level 12.861. Begitu pula Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong melemah 0,81 persen saat akhir perdagangan.

Data inflasi di tingkat produsen turun 2,0 persen di periode Agustus (YoY), demikian seperti dipaparkan China's National Bureau of Statistic. Inflasi di tingkat produsen ini sejalan dengan estimasi para analis. Sementara inflasi di level konsumen sebesar 2,4 persen (YoY), juga sejalan dengan estimasi para analis.
Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah 1,04 persen di 23.032. Indeks Topix turun 0,96 persen ke 1.605.
Tekanan juga terjadi di pasar saham Korsel setelah Indeks Kospi tumbang 1,09 persen ke level 2.375.
Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia melorot 2,15 persen ke level 5.878. Saham-saham bank papan atas di antaranya Commonwealth Bank of Australia dan Westpac melemah ikut menekan bursa Australia.
Barometer indeks Asia-Pasifik, Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) turun 1,07 persen.
Saham-saham teknologi Asia-Pasifik bertumbangan mengekor pelemahan saham sejenis di Wall Street. 
Saham raksasa teknologi dari Jepang Softbank Group tumbang 2,87 persen. 
Di bursa Hong Kong, saham Alibaba turun 2,67 persen. Xiaomi anjlok 1,79 persen. Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company ( TSCM ) di bursa Taiwan turun 0,93 persen. Adapun saham serupa di bursa Korsel seperti SK Hynix tumbang 2,64 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 93,509 dari sebelumnya di posisi 93,0.
Nilai tukar yen melemah ke level 105,93 terhadap USD dibanding sesi lalu di level 105,76.
Kurs dolar Australia melemah ke level $0,7225 dari sesi sebelumnya di posisi $0,726.

Bursa Eropa
Market saham Eropa variatif saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (9/9) pagi waktu setempat. Pelaku pasar di bursa Eropa bereaksi terhadap kejatuhan bursa Wall Street yang dipicu oleh saham-saham teknologi. Pasar saham global tertekan faktor tersebut.
Indeks DAX (Jerman) +0,37% pada level 13.016.
Indeks FTSE (Inggris) +0,03% di posisi 5.928.
Indeks CAC (Perancis +0,21% ke level 4.983.

Minyak
Harga minyak turun lagi saat sesi sore pada perdagangan hari Rabu (9/9) di pasar komoditas Asia setelah pada sesi sebelumnya turun signifikan. Harga minyak melemah seiring bertambahnya kasus covid19 bangkit di banyak negara sehingga merusak harapan pemulihan demand global yang stabil.
Minyak mentah WTI drop 24 sen ke level USD36,52 per barel. Harga minyak Brent drop 19 sen ke level USD39,59 per barel (06.56 GMT).

(cnbc/idx/reuters)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author