Bursa Pagi: Global-Regional Berguguran, Persempit Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Berguguran, Persempit Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 09 September 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (9/9), dibuka turun, melanjutkan tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham Wall Street yang menyeret bursa saham utama Eropa, akibat rontoknya harga saham sektor teknologi. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,45%. Pasar menunggu rilis data indeks harga konsumen China pagi ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,81%. Indeks berlanjut menukik 2,21% (-132,50 poin) ke level 5.875,30 pada pukul 8:10 WIB. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka merosot 0,97% dan memburuk 1,07% menjadi 2.376,09.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak merosot 1,42% (-330,21 poin) ke posisi 22.943,92, setelah dibuka anjlok 1,28%, dan Topix tergelincir 1,21%. Saham Softbank Group rontok lebih dari 5% karena diberitakan membeli miliaran dolar opssi saham "raksasa Nasdaq" bulan lalu.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan dii bursa saham global dan regional, setelah berhasil membukukan penguatan 0,27% menjadi 5.244 pada sesi perdagangan kemarin. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,08% menjadi USD19,17.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan laju kenaikan mengonfirmasi pola  bullish trend line . Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan mulai menjenuh di dekat area  oversold , namun  tertahan di area netral.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street dini hari tadi ditutup dengan mencatatkan penurunan tajam terseret kejatuhan harga saham sektor teknologi yang menggerus indeks Nasdaq Composite hingga 10% dalam tiga hari terakhir. Bersamaan dengan itu, imbal hasil US Treasury turun, harga minyak anjlok, indikator kekhawatiran meningkat.Sektor teknologi S&P 500 tergerus 4,6%, lebih dari 11% di bawah rekor tertinggi pada 2 September lalu. Saham Apple dan Microsoft rontok 6,7%, memimpin kejatuhan sektor teknologi. Zoom Video terjungkal 5,1%, Facebook dan Amazon anjlok lebih dari 4%. Alphabet terperosok 3,6% dan Netflix turun 1,8%. Saham semi konduktor menukik tajam di bawah tekanan ketegangan perdagangan AS-China.

Beijing menuduh AS melakukan "perundungan" ketika meluncurkan inisiatif keamanan data global, karena Washington terus menekan perusahaan teknologi terbesar China dan melobi negara lain untuk memblokir mereka, serta berwacana untuk menolak berbisnis dengan China. Saham Nvidia dan Micron terpelanting 5,6% dan 3,2%. Applied Materials longsor 8,7%. Advanced Micro Devices merosot 4%. ETF VanEck Vectors Semiconductor jatuh 4,4%. Saham pabrikan truk listrik Nikola meroket 40,8% setelah mengumumkan kemitraan dengan General Motors. GM melonjak 7,9%. Boeing terperosok 5,8% setelah mengungkapkan lebih banyak masalah dengan 787 Dreamliner.

  • Nasdaq Composite terpenggal 4,11% (-465,44 poin) ke level 10.847,69.

  • S&P 500 terjungkal 2,8% (-95,12 poin) ke posisi 3.331,84.

  • Dow Jones Industrial Average terpangkas 2,3% (-632,42 poin) menjadi 27.500,89.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup di zona merah, sentimen investor terbebani oleh kejatuhan saham-saham sektor teknologi AS. Rilis revisi data PDB zona euro untuk kuartal kedua menunjukkan kontraksi 14,7% (yoy) dari 11% di kuartal sebelumnya, di bawah estimasi awal. Ketegangan antara Washington dan Beijing tetap menjadi perhatian setelah Presiden Donald Trump, Senin, kembali mengangkat gagasan "pemisahan" ekonomi dari China. Inggris berencana meningkatkan persiapannya untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan jika tidak ada perdagangan perdagangan bebas yang dapat dicapai pekan ini.

Indeks STOXX 600 anjlok 1,15% menjadi 363,75, dipimpin kejatuhan harga saham sektor teknologi sebesar 2%. 

Royal Mail melonjak lebih dari 25% karena menaikkan target pendapatannya. Travis Perkins anjlok 6% setelah melaporkan penurunan tajam laba pada kuartal kedua. Perusahaan utilitas Prancis, EDF, anjlok sekitar 8% setelah melaporkan penurunan output 17,6% pada Agustus. Kekhawatiran virus korona juga kembali menjadi agenda setelah Inggris melaporkan hampir 3.000 kasus harian, Minggu dan Senin.

  • DAX 30 Jerman merosot 1,01% (-131,95 poin) ke posisi 12.968,33.

  • FTSE 100 Inggris melemah 0,12% menjadi 5.930,30.

  • CAC 40 Prancis tergelincir 1,59% (-80,20 poin) ke level 4.973,52.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York melesat ke level tertinggi empat pekan, di tengah penurunan tajam poundsterling karena kekhawatiran terbaru Brexit. Inggris memasuki putaran baru perundingan perdagangan Brexit, Selasa, dengan potensi tidak mencapai kesepakatan. Minat terhadap aset berisiko ( risk appetite ) menyusut seiring kejatuhan Wall Street. Euro melorot jelang rapat kebijakan Bank Sentral Eropa pekan ini yang diperkirakan tidak akan ada perubahan.

Namun, analis mengatakan penguatan dolar AS kemungkinan tidak akan berkelanjutan. Ekonomi global diperkirakan akan terus pulih dari guncangan virus korona, sehingga akan membantu saham dan mata uang berisiko untuk mendapatkan daya tarik lebih lanjut. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,78% menjadi 93,445.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1763-0.0015-0.13%7:24 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2964-0.0018-0.14%7:23 PM
Yen (USD-JPY)106.030.000.00%7:24 PM
Yuan (USD-CNY)6.84580.0153+0.22%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,765.0025.00+0.17%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 8/9/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. Harga Brent turun lebih dari 10% sejak akhir Agustus, terbenam di bawah level USD40 untuk kali pertama sejak Juni, dan WTI merosot hampir 8% setelah Arab Saudi memangkas harga jual Oktober dan kasus Covid-19 melonjak di beberapa negara.

Infeksi virus korona meningkat di India, Inggris Raya, Spanyol dan beberapa bagian AS dengan tingkat infeksi tidak terkendali selama beberapa bulan. Awal pekan ini, BUMN minyak Arab Saudi, Aramco, memangkas harga jual resmi periode Oktober untuk minyak Arab Light, sebuah tanda melemahnya permintaan.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD3,01 (-7,6%) menjadi USD36,76 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD2,23 (-5,3%) menjadi USD39,78 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup  rebound  dari level terendah hampir dua pekan. Aksi jual di pasar saham mendorong investor untuk mencari emas sebagai  safe haven.  Laju harga emas tertahan oleh apresiasi dolar AS lebih dari 0,7%. Investor menunggu rapat kebijakan ECB, Kamis, sementara pertemuan Federal Reserve berikutnya dijadwalkan pekan depan.

Emas melambung lebih dari 27% sejauh tahun ini, setelah bank sentral global membanjiri pasar dengan stimulus untuk mengimbangi kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi virus korona. Harga logam mulai lainnya; perak turun 0,8% menjadi USD26,78 per ounce, platinum naik 0,5% menjadi USD903,33 per ounce, sedangkan palladium melemah 0,6% menjadi USD2.280,97 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.936,87 per ounce.

  • Harga emas berjangka meningkat 0,5% menjadi USD1.943,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author