Bursa Siang: IHSG Dan Market Regional Tertekan Bearish Indeks MSCI Global

Bursa Siang: IHSG Dan Market Regional Tertekan Bearish Indeks MSCI Global

Posted by Written on 07 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih tergelincir ke zona merah pada perdagangan sesi 1 hari Senin (7/9). IHSG melemah -0,13 persen (-7 poin) ke posisi 5.232.

Indeks LQ45 -0,17% ke 824.

Indeks IDX30 -0,14% ke 451.

Indeks IDX80 -0,07% ke 117.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,47% ke 556.

Indeks Kompas100 -0,11% ke 1.056.

Indeks Sri Kehati -0,47% ke 334.

Indeks SMInfra18 +0,19% ke 254.

Saham Teraktif: AISATOWRBBRIBBKPBBCABRPTBRIS

Saham Top Gainers LQ45: ADROINDFMNCNWIKASMGRINTPTOWR

Saham Top Losers LQ45: GGRMMDKAUNVRKLBFTBIGJPFABBNI

Nilai transaksi Rp3,42 triliun. Volume perdagangan sebanyak 60,00 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp442,05 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat 0,08 persen ke level Rp14.737 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia mencoba untuk bertahan saat sesi siang pada perdagangan hari Senin (7/9). Investor bergulat dengan valuasi yang sudah mahal disertai ekonomi global dibayangi resesi akibat pandemi corona.

Analis memperkirakan koreksi pasar ekuitas akan berlanjut. "Indeks risiko sudah mulai berbalik dari euforia tertinggi," kata Tim Analis Jefferies seperti dikutip Reuters. Jefferies menyatakan sedang mengalihkan bobot indeks MSCI global menjadi secara taktis bearish dalam jangka pendek.

Bursa saham China bergerak lesu setelah sempat menguat di sesi awal. Indeks Shanghai Composite melemah 0,16 persen. Sementara Indeks Shenzhen Component drop 0,74 persen. Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong sebagian menguat.

Harga saham perusahaan manufaktur chip terbesar di China, Semiconductor Manufacturing International Corporation ( SMIC ) melemah 20 persen. Pelemahan tajam terjadi setelah jubir Kementerian Pertahanan USA menyatakan Presiden Trump mempertimbangkan untuk menerapkan larangan ekspor pada SMIC . Saham SMIC listing di bursa Hong Kong.
Ekspor China periode Agustus menguat 9,5 persen (YoY). Sedangkan impor China turun 2,1 persen selama periode yang sama. Data ekspor tersebut jauh d atas perkiraan analis sebesar 7,1 persen.
Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,75 persen. Sedangkan di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 terkikis sebesar 0,35% saat sesi siang masih berlangsung. Sedangkan indeks Topix melemah 0,22 persen.
Pasar saham Australia sebagian bergerak minus. Adapun indeks MSCI Asia (benchmark pasar saham Asia) bergerak stagnan.
Indeks dolar AS melaju ke level 92,872 dari sehari sebelumnya pada posisi 92,0.
Kurs yen ke posisi 106,26 terhadap USD atau melemah dibanding kemarin di level 105,6.
Dolar Australia melemah ke level $0,7283 dari posisi sebelumnya di $0,732.

Minyak
Harga minyak melorot saat sesi pagi pada perdagangan hari Senin (7/9) di pasar komoditas Asia. Tekanan harga minyak terjadi setelah Arab Saudi memangkas harga bulanan terendah untuk pasokan ke Asia dalam 5 bulan seiring demand terhadap minyak redup akibat pandemi corona.
Minyak mentah WTI drop 91 sen ke level USD38,86 per barel. Harga minyak Brent turun 91 sen ke level USD41,75 per barel pada pukul 00.00 GMT.

(cnbc/idx/reuters)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author