Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, Sentimen Negatif Adang Potensi Rebound IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, Sentimen Negatif Adang Potensi Rebound IHSG

Posted by Written on 07 September 2020


Ipotnews - Memasuki pekan kedua September, Senin (6/9), bursa saham Asia dibuka cenderung melemah di tengah meningkatnya ketegangan AS-China. Washington mempertimbangkan untuk mengenakan pembatasan impor produk Semiconductor Manufacturing International Corp. ( SMIC ), China. Pasar menunggu rilis data perdagangan Agustus, China.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,7%, diwarnai penurunan tajam harga minyak berjangka pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melemah 0,13% (-7,60 poin) menjadi 5.917,90 pada pukul 8:10 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat tipis 0,01% (3,40 poin) di posisi 23.208,83, setelah dibuka turun 0,25%, dan Topix melemah 0,17% . Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka mendatar dan berlanjut meningkat 0,72% ke level 2.385,40.
Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka turun 0,30% (-74,43 poin) ke posisi 24.621,02 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,16% menjadi 3.349,92.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG )dihadapkan pada tren penurunan indeks saham acuan di bursa saham global dan regional, setelah mencatatkan penurunan 0,78% pada akhir sesi perdagangan pekan lalu, ke level 5.239. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,36% menjadi USD19,38.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi mengalami tehnikal rebound  namun masih dibayangi potensi penurunan. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan, namun dibayangi sentimen pergerakan bursa global dan regional maupun fluktuasi nilai tukar rupiah.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global serta turunnya beberapa komoditas seperti minyak mentah dan CPO diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk indeks.Sementara itu investor juga akan mencermati data cadangan devisa bulan Agustus yang diprediksi akan turun tipis menjadi USD134.8 miliar dari sebelumnya USD135.1 miliar.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 5,185 dan  resistance  di level 5,295. 
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: CPIN (Buy on Weakness). Support: Rp5,950, Resist: Rp6,225, ANTM (Buy on Weakness). Support: Rp805 Resist: Rp840, INCO (Buy). Support: Rp3,820 Resist: Rp3,980, BRIS (Buy). Support: Rp950 Resist: Rp1.020.

  • ETF: XIIC (Buy on Weakness). Support: Rp943, Resist: Rp973, XDIF (Buy on Weakness). Support: Rp404, Resist: Rp415, XMTS (Buy on Weakness). Support: Rp426, Resist: Rp436.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup ditutup melemah, tertekan oleh aksi jual saham teknologi papan atas dipicu kekhawatiran akan valuasinya yang tinggi. Nasdaq merosot 9,9% dari rekor tertinggi yang dicapai pada Rabu lalu. Sedangkan Indeks S&P 500 merosot di bawah rekor sebelum krisis, pada Februari lalu. Rilis laporan ketenagakerjaan AS periode Agustus menunjukkan tingkat pengangguran membaik menjadi 8,4% dari 10,2% di Juli, lebih baik dari perkiraan. Namun analis mengatakan, berita ketenagakerjaan tidak banyak membantu kemajuan negosiasi paket stimulus fiskal yang terhenti di parlemen AS. Secara mingguan S&P 500 merosot 2,31%, Dow Jones turun 1,82%, dan Nasdaq tergerus 3,27%.
Sektor tekniologi S&P 500 melorot lebih dari 1%, terperosok lebih dari 4% dalam sepekanFacebook, Amazon, dan Alphabet anjlok lebih dari 2%, Nestflix terpelesat 1,8% dan Microsoft merosot 1,4%. Kendai demikian Apple berhasil menguat tipis 0,1%, dan Tesla melesat 2,8%. Sebaliknya saham perbankan papan atas menguat tajam. JPMorgan Chase dan Citigroup melonjak 2,2% dan 2%. Bank of Americamelesat 3,4%. Well Farago melaju 1,1%. Boeing juga naik lebih dari 1%, Carnival melambung 5,4% dan United Airlines melompat 2.2%.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,56% (-159,42 poin) menjadi 28.133,31.

  • S&P 500 melorot 0,81% (-28,1 poin) ke poisisi 3.426,96.

  • Nasdaq Composite anjlok 1,27% (-144,97 poin) ke level 11.313,31.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu di zona merah, seiring aksi jual saham teknologi mengekor Wall Street. Sektor teknologi Eropa turun 2,7% ke posisi terendah satu bulan, terperosok 4,1% secara mingguan. Sementara negosiasi merger bank papan atas di Spanyol, Bankia dan Caixabank mengangkat indeks sektor perbankan. Saham Caixabank melambung 14%, dan Bankiater melesat 6%. Banco de Sabadell melompat lebih dari 12%, dan Commerzbank melejit 9%. Saham sektor sumber daya dasar sedikit menguat mengikuti kenaikan harga logam dasar yang diperkirakan dalam tren naik seiring ekspektasi permintaan dari China.
Indeks STOXX 600 turun 1,13% menjadi 361,93. namun menyusut 1,9% dibanding akhir pekan sebelumnya. Saham real estate terperosok 3,5%, dipimpin oleh Vonovia Jerman. Pengembang perangkat lunak Jerman Nemetschek, rontok 9,4%. Saham perusahaan bioteknologi Jerman, Curevac CVAC .O melesat 3,4% setelah memenangkan hampir USD300 juta dana pemerintah untuk mempercepat pengerjaan prototipe vaksin COVID-19 dan membangun kapasitas untuk memproduksinya dalam skala besar.
  • DAX 30 Jerman anjlok 1,65% (215,11 poin) ke level 12.842,66.

  • FTSE 100 Inggris melorot 0,88% (-51,78 poin) menjadi 5.799,08.

  • CAC 40 Prancis merosot 0,89% (-44,45 poin) ke posisi 4.965,07.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu dengan sedikit melemah, namun mengarah ke penguatan mingguan 0,6% tertinggi sejak pertengahan Mei, seiring meningkatnya aksi menghindari risiko di bursa saham global. Dolar sedikit tertekan oleh sinyal memudarnya pemulihan di pasar tenaga kerja dengan menyusutnya dukungan dari pemerintah.
Greenback  rebound  dari terendah sejak April 2018 di level 91,74 pada Selasa lalu karena tertekan oleh revisi kerangka kerja kebijakan The Fed yang memungkinkan suku bunga rendah dalam jangka panjang. Analis mengatakan momentum pelemahan dolar AS telah terhenti dan komentar ECB baru-baru ini tentang euro telah membantu  greenback.  Dolar AS memangkas keperkasaan euro yang sempat ke level tertinggi 2 tahun terakhir di atas level USD1,20. Indeks dolar Asnaik 0,5% menjadi 92,7774.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1838-0.0014-0.12%
Poundsterling (GBP-USD)1.3279-0.0002-0.02%
Yen (USD-JPY)106.240.05+0.05%
Yuan (USD-CNY)6.8425-0.0063-0.09%
Rupiah (USD-IDR)14,750.00-27.50-0.19%

Sumber: Bloomberg.com, 4/9/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pekan lalu ditutup menurun tajam lebih dari 3%. Harga minyak mengarah ke pelemahan mingguan terburuk sejak Juni seiring kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi yang lambat menambah tekanan pada permintaan. Data  nonfarm payrolls  AS periode Agustus naik 1,37 juta, dan angka pengangguran sebesar 8,4% lebih tinggi dari ekpektasi 9,8%. Namun angka pengangguran yang masih sebanyak 11,5 juta, 4,9% persen lebih tinggi dibanding Februari sebelum pandemi.
Laporan pemerintah AS menyatakan permintaan bensin di pasar domestik kembai lesu lagi, sementara persediaan telah melampaui level tertinggi dalam 9 tahun terakhir. Menteri Energi Rusia, Alexander Novak mengatakan, permintaan minyak di pasar global bisa turun 9-10 juta barel per hari tahun ini karena adanya krisis pandemi.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok USD1,41 (-3,2%) ke level USD42,66 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI rontok USD1,60 (-3,8%) menjadi USD39,77 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange ditutup mendatar, terpengaruh oleh rilis data lapangan kerja AS yang lebih baik dari ekspektasi. Data menunjukkan  nonfarm payrolls  naik 1,371 juta lapangan kerja di periode Agustus. Angka pengangguran turun jadi 8,4% dari sebelumnya 10,2% di Juli. Secara mingguan harga emas batangan melorot 2%.
  • Harga emas di pasar spot mendatar di posisi USD1.930 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun USD3,50 ke level USD1.934 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT

 #IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author