Bursa Sore: Pasar Regional Gugup Jelang Rilis Data Payrolls, IHSG Ikut Tertahan

Bursa Sore: Pasar Regional Gugup Jelang Rilis Data Payrolls, IHSG Ikut Tertahan

Posted by Written on 04 September 2020


Ipotnews - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sedikit tertahan pada finis perdagangan hari Jumat (4/9). IHSG melemah -0,78 persen (-41 poin) ke posisi 5.239.

Indeks LQ45 -1,09% ke 825.

Indeks IDX30 -1,15% ke 451.

Indeks IDX80 -0,99% ke 117.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,67% ke 554.

Indeks Kompas100 -0,85% ke 1.057.

Indeks Sri Kehati -0,96% ke 336.

Indeks SMInfra18 -1,28% ke 254.

Saham Teraktif: AISATLKMBBRIBBNIKAEFTOWR,BRIS

Saham Top Gainers LQ45: UNVRGGRMICBPERAAJSMRMIKASCMA

Saham Top Losers LQ45: KLBFAKRAWIKAPWONANTMBBTNCPIN

Nilai transaksi Rp7,43 triliun. Volume perdagangan sebanyak 115,56 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp991,23 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat 0,19 persen ke level Rp14.750 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia melemah ke arah sesi terburuk dalam 2 pekan terakhir pada perdagangan hari Jumat (4/9) menyusul tumbangnya saham-saham teknologi menjadi pemicu koreksi tajam Wall Street.

Di bursa Wall Street tadi malam, saham Apple turun 8 persen. Tesla turun 9 persen dan Microsoft turun 6 persen.

"Ini bukan panic selling," kata Jun Bei Liu, Analis pada Tribeca Investment Partners seperti dikutip Reuters. 

Menurut dia pelemahan tersebut adalah pullback yang sehat mengingat saham-saham teknologi telah menguat signifikan.

Kalangan analis menilai, fokus pasar sekarang menuju data angka payrolls di USA yang menurut jadwal dirilis pukul 12.30 GMT (pukul 19.00 WIB). Data tersebut berpotensi jadi pemicu aksi jual jika ekspektasi perlambatan data payrolls lebih rendah dari perkiraan.

Bursa saham China bergerak lesu di akhir sesi. Indeks Shanghai Composite melemah 0,87 persen ke level 3.355. Sementara Indeks Shenzhen Component drop 0,84 persen ke 13.656. Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong juga melemah sebesar 1,24 persen saat final perdagangan.

Indeks Kospi Korea Selatan tergerus 1,15 persen ke 2.368. Sedangkan di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 terkikis sebesar 1,11% di posisi 23.205 saat akhir sesi. Sedangkan indeks Topix melemah 0,9 persen ke 1.616.
Di pasar saham Singapura, Indeks Straits Times melemah 1 persen.
Pasar saham Australia bergerak minus, turun paling buruk di regional. Indeks S&P/ASX 200 melemah 3,06 persen ke 5.925. Adapun Indeks MSCI Asia (benchmark pasar saham Asia) melorot 1,29 persen.
Saham-saham teknologi tumbang di bursa Asia mengekor pelemahan saham serupa di Wall Street. Saham pemasok Apple di Asia seperti Sharp dan Murata Manufacturing di bursa Jepang turun masing-masing 0,65 persen dan 1,56 persen. Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company melemah 1,61 persen.
Emiten teknologi dari China yang listing di bursa Hong Kong, Alibaba turun 3,59 persen. Tencent melemah 2,62 persen. Meituan Dianping drop 0,84 persen.
Indeks dolar AS melaju ke level 92,849 dari sehari sebelumnya pada posisi 92.
Kurs yen ke posisi 106,11 terhadap USD atau menguat dibanding kemarin di level 106,5.
Dolar Australia melaju ke level $0,7276 dari posisi sebelumnya di $0,7249.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melorot ke zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (4/9) pagi waktu setempat. Pelemahan ini terjadi setelah sesi perdagangan Wall Street hari Kamis tiba-tiba finis melemah seiring koreksi tajam saham-saham teknologi sehingga membuat takut market global.
Indeks DAX (Jerman) -0,83% pada posisi 12.949.
Indeks FTSE (Inggris) -0,71% ke level 5.809.
Indeks CAC (Perancis) -0,77% di posisi 4.971.

Minyak
Harga minyak melorot saat sesi sore pada perdagangan hari Jumat (4/9) di pasar komoditas Asia karena demand yang lemah dan pasokan BBM yang cukup mengimbangi dukungan dari melemahnya dolar AS. Dua benchmark harga minyak global mengarah ke pelemahan mingguan terburuk jika dihitung sejak Juni tahun ini.

Minyak mentah WTI drop 35 sen ke level USD41,02 per barel, membentuk pelemahan mingguan pertama dalam 5 pekan terakhir. Harga minyak Brent turun 33 sen ke level USD43,74 per barel (pukul 06.30 GMT). Dalam sepekan ini, Brent melemah 2,9 persen.


(cnbc/idx/reuters)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author