Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Posted by Written on 03 September 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (3/9), dibuka menguat, melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,21%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,88% jelang rilis data perdagangan periode Juli, pagi ini. Indeks berlanjut naik 0,69% (41,60 poin) menjadi 6.104,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 1,03% (239,44 poin) ke level 23,486,59, setelah dibuka melompat 1,35%, dan Topix meningkat 0,96%. Saham Fast Retailing melejit lebih dari 2,5%. Indeks Kospi dibuka naik 0,84% dan berlanjut melonjak 1,38% ke posisi 2.396,96.

Namun Indeks Hang Seng, Hongkong gagal melanjutkan tren positif global dan dibuka turun 0,37% (-93,10 poin) menjadi 25.026,99 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah tipis 0,02% di posisi 3.404,03.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil menahan tekanan aksi jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat tipis 0,02% di posisi 5.311. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange bertambah 0,15% menjadi USD19,61.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini cenderung masih tertekan namun berpeluang melanjutkan tren kenaikan. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan dengan laju terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih berlanjutnya kenaikan harga beberapa komoditas seperti CPO, nikel dan timah diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu menguatnya indeks bursa global juga berpotensi menjadi tambahan katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 5,275 dan  resistance  di level 5,345. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BJBR (Buy). Support: Rp1,065, Resist: Rp1,095, ASII (Buy). Support: Rp5,200 Resist: Rp5,400, 

    CTRA (Buy ). Support: Rp735 Resist: Rp765, BBNI (Buy). Support: Rp5,125 Resist: Rp5,350.

  • ETF: XISC (Buy). Support: Rp565, Resist: Rp576, XPDV (Buy). Support: Rp411, Resist: Rp418, 

    XBLQ (Buy). Support: Rp414, Resist: Rp421.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street dini hari tadi berakhir dengan melanjutkan awal yang kuat untuk September. Trader  mengambil keuntungan dari emiten kakap seperti Apple dan Tesla, dan memburu saham yang sedang mengalami tekanan. S&P 500 dan Nasdaq sama-sama mencapai rekor tertinggi, dan Nasdaq menembus level 12.000 untuk pertama kalinya. Dow Jones ditutup pertama kali di atas 29.000 sejak Februari. 

Data ADP menunjukkan penggajian swasta AS tumbuh 428.000 pada Agustus, jauh di bawah ekspektasi ekonom sebesar 1,17 juta.

Perusahaan farmasi Swiss, Roche, mengumumkan mereka akan melakukan tes antigen cepat yang baru di Eropa pada akhir bulan ini, dan akan mengajukan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS. Namun, panel ahli Institut Kesehatan Nasional AS mengatakan, perawatan plasma yang dipuji Presiden Donald Trump dan kepala FDA tampaknya tidak efektif melawan Covid-19. Coca-Cola meroket lebih dari 3% bersama dengan IBM, meskipun saham-saham tersebut masih turun secara  year to date.  Sedangkan Apple dan Tesla anjlok 2,1% dan 5,8%. ETF iShares Expanded Tech-Software diperdagangkan hanya naik tipis 0,5% sementara ETF VanEck Vectors Semiconductor melonjak lebih dari 2%.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,59% (454,84 poin) ke level 29.100,50.

  • S&P 500 melompat 1,54% (54,19 poin) ke posisi 3.580,84.

  • Nasdaq Composite melaju 0,98% (116,78 poin) menjadi 12.056,44.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melonjak, mengekor Wall Street, meski indikator ekonomi zona euro memperlihatkan sejumlah permasalahan. Pembacaan singkat menunjukkan bahwa inflasi tahunan zona euro diprediksi -0,2% pada Agustus, turun dari 0,4% di bulan sebelumnya. Inflasi inti turun menjadi 0,4% (yoy) pada Agustus dari 1,2% di Juli, terendah sejak pencatatan tersebut dimulai pada 2001. Sementara itu, Angka penjualan ritel Jerman turun secara tak terduga pada Juli, sebesar 0,9%, meleset dari ekspektasi untuk kenaikan 0,5%. Analis mengatakan data tersebut menambah tekanan pada Bank Sentral Eropa untuk mengambil tindakan lebih lanjut dan akan memperbarui perkiraan inflasi pada September.

Indeks STOXX 600 melonjak 1,66%ke level 371,28. Harga saham Unilever melesat lebih dari 2,5% setelah mengatakan akan menghabiskan 1 miliar euro untuk menghilangkan bahan bakar fosil dari produk pembersihnya pada 2030. Saham pabrikan minuman beralkohol Prancis, Pernod Ricard, juga melesat 2,5%, meskipun melaporkan penurunan laba hingga 13,7%, namun tidak seburuk yang dikhawatirkan. Saham Credit Suisse naik sekitar 1%, meskipun regulator keuangan mengatakan telah membuka proses penegakan hukum atas skandal mata-mata yang meletus tahun lalu, sehingga memancing kemarahan pengawas keuangan Swiss, FINMA.

  • DAX 30 Jerman melesat 2,07% atau 269,18 poin ke level 13.243,43.

  • FTSE 100 Inggris melompat 1,35% (78,90 poin) menjadi 5.940,95.

  • CAC 40 Prancis melejit 1,9% (93,64 poin) ke posisi 5.031,74.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York dini hari tadi ditutup dengan melanjutkan penguatan, dan euro terjerembab karena  profit taking  setelah menyentuh USD1,20 per euro. Penguatan dolar terhadap euro juga dipengaruhi oleh pernyataan Kepala Ekonom Bank Sentral Eropa, Philip Lane, bahwa kurs dolar-euro "penting" bagi kebijakan moneter. Komentar tersebut dinilai menyiratkan bahwa ECB terguncang oleh apresiasi euro dan penurunan dolar.

Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, naik 0,53% menjadi 92,741, keluar dari level terendah 28-bulan yang dicapai pada sesi Selasa. Poundsterling Inggris, dan dolar Australia juga turun. Dolar juga menguat terhadap yen dan franc Swiss.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1853-0.0002-0.02%7:15 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.33520.0002+0.01%7:14 PM
Yen (USD-JPY)106.240.06+0.06%7:14 PM
Yuan (USD-CNY)6.83840.0102+0.15%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,745.00172.50+1.18%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 2/9/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga dini hari tadi bergerak turun, anjlok lebih dari 2%. Harga minyak berubah negatif setelah data mingguan pemerintah menunjukkan permintaan bensin turun menjadi 8,78 juta bph, dari 9,16 juta bph pada pekan sebelumnya. Pedagang mengabaikan data persediaan minyak mentah AS yang turun 9,4 juta barel pada pekan lalu menjadi 498,4 juta barel, jauh lebih curam ketimbang prediksi penyusutan 1,9 juta barel.

Data ADP juga memicu kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi dari pandemi virus korona melambat. 

Perusahaan swasta AS pada Agustus mempekerjakan lebih sedikit pekerja dari prediksi, bulan kedua berturut-turut. OPEC + mulai menambah pasokan minyak mentah ke pasar ketika sebagian permintaan pulih kembali. Survei Reuters memperkirakan, OPEC menaikkan produksi sekitar 1 juta bph.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,15 (-2,5%) menjadi USD44,43 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI anjlok USD1,25 (-2,9%) menjadi USD41,51 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir merosot lebih dari 1,5%, di tengah  rebound  dolar dan perbaikan data sektor manufaktur AS sehingga mendorong harapan pemulihan ekonomi yang cepat setelah terpukul virus korona. Pesanan baru untuk barang-barang buatan AS meningkat lebih dari ekspektasi pada Juli, sementara data manufaktur AS menunjukkan akselerasi aktivitas mendekati level tertinggi dua tahun pada Agustus, meningkatkan optimisme tentang pemulihan yang stabil.

Di sisi lain, data  payroll  swasta AS di Agustus meningkat di bawah ekspektasi, menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja yang melambat. Investor sekarang fokus pada laporan klaim awal pengangguran AS, yang akan dirilis Kamis ini, dan data penggajian non-pertanian sehari kemudian. Harga logam berharga lainnya; perak anjlok 3,2% menjadi USD27,27 per ounce, palladium merosot 1,3% menjadi USD2.243,19 dan platinum menyusut 4,2% menjadi USD901,62.

  • Harga emas di pasar spot turun 1,6% menjadi USD1.939,66 per ounce.

  • Harga emas berjangka anjlok 1,7% menjadi USD1.944,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author