Bursa Sore: Pasar Regional Bertahan Positif, Aksi Jual Hambat Laju IHSG

Bursa Sore: Pasar Regional Bertahan Positif, Aksi Jual Hambat Laju IHSG

Posted by Written on 02 September 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berayun fluktuatif pada sepanjang perdagangan hari Rabu (2/9). IHSG finis melandai ke posisi 5.311.

Indeks LQ45 +0,23% ke 843.

Indeks IDX30 +0,31% ke 461.

Indeks IDX80 +0,24% ke 119.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,06% ke 563.

Indeks Kompas100 -0,11% ke 1.074.

Indeks Sri Kehati -0,00% ke 341.

Indeks SMInfra18 +0,21% ke 261.

Saham Teraktif: ZINCADROTOWRBBRIPURATLKMBBCA

Saham Top Gainers LQ45: ADROPGASACESPTBASMRAJPFAINCO

Saham Top Losers LQ45: ICBPERAAEXCLHMSPUNTRBMRIUNVR

Nilai transaksi Rp8,07 triliun. Volume perdagangan sebanyak 147,20 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp671,24 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah 1,18 persen ke level Rp14.745 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia beringsut naik pada akhir perdagangan hari Rabu (2/9) menyusul data indeks manufaktur USA melambung naik serta rally saham-saham tekno di bursa USA disertai ekspektasi investor limpahan dukungan kebijakan fiskal penopang dari pemerintah USA.

Tadi malam, Indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi lagi didorong oleh saham-saham teknologi. Harga saham Apple Inc, (market cap terbesar di dunia) naik 4 persen dengan nilai transaksi USD2,3 triliun setelah media setempat memberitakan bahwa Apple Inc telah meminta para pemasok memproduksi 75 juta iPhone 5G hingga akhir tahun ini.

Analis JPMorgan Asset Management, Shogo Maekawa menilai order baru dan persediaan komponen yang terlihat dalam survei (manufaktur), sektor manufaktur tampak tidak mungkin goyah dalam waktu segera.

"Pelaku pasar melihat stimulus pemerintah tahap kedua yang dibiayai bank sentral," kata Hiroshi Watanabe, Analis pada lembaga Sony Financial Holdings. Menurutnya dalam konteks tersebut berarti, suku bunga obligasi nominal USA akan tetap rendah dan suku bunga riil akan turun. "Dolar AS akan terus jatuh sementara harga berbagai aset seperti saham dan emas meningkat," tambahnya.

Pasar saham Australia menguat hingga akhir sesi, menorehkan kenaikan tertinggi di Asia. Indeks S&P/ASX 200 melesat 1,84 persen ke posisi 6.063. GDP Australia turun 7 persen di periode kuartal kedua. Penurunan ini yang terburuk secara kuartalan, demikian seperti dipaparkan Australian Bureau of Statistics (ABS). ABS menyatakan pada kuartal sebelumnya juga melemah 0,3 persen.

Bursa saham China bergerak variatif saat final sesi. Indeks Shanghai Composite turun 0,17 persen ke posisi 3.404. Sementara Indeks Shenzhen Component naik 0,273 persen ke posisi 13.887.

Namun Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong melemah 0,18 persen pada ujung perdagangan.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat sebesar 0,47% di level 23.247 usai tutup perdagangan. Sedangkan indeks Topix menguat 0,47 persen ke level 1.623. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,63% ke posisi 2.364, bangkit dari pelemahan di sesi pagi.
Adapun indeks MSCI Asia (benchmark pasar saham Asia) menguat 0,31 persen.
Indeks dolar AS bangkit ke level 92,504 dari sehari sebelumnya pada posisi 92,208.
Kurs yen ke posisi 106,04 terhadap USD atau melemah dibanding kemarin di level 105,5.
Dolar Australia melemah ke level $0,7355 dari posisi sebelumnya di $0,7381.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona hijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (2/9) pagi waktu setempat walaupun kejutan data kawasan Eropa yang rilis menunjukkan inflasi kawasan tersebut negatif di periode Agustus.
Indeks DAX (Jerman) +0,75% ke posisi 13.071.
Indeks FTSE (Inggris) +0,71% pada level 5.903.
Indeks CAC (Perancis) +0,63% di posisi 4.969.

Minyak
Harga minyak menguat saat sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (2/9) di pasar komoditas Asia. Penguatan harga tersebut setelah stok minyak USA turun lebih besar dari perkiraan. Data kenaikan aktivitas pabrik di USA dan China juga menjadi amunisi optimisme pemulihan dari krisis pandemi corona mendorong animo para investor.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik 45 sen ke level USD46,03 per barel pada pukul 05.59 GMT. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 43 sen, atau 0,9% menjadi USD43,19 per barel.

(cnbc/idx/adhitya)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author