Bursa Pagi: AS dan Asia Melaju, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Bursa Pagi: AS dan Asia Melaju, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Posted by Written on 02 September 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (2/9), dibuka menguat, berupaya melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street yang kembali mencatatkan rekor indeks S&P 500 dan Dow Jones, setelah melemah di bursa saham utama Eropa.

Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,1%. Harga minyak berjangka dan indeks dolar AS bergerak naik pada pembukaan pasar Asia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,51%, jelang rilis data PDB kuartal II-2020 pagi ini. Indeks berlanjut melonjak 1,38% (82,00 poin) ke level 6.035,40 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak meningkat 0,48% (111,88 poin) menjadi 23.249,95, setelah dibuka naik 0,41%, dan Topix bertambah 0,18%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,38%, dan berlanjut melaju 0,68% ke posisi 2.365,60.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,22% (55,01 poin) menjadi 25.239,86 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China bertambah 0,29% di posisi 3.420,47.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderung menguat, setelah berhasil keluar dari tekanan penurunan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup  rebound  dengan melonjak 1,38% ke level 5.310. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melemah 0,15% menjadi USD19,58.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan pola penguatan secara terbatas. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, beberapa indikator bergerak  bearish  dengan sinyal positif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks Wall Street seiring solidnya data manufaktur pada bulan Agustus diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu kembali menguatnya beberapa komoditas seperti minyak mentah, cpo, nikel, timah dan emas berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 5,250 dan  resistance  di level 5,370. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBRI (Buy). Support: Rp3,530, Resist: Rp3,670, BMRI (Buy). Support: Rp5,950 Resist: Rp6,275, 

    PGAS (Buy ). Support: Rp1,255 Resist: Rp1,310, TOWR (Buy). Support: Rp1,030 Resist: Rp1,090.

  • ETF: XIPI (Buy). Support: Rp147, Resist: Rp153, XBNI (Buy). Support: Rp935, Resist: Rp973, 

    XIHD (Buy). Support: Rp413, Resist: Rp432.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan kembali mencatatkan rekor baru indeks S&P dan Dow Jones, didukung data yang menunjukkan tren membaiknya manufaktur AS. Rilis data manufaktur Institute for Supply Management periode Agustus berada di posisi 56, level tertinggi dalam 19 bulan, lebih baik dari perkiraan. S&P 500 dan Dow menyelesaikan Agustus terbaik dalam lebih dari 30 tahun, keduanya naik dalam lima bulan berturut-turut, masing-masing sebesar 7,6% dan 7%. Nasdaq melonjak 9,6% pada Agustus, kinerja bulanan terbaik sejak 2000.

Apple memimpin kenaikan di sektor teknologi sebesar 4% melanjutkan tren kenaikan pasca  stock split  awal pekan ini. Saham Zoom Video meroket 40,8% setelah melaporkan lonjakan kinerja kuartalan. Saham Walmart melesat lebih dari 6%, setelah mengumumkan akan meluncurkan program keanggotaannya Walmart+. Tesla anjlok 4,7% setelah keterbukaan informasi mengungkapkan perusahaan tersebut akan menjual hingga USD5 miliar sahamnya sendiri. Saham operator kapal pesiar, maskapai penerbangan, dan hotel mengalami kenaikan pada Agustus. Royal Caribbean dan MGM Resorts keduanya melejit sekitar 40%, FedEx dan Gap melesat30%. Delta Air Lines dan Norwegian Cruise Line juga menguat.

  • Dow Jones Industrial Average meningkat 0,76% (215,61 poin) ke posisi 28.645,66.

  • S&P 500 naik 0,75% (26,34 poin) menjadi 3.526,65.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,39% (164,21 poin) ke level 11.939,67.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup variatif cenderung turun, investor mencermati rilis data zona euro dan China. Rilis data inflasi untuk zona euro berada jauh di bawah ekspektasi, meningkatkan spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan bertindak lebih cepat. Inflasi tahunan diperkirakan -0,2% pada Agustus, turun dari 0,4% di Juli. Angka pengangguran naik menjadi 7,9% untuk periode Juli. Rilis Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur Caixin/Markit China untuk Agustus berada di 53,1, dengan laju tercepat dalam hampir 10 tahun, mengalahkan ekspektasi.

Indeks STOXX 600 turun 0,35% menjadi 365,23, sebagian besar sektor dan bursa utama berada di zona merah. Pabrikan  chip  Eropa mendapat dorongan dari laporan bahwa Apple berencana membuat 75 juta iPhone 5G jelang akhir tahun ini. Pemasok Apple, Dialog Semiconductor, Infineon, STMicro dan ASML semuanya naik lebih dari 1%. Saham Astra Zeneca tergelincir, meski diberitakan telah memperluas perjanjian dengan Oxford Biomedica untuk memproduksi vaksin Covid-19 potensial.

  • DAX 30 Jerman menguat 0,22% (28,87 poin) menjadi 12.974,25.

  • FTSE 100 Inggris anjlok 1,7% (-101,52 poin) ke level 5.862,05.

  • CAC 40 Prancis melemah 0,18% (-9,12 poin) ke posisi 4.938,10.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, setelah menembus USD1,20 untuk kali pertama sejak 2018. Nilai tukar euro merosot, karena investor mengambil keuntungan, mendorong dolar bangkit dari level terendah 28 bulan. Gubernur The Fed, Lael Brainard, dalam pidatonya, Selasa, mengatakan bank sentral harus menggelontorkan lebih banyak stimulus untuk memenuhi janji tentang pertumbuhan lapangan kerja yang lebih kuat dan inflasi yang lebih tinggi. Imbal hasil US Treasury turun setelah pidato tersebut karena stimulus tambahan kemungkinan akan melibatkan pembelian obligasi yang lebih agresif.

Euro naik dan dolar jatuh sejak pekan lalu ketika Federal Reserve mengumumkan akan mentolerir periode inflasi yang lebih tinggi. Pergeseran kebijakan itu mendorong  trader  untuk menjual dolar, berspekulasi suku bunga AS akan tetap rendah untuk waktu yang lebih lama. Indeks Dolar (DXY index), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju menguat 0,19% menjadi 92,362. Dolar masih turun sekitar 0,55% sejak pidato Chairman The Fed, Jerome Powell, pada 27 Agustus.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1920.0008+0.07%7:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.33940.001+0.07%7:23 PM
Yen (USD-JPY)105.92-0.04-0.04%7:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.8282-0.0203-0.30%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,572.5010.00+0.07%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 2/9/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Rilis data aktivitas manufaktur AS yang lebih baik dari ekspektasi mendorong harapan untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi sehingga mendongkrak harga minyak. Indeks aktivitas pabrik AS versi Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan peningkatan, menjadi 56,0 pada bulan lalu, dari 54,2 di Juli, level tertinggi sejak Januari 2019 dan menandai pertumbuhan dalam tiga bulan berturut-turut. Data manufaktur China yang kuat juga mengangkat harga minyak. Indeks PMI Manufaktur Caixin/Markit menunjukkan aktivitas pabrik China di Juli meningkat dengan laju tercepat dalam hampir satu dekade, didukung peningkatan pertama dalam pesanan ekspor baru tahun ini.

Harga minyak juga terkatrol oleh hasil jajak pendapat 43 analis dan ekonom Reuters yang memprediksikan stok minyak mentah AS pekan lalu turun hampir 2 juta barel, jelang rilis data mingguan dari American Petroleum Institute, dan pemerintah. Persediaan bensin diperkirakan turun lebih dari 3 juta barel. Permintaan minyak global diperkirakan menyusut antara 8 juta hingga 10 juta bph versus konsensus Juli,7,2 juta hingga 8,5 juta bph. 

Harga rata-rata minyak Brent 2020 menjadi USD42,75 per barel, naik dari prediksi USD41,50 pada Juli lalu, dan lebih tinggi dari rata-rata tahun berjalan USD42,60. Harga rerata Brent tahun 2021 diperkirakan USD 42,75. 

Harga minyak mentah WTI 2020 diproyeksi naik menjadi USD38,82, dari USD37,51 pada Juli lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 30 sen (0,66%) menjadi USD45,58 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 15 sen (0,4%) menjadi USD42,76 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup cenderung mendatar, di tengah  rebound  dolar, dan rilis data manufaktur AS yang lebih baik dari perkiraan, sehingga meningkatkan harapan pemulihan ekonomi AS. Bursa saham global juga menguat setelah aktivitas manufaktur AS, menurut data Institute for Supply Management (ISM), melaju ke level tertinggi dalam hampir dua tahun pada Agustus.

Tekanan pelemahan emas teredam oleh ekspektasi bahwa The Fed akan menjaga suku bunga tetap rendah bahkan jika inflasi naik sedikit di masa mendatang. Analis mengatakan, harga emas akan tetap didukung dalam lingkungan ekspektasi inflasi yang meningkat dan dolar AS yang lebih rendah. Harga logam berharga lainnya; perak naik 0,2% menjadi USD28,27 per ounce, platinum melesat 1,4% menjadi USD942,09 dan palladium melonjak 1,5% menjadi USD2.277,11.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.971,61 per ounce.

  • Harga emas berjangka cenderung mendatar di USD1.978,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author