Bursa Siang: Likuiditas Murah Dukung Market Regional, Profit Taking di IHSG

Bursa Siang: Likuiditas Murah Dukung Market Regional, Profit Taking di IHSG

Posted by Written on 27 August 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) kembali meniti zona merah pada akhir perdagangan sesi 1 hari Kamis (27/8). IHSG melemah 0,08 persen (5 poin) ke posisi 5.336 seiring aksi ambil untung setelah sejak awal pekan menguat.

Indeks LQ45 -0,39% ke 846.

Indeks IDX30 -0,41% ke 463.

Indeks IDX80 -0,33% ke 120.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,33% ke 565.

Indeks Kompas100 -0,12% ke 1.081.

Indeks Sri Kehati -0,16% ke 343.

Indeks SM Infra18 -0,38% ke 261.

Saham Teraktif: BRISFRENKBAG-W, BBRIBBKPAGROBEST

Saham Top Gainers LQ45: SRILITMGBBCABBTNMIKAANTMCPIN

Saham Top Losers LQ45: ICBPEXCLSCMABBNIMNCNHMSPBSDE

Nilai transaksi Rp6,77 triliun. Volume perdagangan sebanyak 111,31 juta lot saham. Investor asing net buy Rp329,04 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah 0,14 persen ke level Rp14.697 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia ke zona hijau saat sesi siang pada perdagangan hari Kamis (27/8) di tengah pencapaian rekor tertinggi Wall Street karena likuiditas murah mendorong kenaikan harga saham big cap sektor teknologi walaupun tensi USA-China menyebabkan kehati-hatian saat sesi perdagangan berlangsung.

Investor di market saham Asia berbalik lebih hati-hati seiring konflik di Laut China Selatan setelah China dikabarkan melakukan uji coba peluru kendali di daerah tersebut pada Rabu pekan ini. Tetapi pasar global masih fokus pada likuiditas yang dipompa oleh bank sentral.

Mayoritas analis memperkirakan pidato Chairman The Fed Jerome Powell di forum Jackson Hole pada Kamis ini akan menguraikan pendekatan fleksibel termasuk pergeseran untuk menargetkan inflasi rata-rata 2 persen yang akan memungkinkan suku bunga super rendah bertahan lebih lama.

"Tensi USA-China tampaknya tidak menjadi perhatian utama, banjir dukungan fiskal dan moneter tetap menjadi faktor utama untuk aset berisiko," kata Rodrigo Catril, Analis pada lembaga NAB.

Market saham China ke zona hijau. Indeks Shanghai Composite naik 0,29 persen. Indeks Shenzhen Composite melaju 0,83 persen. Data laba industri China naik 19,6 persen di periode Juli dibanding periode Juni yang naik 11,5 persen. Kenaikan ini seiring pemulihan China dari pandemi corona yang terus berlanjut.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga ke zona negatif. Hang Seng melorot 0,63 persen. Saham Xiaomi naik 12 persen setelah menyatakan laba kuartal II naik dua kali lipat.
Sementara itu di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah 0,39 persen saat sesi siang sedang berlangsung. Indeks Topix melemah 0,57 persen.
Adapun Indeks Kospi (Korsel) minus 0,65 persen. Pelemahan terjadi setelah Bank sentral Korsel mempertahankan suku bunga acuan namun memangkas proyeksi pertumbuhan GDP 2020 karena mempertimbangkan kekhawatiran atas kenaikan harga rumah dan dampak tekanan pandemi corona yang memburuk.
Indeks S&P/ASX200 di market saham Australia bergerak positif sebesar 0,59 persen. Patokan indeks market regional, MSCI Asia Pacific Index naik 0,24 persen.
Indeks dolar AS melemah tipis ke level 92,890 dari sesi sebelumnya pada posisi 93,2.
Kurs yen ke posisi 105,96 terhadap USD atau menguat dibanding sesi awal di level 106,5.
Nilai tukar dolar Australia melaju ke level $0,7236 dari posisi awal di $0,72.

Minyak
Harga minyak mentah dalam pola bertahan pada perdagangan hari Kamis (27/8) saat sesi pagi di pasar komoditas Asia seiring badai masif di Teluk Mexico menuju jantung industri migas USA. Ini memaksa operasional rig tambang minyak dan penyulingan terhenti dengan dampak yang kecil yang telah diperkirakan di tengah suplai dan stok minyak tetap tinggi.
Minyak WTI melemah 4 sen ke level USD43,35 per barel. Sedangkan minyak Brent naik 5 sen ke posisi USD45,69 per barel. (01.48 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author