Bursa Sore: IHSG Fluktuatif Saat Market Regional Rehat Jelang Simposium Jackson Hole

Bursa Sore: IHSG Fluktuatif Saat Market Regional Rehat Jelang Simposium Jackson Hole

Posted by Written on 26 August 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) naik tipis pada akhir perdagangan hari Rabu (26/8). IHSG naik 0,03 persen (1 poin) ke posisi 5.340 setelah fluktuatif sepanjang sesi.

Indeks LQ45 -0,17% ke 849.

Indeks IDX30 -0,09% ke 465.

Indeks IDX80 -0,05% ke 120.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,04% ke 567.

Indeks Kompas100 -0,13% ke 1.082.

Indeks Sri Kehati -0,09% ke 343.

Indeks SM Infra18 -0,33% ke 263.

Saham Teraktif: BRISFRENBBKPBBRIAGROKBAG-W, TOWR

Saham Top Gainers LQ45: BTPSEXCLBMRISMGRTLKMJPFAITMG

Saham Top Losers LQ45: ACESBBTNBBCAJSMRINKPERAAHMSP

Nilai transaksi Rp9,80 triliun. Volume perdagangan sebanyak 169,30 juta lot saham. Investor asing net sell Rp521,30 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat 0,19 persen ke level Rp14.677 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia rehat sejenak pada akhir perdagangan hari Rabu (26/8). Para investor menunggu kabar aksi the Fed selanjutnya untuk mendukung pemulihan ekonomi USA.

Chairman the Fed Jerome Powell dijadwalkan menyampaikan pidato secara virtual pada simposium Jackson Hole pada Kamis waktu setempat. Para investor berpikir Powell akan berpidato tentang kebijakan yang lebih akomodatif terhadap inflasi yang mana akan membuka pintu kebijakan moneter lebih longgar untuk jangka panjang.

"Jackson Hole jadi salah satu perhatian besar," kata Jeremy Gatto, Analis pada Unigestion. "Investor mengharapkan kejelasan lebih lanjut tentang apa yang sedang dilihat the Fed. Kami mungkin akan melihat kebijakan akomodatif level tinggi untuk beberapa waktu mendatang," tambahnya.

Pelemahan ini terkait sekumpulan data ekonomi yang variatif telah membuat investor lebih berhati-hati terhadap pemulihan global.

Sehari sebelumnya, para investor telah dihibur oleh sinyal kemajuan dalam negosiasi perdagangan USA dan China. Tapi saat periode rilis kinerja emiten berakhir dan investor beralih fokus ke data ekonomi, prospeknya berubah menjadi lebih suram.

Kepercayaan konsumen di USA turun ke level terendah lebih dari 6 tahun. Data tersebut membayangi penjualan rumah baru yang menguat secara signifikan.

"Jika Anda melihat angka makro, banyak perbaikan di triwulan ke-2 yang tampaknya melambat dalam momentum," ujar Tai Hui, Analis pada JP Mortan Asset Management Asia yang berbasis di Hong Kong seperti dikutip reuters.

"Bank sentral dan pemerintah tidak benar-benar mengumumkan sesuatu yang baru sehingga market bergerak sideways di titik ini," tambahnya.

Market saham China ke zona pelemahan saat sesi akhir. Indeks Shanghai Composite drop 1,3 persen ke level 3.329. Indeks Shenzhen Component melorot 1,763 persen ke level 13.428. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga ke zona negatif di sesi final. Hang Seng melorot 0,21 persen.

Sementara itu di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 melandai dan berakhir di posisi 23.290 saat final perdagangan. Indeks Topix juga flat di posisi 1.624. Adapun Indeks Kospi (Korsel) naik 0,11 persen ke posisi 2.369.
Indeks S&P/ASX200 di market saham Australia bergerak negatif, turun 0,73 persen di level 6.116. Patokan indeks market regional, MSCI Asia Pacific Index drop 0,1 persen.
Indeks dolar AS melemah tipis ke level 93,142 dari sesi sebelumnya pada posisi 93,2.
Kurs yen ke posisi 106,35 terhadap USD atau naik dibanding sesi awal di level 106,55.
Nilai tukar dolar Australia terapresiasi tipis ke level $0,7192 dari posisi awal di $0,716.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (28/8) pagi waktu setempat. Pasar saham Eropa kehilangan beberapa momentum positif yang sudah terlihat awal pekan ini.
Indeks DAX (Jerman) -0,28% ke level 13.025.
Indeks FTSE (Inggris) -0,63% pada posisi 5.998.
Indeks CAC (Perancis) -0,53% di level 4.981.

Minyak
Harga minyak Brent naik tipis pada hari Rabu (26/8) saat sesi sore di pasar komoditas Asia. Posisi harga Brent terangkat oleh produsen AS yang menutup sebagian besar produksi lepas pantai mereka di Teluk Meksiko menjelang Badai Laura dan optimisme atas negosiasi perdagangan China-AS.
Minyak WTI turun 5 sen ke level USD43,30 per barel. Sedangkan minyak Brent naik 10 sen ke posisi USD45,96 per barel. (06.42 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin
 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author