Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Beri Sinyal Positif Uptrend Jangka Menengah

Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Beri Sinyal Positif Uptrend Jangka Menengah

Posted by Written on 19 August 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (19/8), dibuka  mixed  cenderung menguat ,  mengikuti pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang bergerak berlawanan arah, meskipun indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan rekor tertinggi baru. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,19%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,1%. Indeks berlanjut naik 0,43% (26,60 poin) ke posisi 6.150,00 pada pukul 8:00 WIB. Investor mengamati perkembangan hubungan Australia-China setelah Beijing menyatakan akan menginvestigasi anti-dumping impor wine Australia.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melompat 0,89%, dan berlanjut melaju 0,67% ke level 2.363,86.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melemah 0,17% (-38,05 poin) menjadi 23.013,03, setelah dibuka turun 0,31% dan Topix menyusut 0,37%. Rilis data ekspor Jepang periode Juli pada pagi ini, memperlihatkan kemerosotan sebesar 19,2% (yoy), meski lebih baik dari ekspektasi penurunan 21,0%.

Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,19% menjadi 3.444,56 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Hang Seng, Hongkong belum bergerak dari level 25.367,38, otoritas bursa menunda pembukaan perdagangan pagi ini karena gangguan cuaca.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil melanjutkan tren kenaikan pada sesi perdagangan kemarin, melaju 0,9% ke level 5.295. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,61% menjadi USD19,74.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan kenaikan memperkuat pola  uptrend  jangka menengah, jelang libur panjang akhir pekan ini. Secara teknikal sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan potensi b ullish continuation  dengan sinyal positif.

Tim Riset indo Premier berpendapat, bervariasinya indeks di bursa Wall Street dan menguatnya beberapa komoditas seperti minyak kelapa sawit, nikel, timah dan emas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu membaiknya defisit neraca berjalan di 2Q20 menjadi 1.2% dari sebelumnya 1.4% dari GDP serta tingginya surplus perdagangan pada bulan Juli akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan dengan  support  di level 5,240 dan  resistance  di level 5,350. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: UNTR (Buy). Support: Rp23,200, Resist: Rp24,000, BMRI (Buy). Support: Rp6,000 Resist: Rp6,275, ANTM (Buy). Support: Rp790 Resist: Rp820, BBTN (Buy). Support: Rp1,450 Resist: Rp1,560.

  • ETF: XPES (Buy). Support: Rp359, Resist: Rp365, XIJI (Buy). Support: Rp576, Resist: Rp586, 

    XIIC (Buy). Support: Rp961, Resist: Rp983.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan mencatatkan rekor tertinggi indeks S&P 500, dan Nasdaq Composite, mengonfirmasi dimulainya  bull market  yang baru. Kenaikan indeks didukung oleh data ekonomi kuat baru-baru ini dan laporan keuangan perusahaan melampaui ekspektasi analis, meskipun dinilai masih rentan terhadap beberapa jenis berita buruk. S&P 500 mencapai titik terendah pada 23 Maret, anjlok sekitar 30% dari rekor Februari. Namun kini kembali meroket lebih dari 54%, sebagian besar ditopang oleh lonjakan saham Big Tech. Facebook melambung lebih dari 27% ( year-to-date ), Alphabet melesat lebih dari 16%. Sementara itu, Amazon, meroket lebih dari 79% tahun ini dan Netflix melejit 52%. Apple dan Microsoft masing-masing naik 34,1% dan 57,4% pada 2020.

Pagi tadi saham Amazon ditutup melesat lebih dari 4%, Netflix dan Alphabet melonjak setidaknya 2%. Saham sektor konsumer melompat 1,5%. Namun saham Home Depot dan Walmart melemah meski laporan keuangannya cukup kuat, menyeret kejatuhan indeks Dow Jones. Pasar tertekan selama sepekan terakhir karena harapan untuk kesepakatan stimulus virus korona terbaru meredup. Anggota parlemen belum berhasil memecahkan kebuntuan. Menteri Keuangan Steven Mnuchin menuding Partai Demokrat tidak bersedia membuat kesepakatan yang "masuk akal" pada RUU virus korona terbaru.

  • S&P 500 menguat 0,23% (7,79 poin) menjadi 3.389,78.
  • Nasdaq Composite melaju 0,73% (81,12 poin) ke level 11.210,84.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,24% (-66,84 poin) ke posisi 27.778,07.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona merah, investor mencermati pandemi virus korona serta meningkatnya ketegangan AS-China. Washington memperketat pembatasan terhadap Huawei dengan menutup akses untuk mendapatkan  chip  yang diproduksi dengan perangkat lunak atau teknologi Amerika. 

Investor juga mengawasi tekanan AS pada Bytedance, pemilik aplikasi media sosial populer TikTok, China. Selain Microsoft, bos Oracle Larry Ellison, diberitakan juga sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi TikTok di AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Ellison adalah salah satu pendukung Trump.

Indeks STOXX 600 merosot 0,56% menjadi 367,18, dipimpin kejatuhan harga saham perusahaan minyak dan gas sebesar 1,3%, diikuti sektor perbankan 1,1%. Saham Pandora rontok 7,5% setelah gerai perhiasan asal Denmark itu merilis perkiraan penurunan laba. Perusahaan pembangunan rumah asal Inggris, Persimmon, melesat lebih dari 7,9%. Clariant melesat 4,8%.

  • DAX 30 Jerman melemah 0,3% (-38,90 poin menjadi 12.881,76).

  • FTSE 100 Inggris anjlok 0,83% (-50,82 poin) ke level 6.076,62.

  • CAC 40 Prancis merosot 0,68% (-33,88 poin) ke posisi 4.938,06.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penurunan tajam, sempat jatuh ke level terendah sejak Mei 2018. Efek berkelanjutan dari ketidakjelasan program stimulus AS melemahkan  greenback,memasuki  hari kelima beruntun dan mengangkat saham Wall Street ke rekor tertinggi. Analis mengatakan depresiasi dolar pada sesi Selasa bukan akibat rilis data tertentu, tetapi tentang pergerakan menurun yang mendapatkan momentum.

Spekulasi  net bearish  pada dolar naik ke tingkat terbesar sejak Mei 2011 pada pekan lalu, dan perdagangan spot dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa posisi tersebut tumbuh lebih jauh sejak itu. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,55% menjadi 92,308.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.19390.0008+0.07%7:20 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.32450.0006+0.05%7:20 PM
Yen (USD-JPY)105.36-0.05-0.05%7:20 PM
Yuan (USD-CNY)6.9218-0.0111-0.16%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,845.0050.00+0.34%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/8/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak relatif stabil. Pasar merespon positif tingginya kepatuhan kepada kesepakatan pengurangan pasokan dari kelompok produsen OPEC+, mengimbangi kekhawatiran seputar permintaan yang terpukul virus korona. Panel teknikal OPEC+ mencatat kepatuhan terhadap pengurangan produksi minyak pada periode Juli berada di kisaran 95% dan 97%. OPEC+ mengurangi pemotongan produksi pada Agustus menjadi 7,7 juta bph dari sebelumnya 9,7 juta bph, dan akan menggelar pertemuan panel tingkat menteri pada Rabu ini.

Pandemi virus korona, yang berkecamuk selama berbulan-bulan, tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Kongres AS sejauh ini belum berhasil menyetujui paket bantuan fiskal guna membendung kejatuhan ekonomi dari pandemi tersebut. Beberapa negara Eropa memperbarui karantina travel, yang berdampak pada permintaan bahan bakar jet dan mobil. Pelaku pasar menunggu rilis data industri mingguan, tentang persediaan minyak mentah AS.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 4 sen menjadi USD45,41 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI mendatar di posisi USD42,89 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak lebih dari 1% kembali ke level USD2.000, di tengah kejatuhan dolar jatuh ke posisi terendah dua tahun, dan pergerakan turun yield US Treasury. Investor menunggu risalah pertemuan terakhir The Fed.

Harga emas melonjak 32% tahun ini karena stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya memicu kekhawatiran inflasi dan penurunan nilai mata uang. Harga logam berharga lainnya; perak melesat 2,2% menjadi USD28,01 per ounce, platinum naik 1,1% menjadi USD960,39, dan palladium turun 0,2% menjadi USD2.195,78.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,9% menjadi USD2.004,21 per ounce.

  • Harga emas berjangka menguat 0,7% menjadi USD2.013,1 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author