Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpotensi Naik Dibayangi Koreksi Minor

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpotensi Naik Dibayangi Koreksi Minor

Posted by Written on 18 August 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (18/8), dibuka sedikit menguat, investor berhati-hati mengamati perkembangan ketegangan AS-China. Presiden AS Donald Trump, Senin kemarin, mengumumkan pengetatan lebih lanjut terhadap pembatasan bisnis Huawei di AS. Indeks MSCI Asia eks-Jepang menguat 0,16%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,38% jelang rilis risalah rapat kebijakan Reserve Bank of Australia pagi ini. Indeks berlanjut meningkat 0,43% (26,30 poin) ke level 6.102,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melemah 0,10% (-22,51 poin) ke posisi 23.074,24, setelah dibuka sedikit menyusut di kisaran level 23.070 . Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka cenderung mendatar sedikit di bawah level 2.409, namun berlanjut menguat 0,35% menjadi 2.415,97.

Indeks Hang Seng, Hongkong, dibuka naik 0,49% (123,63 poin) ke posisi 25.470,97 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,09% menjadi 3.441,93.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham globaldan regional yang cenderung menguat, setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan menguat tipis 0,16% di level 5.247. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,98% menjadi USD19,62.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan melanjutkan tren  bullish  dengan sinyal positif, meski tetap dibayangi risiko koreksi minor yang disebabkan aksi jual investor asing. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation , jika didukung rilis data perdagangan yang positif, di tengah arus keluar modal secara  year-to-date  dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya indeks di bursa global dan menguatnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, cpo, nikel dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu investor juga akan mencermati data neraca perdagangan dan defisit transaksi neraca berjalan.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan dengan  support  di level 5,210 dan  resistance  di level 5,280.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TINS (Buy). Support: Rp760, Resist: Rp800, TBIG (Buy). Support: Rp1,245 Resist: Rp1.305, 

    INCO (Buy). Support: Rp3,570 Resist: Rp3,750, MYOR (Buy). Support: Rp2,250 Resist: Rp2,310.

  • ETF: XIML (Buy). Support: Rp237, Resist: Rp241, XISR (Buy). Support: Rp342, Resist: Rp348, 

    XPFT (Buy). Support: Rp467, Resist: Rp473.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, di tengah penurunan signifikan volume perdagangan. SPDR S&P 500 ETF Trust diperdagangkan lebih dari 31 juta saham, namun jauh di bawah rata-rata volume 30 hari sebesar 61,98 juta. Wall Street juga bergulat dengan kekhawatiran negosiasi stimulus virus korona yang terhenti dan ketegangan AS-China yang terus membara. S&P 500 gagal ditutup di atas rekor 3.386,15, yang sempat tercapai pada awal sesi. Saham perbankan, seperti JPMorgan Chase dan Citigroup anjlok lebih dari 2%. Saham Delta Air Lines, American Airlines serta maskapai penerbangan lainnya rontok antara 3,0% - 5,3%.

Saham Alphabet dan Microsoft meningkat setidaknya 0,7%. Amazon melompat 1,1% setelah diberitakan menginginkan saham minoritas di perusahaan  cloud,  Rackspace Technology. Saham Rackspace melambung lebih dari 10%. Saham sektor konsumer S&P 500 naik 1,2%, sektor material bertambah 0,4%. Saham Newmont dan Freeport-McMoRan melonjak lebih dari 2%. Barrick Gold melesat 11,6% setelah Berkshire Hathaway merilis saham di perusahaan tersebut.

  • S&P 500 naik 0,27% (9,14 poin) menjadi 3.381,99.

  • Nasdaq Composite melaju 1% (110,42 poin) ke level 11.129,73.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,3% (- 85,11 poin) ke posisi 27.844,91.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona hijau, di tengah kekhawatiran ketegangan geopolitik dan penyebaran virus korona. Perundingan kesepakatan perdagangan AS-China yang direncanakan digelar Sabtu lalu ditunda tanpa kepastian jadwal baru. Sumber Reuters mengatakan penundaan itu karena konflik penjadwalan serta memberikan waktu lebih banyak untuk pembelian ekspor AS oleh China. PM Selandia Baru Jacinda Ardern menunda pemilu di negara itu, karena munculnya kembali wabah virus korona di Auckland.

Indeks STOXX 600 ditutup naik 0,32% menjadi 369,26, dipimpin lonjakan harga saham sektor sumber daya dasar sekitar 1,6%, sementara saham perjalanan dan rekreasi anjlok sekitar 1,5%. Perusahaan pengiriman makanan siap saji Jerman, HelloFresh, melonjak 4,6%, sementara jaringan bioskop Cineworld rontok 7,6%.

  • DAX 30 Jerman menguat 0,15% (19,32 poin) menjadi 12.920,66.

  • FTSE 100 Inggris melaju 0,61% (37,40 poin) ke level 6.127,44.

  • CAC 40 Prancis bertambah 0,18% (9,01 poin) ke posisi 4.971,94.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, investor kembali memburu aset-aset berisiko ( risk-on ) dan melepaskan dolar sebagai  safe haven. Namun yen dan imbal hasil US Treasury menguat, investor masih meminati sebagai  safe haven . Dolar juga tertekan oleh hasil yang lemah dari survei manufaktur regional, menambah keraguan terhadap pemulihan ekonomi AS. Indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York turun tajam menjadi 3,7 pada Agustus, dibandingkan 17,2 pada Juli, dan jauh lebih rendah dari perkiraan di level 15.

Rilis data perumahan yang kuat yang dirilis tidak mampu mengimbangi pelemahan itu. Kepercayaan pengembang perumahan ASpada Agustus naik selama tiga bulan berturut-turut mendorong lonjakan lalu lintas pelanggan, terutama di pasar pinggiran kota.Investor akan mencermati rilis risalah rapat kebijakan terakhir Federal Reserve, Rabu besok, dan konvensi nominasi Partai Demokrat AS. Spekulasi tersebar luas bahwa The Fed akan mengadopsi target inflasi rata-rata, yang berusaha mendorong inflasi di atas 2% untuk beberapa waktu guna menutupi tahun-tahun sebelumnya. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,26% ke posisi 92,851.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.18750.0005+0.04%7:19 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31050.0002+0.02%7:20 PM
Yen (USD-JPY)106.030.03+0.03%7:19 PM
Yuan (USD-CNY)6.9329-0.0175-0.25%11:28 AM
Rupiah (USD-IDR)14,795.0020.00+0.14%8/14/2020

Sumber : Bloomberg.com, 17/8/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. OPEC + hampir sepenuhnya mematuhi kesepakatan pemotongan produksi global pada periode Juli, dengan kisaran 97%. Investor menunggu komite menteri OPEC +, Rabu, yang akan meninjau kepatuhan pada pakta pengurangan pasokan minyak global menjadi 7,7 juta bph dari 9,7 juta bph. Harga minyak juga terkatrol pernyataan Presiden Donald Trump, bahwa China memenuhi ekspektasi hingga akhir kesepakatan perdagangan fase pertama, meskipun gagal memenuhi janji pembelian produk AS.

Investor mencermati langkah BUMN minyak China yang secara tentatif memesan kapal tanker guna mengangkut setidaknya 20 juta barel minyak mentah AS untuk Agustus dan September. Pekan lalu, Badan Informasi Energi AS menurunkan proyeksi permintaan minyak global, menunjukkan penyusutan persediaan global yang lebih kecil dari perkiraan sebelumnya.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 57 sen (1,3%), menjadi USD45,37 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 88 sen (2,09%), menjadi USD42,89 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat tajam, melonjak lebih dari 2% ke level tertinggi dalam hampir sepekan, di tengah pelemahan dolar, dan penurunan imbal hasil US Treasury. Sentimen positif di pasar emas melonjak, karena data market yang dirilis Jumat mengungkapkan investasi baru 20,9 juta saham Berkshire Hathaway milik Warren Buffett di salah satu perusahaan pertambangan terbesar dunia, Barrick Gold Corp. Pekan lalu, emas mencatat penurunan terbesar sejak Maret, turun tajam dari rekor tertinggi USD2.072,50 per ounce yang dicapai pada 7 Agustus.

Ikut mendorong kenaikan harga emas adalah rilis indeks Survei Manufaktur Empire State Fed New York turun menjadi 3,7, dari 17,2 di Juli. Investor menunggu risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve, yang akan dirilis Rabu (19/8). Harga logam berharga lainnya; perak melambung 3,7% menjadi USD27,37 per ounce, platinum naik 1,5% menjadi USD950,03 dan palladium melonjak 4,1% menjadi USD2.194,55.

  • Harga emas di pasar spot melonjak 1,9% menjadi USD1.981,41 per ounce.

  • Harga emas berjangka melesat 2,5% menjadi USD1.998,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author