Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, Dukung IHSG Keluar dari Tekanan Koreksi

Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, Dukung IHSG Keluar dari Tekanan Koreksi

Posted by Written on 10 August 2020


Ipotnews - Mengawali pekan kedua Agustus, Senin (10/8), bursa saham Asia dibuka menguat, mengabaikan peningkatan ketegangan AS-China pada akhir pekan lalu. Presiden AS Donald Trump menerbitkan perintah eksekutif melarang warga AS menggunakan aplikasi WeChat dan TikTok mulai pertengahan bulan depan. Bursa saham Jepang hari ini tutup karena libur nasional.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,66%, didukung lonjkana harga saham sektor keuangan sebesar 1,39%. Indeks berlanjut naik 0,64% (38,40 poin) ke posisi 6.043,20 pada pukul 8:05 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan juga meningkat 0,64% ke level 2.366,83, setelah dibuka naik 0,43%, ditopang lonjakan harga saham-saham raksasa elektronik dan otomotif negara itu. Saham Samsung Electronics melompat 1,39%, LG Electronics melesat 3,37% dan SK Hynix menguat 0,12%. Hyundai Motors melambung 8,5% dan Kia Motors melejit 4,14%.

Namun indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,63% (-154,80 poin) ke level 24.376,82 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,02% menjadi 3.354,62.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks pada pembukaan pasar Asia, setelah gagal mempertahankan posisinya di zona hijau pada penutupan sesi perdagangan pekan lalu, dan ditutup melorot 0,66% ke level 5,143. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,13% menjadi USD18,81.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan kembali menghadapi tekanan koreksi namun masih berada pada tren positif. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan, terkonsolidasi mendekati area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, memanasnya hubungan politik AS-China serta terkoreksinya hampir semua harga komoditas kecuali batu bara diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan  support  di level 5,105 dan  resistance  di level 5,185.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: RALS (Buy). Support: Rp585, Resist: Rp630, LSIP (Buy). Support: Rp970 Resist: Rp1,010, 

    AKRA (Buy on Weakness). Support: Rp2,730 Resist: Rp2,810, BMRI (Buy). Support: Rp5,650 Resist: Rp5,900.

  • ETF: XISI ( SELL ). Support: Rp270, Resist: Rp277, XIHD ( SELL ). Support: Rp403, Resist: Rp413, 

    XIIC ( SELL ). Support: Rp927, Resist: Rp947.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan bervariasi.Pasar mengkhawatirkan peningkatan tensi politik AS-China serta negosiasi stimulus fiskal AS untuk krisis korona yang tak kunjung berakhir. Rilis data ketenagakerjaan AS menunjukkan penambahan 1,763 juta lapangan pekerjaan pada Juli, lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 1,4 juta. Tingkat pengangguran AS turun menjadi 10,2%. Namun analis mengatakan, perbaikan data tersebut tidak menyiratkan kondisi ekonomi membaik secara signifikan.

Presiden AS mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengatasi "ancaman yang ditimbulkan" oleh aplikasi China TikTok dan WeChat. Ia memerintahkan pelarangan transaksi dengan ByteDance (pembuat Tik Tok) dan Tencent (pembuat WeChat) dalam 45 hari ke depan. Washington juga mengancam akan memberlakukan sanksi kepada Ketua Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, dan sejumlah pejabat lainnya. Saham Amazon dan Netflix anjlok 1,8% dan 2,8%. Microsoft dan Apple terperosok 1,8% dan 2,3%.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,17%(46,5 oin) menjadi 27.433,48.

  • S&P 500 naik tipis 0,06% (2,12 poin) di posisi 3.351,28.

  • Nasdaq Composite merosot 0,9% (-97,09 poin) ke level 11.010,98.
Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu di zona hijau, para investor fokus pada periode rilis kinerja keuangan emiten. Data Refinitiv menunjukkan sekitar 60% kinerja emiten indeks STOXX 600 mengalahkan estimasi para analis. Indeks STOXX 600 naik 0,29% menjadi 363.55, mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 2%, didukung dipimpin kenaikan harga saham sektor telekomunikasi sebesar 0.9%. Harga saham sektor teknologi dan perawatan kesehatan juga naik. Sektor sumber daya dasar anjlok 1,4%.

Harga saham entitas keuangan Prosus (Amsterdam) anjlok 4% karena menanam investasi terbesar di Tencent (pembuat aplikasi WeChat), China. Saham Hikma Pharmaceuticals melesat 10,9% setelah mengatakan telah memulai memproduksi remdesivir, pengobatan yang disetujui untuk COVID-19 dari Gilead. Saham Deutsche Telekom melonjak 2,7%. Saham Standard Life Aberdeen menguat meski labanyya melorot 30% , tapi manajer aset mengatakan akan tetap membayar dividen.

  • DAX 30 Jerman meningkat 0,66% (83,2 poin) ke posisi 12.674,88.

  • FTSE 100 Inggris menguat 0,09% (5,24 poin) menjadi 6.032,18.

  • CAC 40 Prancis bertambah 0,09% (4,39 poin) di level 4.889,52.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup menguat didukung rilis data pertumbuhan lapangan Kerja AS periode Juli. Data penggajian non pertanian meningkat 1,76 juta pada Juli, lebih baik dari ekspektasi 1,6 juta lapangan kerja, namun jauh lebih rendah dari rekor 4,8 juta pada bulan Juni. Investor masih mengamati pembahasan rencana stimulus fiskal dampak Covid-19, di Washington. Partai Republik dan Demokrat di Kongres AS belum mampu mencapai kesepakatan yang menurut banyak investor diperlukan untuk mencegah ekonomi kehilangan lebih banyak momentum.

Indeks dolar AS (indeks DXY yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,70% menjadi 93,435. Namun secara mingguan indeks DXY turun tipis 0,05%, penurunan mingguan ketujuh berturut-turut, rekor terpanjang dalam satu dekade.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1787-0.0090-0.76%
Poundsterling (GBP-USD)1.3052-0.0091-0.69%
Yen (USD-JPY)105.920.37+0.35%
Yuan (USD-CNY)6.96800.0145+0.21%
Rupiah (USD-IDR)14,625.0040.00+0.27%

Sumber : Bloomberg.com, 7/8/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menutup pekan lalu dengan terperosok hampir 2%. Pasar global mengkhawatirkan pemulihan global akan goyah karena kebangkitan kasus virus korona. Peningkatan infeksi virus korona masih menjadi masalah dominan terhadap prospek permintaan bahan bakar. Namun secara keseluruhan harga Brent dan WTI naik 2,3% dan 2,1% sepanjang pekan lalu.

Pembicaraan antara anggota parlemen AS tentang stimulus fiskal terhenti. Trump mengancam akan mengeluarkan perintah eksekutif untuk menangani kebutuhan ekonomi. Perusahaan energi AS memangkas operasi jumlah rig minyak pada pekan lalu, menjadi 176, terendah sejak Juli 2005. Irak berjanji untuk memangkas produksi lebih lanjut pada Agustus, yang membantu mendukung harga.

  • Harga minyak mentah WTI turun 67 sen (-1,6%) menjadi USD41,28 per barel.

  • Harga minyak mentah Brent turun 78 sen (-1,7%) menjadi USD44,31 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutup pekan lalu dengan anjlok lebih dari 2%, setelah rilis data lapangan pekerjaan AS yang mendorong dolar AS. Dolar rebound dari posisi terendah dua tahun setelah data menunjukkan nonfarm payrolls AS meningkat 1.763 juta pada Juli. Peningkatan ketegangan AS-China juga mendukung kenaikan dolar AS. Tetapi pandemi yang buruk membuat harga tetap di jalur kenaikan mingguan terpanjang dalam satu dekade terakhir. Sepanjang pekan lalu, harga emas naik 3%, sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut.

Harga emas batangan telah meningkat 34% tahun ini di tengah melonjaknya kasus Covid-19, yang menghantam ekonomi global dan mendorong langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Harga logam berharga lain; perak turun 3% menjadi USD28,07 per ounce, platinum turun 4,1% menjadi USD957,36, paladium turun 2,9% menjadi USD2.156,97.

  • Harga emas di pasar spot turun 1,4% menjadi USD2.033,89 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 2% menjadi USD2.028 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author