Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Masih Berpeluang Menguat Terbatas

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Masih Berpeluang Menguat Terbatas

Posted by Written on 29 July 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (29/7), dibuka  mixed , melanjutkan tren pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah penantian hasil rapat kebijakan Federal Reserve AS yang dijadwalkan berakhir hari ini. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,1%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,23% menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen kuartal II-2020. Indeks berlanjut menguat 0,20% (11,90poin) menajdi 6.032,40 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju lebih dari 0,5%, dan berlanjut naik 0,51% menjadi 2.268,56.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 0,59% (-133,48 poin) ke level 22.523,90, setelah dibuka terpelesat 0,6% dan Topix terperosok 0,88%. Saham Nissan Motor rontok lebih dari 6% karena memprakirakan kerugian 470 miliar yen untuk tahun fiskla 2020.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,25% (-62,25 poin) ke posisi 24.710,51. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,19% menjadi 3.221,99.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks saham global da regional yang bervariasi, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin, dan ditutup sedikit melemah 0,07% menjadi 5.112. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,56% menjadi USD18,98.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berusaha kembali ke jalur hijau dengan penguatan terbatas. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks masih menunjukkan sinyal positif memperlihatkan adanya potensi penguatan.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks bursa global seiring belum pastinya stimulus lanjutan dan melemahnya sebagian besar harga komoditas kecuali emas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu investor juga akan mencermati data laporan keuangan emiten di kuartal dua tahun ini.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 5,080 dan  resistance  di level 5,155.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: ACES (Buy). Support: Rp1,655, Resist: Rp1,715, SMGR (Buy). Support: Rp9,225 Resist: Rp9,575, KLBF (Buy on Weakness). Support: Rp1,480 Resist: Rp1,550, BBNI (Buy ). Support: Rp4,580 Resist: Rp4,770.

  • ETF: XIML (Buy). Support: Rp228, Resist: Rp232, XILV (Buy). Support: Rp101, Resist: Rp103, 

    XPLC (Buy). Support: Rp399, Resist: Rp408.


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan penurunan tajam, terseret kejatuhan harga saham teknologi menjelang pertemuan dengan Subkomite Antitrust DPR AS untuk penyelidikan praktek anti-kompetisi. Perdebatan anggota parlemen AS tentang paket bantuan dampak virus korona berlanjut, analis memperkirakan perdebatan itu akan memakan waktu lebih lama. Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mengatakan Partai Republik "tidak benar-benar siap untuk melakukan negosiasi yang serius," dan menambahkan: "Kami memiliki beberapa prioritas lain ... " Investor menunggu hasil rapat kebijakan The Fed, hari ini.
Saham Amazon, Netflix, Alphabet, Facebook, dan Apple semuanya terperrosok sekitar 1,5%. Saham-saham yang akan mendapatkan keuntungan dari pembukaan kembali ekonomi mencatatkan kenaikan. United dan American Airlines melesat lebih dari 3%, Delta melejit 1,7%, dan Carnival melonjak 4,2%, dan Norwegian Cruise Line melompat 6,3%. Saham McDonald's merosot 2,5% , dan 3 M anjlok 4,8% setelah melaporkan kinerja keuangan kuartalan. Hingga Selasa pagi, lebih dari 160 perusahaan S&P 500 melaporkan kinerja kuartal kedua, dan 81% diantaranya mengalahkan ekspektasi.
  • Dow Jones Industrial Average melorot 0,77% (-205,49 poin) ke posisi 26.379,28.

  • Nasdaq Composite anjlok 1,27% (-134,18 poin) ke level 10.402,09.

  • S&P 500 turun 0,65% (-20,97 poin) menjadi 3.218,44.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup bervariasi cenderung menguat, investor mengekspektasikan kemajuan pada upaya stimulus pemerintah AS, setelah pemimpin mayoritas Senat AS, memperkenalkan rencana bantuan virus korona senilai USD1 triliun, membuka diskusi dengan Demokrat. Kekhawatiran atas lonjakan kasus virus korona dengan lebih dari 16,4 juta dan lebih dari 654.000 kematia di seluruh dunia cenderung membatasi sentimen. Investor juga akan mengawasi pertemuan Federal Reserve, yang digelar Selasa dan Rabu ini,yang diperkirakan akan melanjutkan kebijakan moneter yang  dovish.

Indeks STOXX 600 naik 0,42% menjadi 367,68, dipimpin lonjakan harga saham sektor makanan dan minuman hampir 1,4%. Saham Ubi Banca melambung lebih dari 8% setelah mengatakan akan menerima tawaran pengambilalihan dari pesaingnya Intesa Sanpaolo. Saham LVMH anjlok 4% setelah melaporkan laba kuartal kedua yang mengecewakan.

  • DAX 30 Jerman melemah tipis 0,03% (-3,38 poin) menjadi 12.835,28.

  • CAC 40 Prancis menyusut 0,22% (-10,68 poin) ke posisi 4.928,94.

  • FTSE 100 Inggris meningkat 0,4% (24,38 poin) ke level 6.129,26.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir  rebound  dari level terendah dua tahun, namun masih menghadapi tekanan lebih lanjut karena AS terus mencatatkan lonjakan kasus virus korona. Meluasnya penyebaran virus korona menghambat pemulihan ekonomi AS, sementara kawasan Eropa dan China dinilai lebih mampu mengatasi wabah tersebut. Sejumlah anggota Senat dari Partai Republik, menentang proposal bantuan virus korona senilai USD1 triliun yang diusung partainya sendiri, sehari setelah diumumkan Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell. Rilis indeks kepercayaan konsumen AS periode Juli turun lebih besar dari ekspektasi.

Rapat kebijakan The Fed diprediksi mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar. Investor akan mencermati setiap indikasi bahwa The Fed akan meningkatkan pembelian utang yang lebih lama, menerapkan pembatasan imbal hasil atau menargetkan inflasi yang lebih tinggi. Goldman Sachs mengatakan, potensi pergeseran The Fed "menuju bias inflasi" bersama dengan rekor tingkat utang pemerintah yang tinggi meningkatkan "kekhawatiran nyata seputar eksistensi dolar AS sebagai mata uang cadangan." Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik tipis 0,18% menjadi 93,71.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.17200.0004+0.03%7:45 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2925-0.0007-0.05%7:45 PM
Yen (USD-JPY)105.08-0.01-0.01%7:44 PM
Yuan (USD-CNY)7.00080.0044+0.06%11:28 AM
Rupiah (USD-IDR)14,535.000.000.00%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 28/7/2020 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah, jelang perdebatan parlemen AS mengenai paket stimulus ekonomi. Analis mengatakan semakin lama perdebatan berlangsung, akan semakin membebani sentimen pasar. Tingkat kepercayaan konsumen AS pada Juli menyusut di tengah melonjaknya infeksi Covid-19 di negara tersebut. Investor menunggu hasil rapat kebijakan The Fed yang diprediksi akan menegaskan kembali, suku bunga akan tetap mendekati nol untuk tahun-tahun mendatang.
Brent masih berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan bulanan keempat, dan minyak mentah WTI diperkirakan menguat untuk bulan ketiga. Tapi Bulan ini, minyak mentah Brent jatuh lebih dalam ke  contango, struktur pasar di mana harga komoditas tersebut di masa depan lebih tinggi dari harga spot, mendorong penumpukan persediaan. Survei analis  Reuters  memperkirakan stok minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu kemungkinan naik, sementara persediaan produk olahan mungkin menurun.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 19 sen (-0,44%) menjadi USD43,22 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 56 sen (-1,35%) menjadi USD41,04 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, ketika The Fed memulai pertemuan yang diprediksi memberikan lebih banyak stimulus moneter untuk mendukung perekonomian AS yang terpukul virus korona. Sebelumnya, emas melonjak ke rekor tertinggi USD1.980,57 per ounce, tetapi kemudian harga merosot sebanyaknya 3,7% karena investor melakukan aksi ambil untung dan dolar mulai bangkit kembali.

Goldman Sachs memperkirakan, harga emas akan naik menjadi USD2.300 per ounce dalam 12 bulan ke depan, berpotensi menggerus eksistensi dolar AS sebagai mata uang cadangan. Investor menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, Rabu, setelah bank sentral AS itu mengumumkan perpanjangan beberapa fasilitas pinjaman hingga akhir tahun. Harga logam lainnya; perak turun 2,2% menjadi USD24,07 per ounce, platinum melemah 0,2% menjadi USD943,80,dan palladium melorot 1,2% menjadi USD2.283,27.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.947,19 per ounce.

  • Harga emas berjangka 0,93% lebih tinggi menjadi USD1.949,00 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author