Bursa Pagi: Dibuka Mixed Asia Bergerak Menguat, Redam Risiko Koreksi IHSG

Bursa Pagi: Dibuka Mixed Asia Bergerak Menguat, Redam Risiko Koreksi IHSG

Posted by Written on 27 July 2020


Ipotnews - Mengawali pekan terakhir Juli, Senin (27/7), bursa saham Asia dibuka  mixed  berusaha keluar dari tekanan penurunan pada sesi perdagangan akhir pekan lalu yang terbebani ketegangan AS-China dan lonjakan kasus Covid-19. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik tipis 0,06%. Pasar menunggu rilis data keuntungan sektor industri China periode Juni, hari ini.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar di kisaran level 6.018, diwarnai penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut menguat 0,14% (8,30 poin) menjadi 6.032,30 pada pukul 8:10 WIB. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,41%, dan berlanjut melaju 0,89% ke level 2.220,00.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,67% (-153,26 poin) ke posisi 22.598,35, setelah dibuka melorot 1,31%, dan Topix juga turun dengan kisaran yang sama. Rilis hasil rapat Bank of Japan pertengahan Juli lalu mengekspektasikan kenaikan pertumbuhan ekonomi secara moderat pada paruh kedua 2020. Namun demikian perekonomian, "kecil kemungkinannya akan kembali mencapai level sebelum wabah Covid-19."
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meningkat 0,83% (204,63 poin) ke level 24.909,96 pada pukul8:25 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,43% ke posisi 3.210,39.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan yang bervariasi di bursa regional, setelah tenggelam di zona merah pada akhir sesi perdagangan pekan lalu, melorot 1,21% ke level 5.082. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,58% menjadi USD19,06.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berisiko melanjutkan pola pelemahan di tengah berlanjutnya  capital outflow . Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi wajar lanjutan pada pergerakan indeks.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhir pekan lalu dengan membukukan penurunan, tertekan aksi jual yang meluas seiring kinerja laba emiten yang lemah, lonjakan kasus baru infeksi virus korona serta ketidakpastian geopolitik. China membalas perintah Washington untuk menutup konsulatnya di Houston, dengan memerintahkan penutupan konsulat AS di kota Chengdu. Total kasus Covid-19 di AS sudah melampaui angka 4 juta. Kementerian Perdagangan AS akan merilis data PDB kuartal kedua pada Kamis mendatang. Analis mengekspektasikan PDB AS akan turun 35%. Indeks Dow Jones turun 0,7%, S&P melemah 0,2% dan Nasdaq melorot 2,4% sepanjang pekan.
Saham sektor teknologi berguguran. Saham Intel Corp. longsor 16,2%, setelah mengumumkan keterlambatan produksi chip-7 nanometer. Tapi saham Advanced Micro Devices pesaing Intel Corp), melambung 16,5%. 
Saham Tesla Inc anjlok 6,3%, saham Facebook, Alphabet, Apple and Microsoft juga melemah, tapi Amazon dan Netflix naik sedikitnya 0,6%. Sektor kesehatan turun 1,1% seiring terbitnya perintah eksekutif Presiden AS yang bertujuan menurunkan harga obat. Hingga akhir pekan, sebanyak 128 emiten indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerjanya ke otoritas bursa, dan 80,5% diantaranya membukukan laba yang lebih rendah dari ekspektasi.
  • Dow Jones Industrial Average merosot 0,68% (-182,44 poin) ke posisi 26.469,89.

  • S&P 500 melorot 0,62% (-20,03 poin) menjadi 3.215,63.

  • Nasdaq Composite anjlok 0,94% (-98,24 poin) ke level 10.363,18.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu dengan membukukan penurunan tajam, ke level terendah dalam sebulan terakhir, tertekan oleh memburuknya sentimen global setelah China membalas AS untuk menutup konsulatnya di Chengdu. Investor juga mengkhawatirkan kebijakan pengendalian penularan Covid-19 dapat membalikkan situasi aktivitas bisnis yang mulai meningkat. Kilasan indeks PMI manufaktur Jerman periode Juli, versi Markit, untuk pertama kalinya dalam 19 bulan terakhir terhindar dari kontraksi. Data aktivitas bisnis (PMI Komposit) zona euro juga menunjukkan adanya pertumbuhan, di level 54,8. Namun PMI ketenagakerjaan yang masih jauh di bawah 50, menunjukkan pemulihan output belum menghentikan PHK.
Indeks STOXX 600 anjlok 1,7%, dipimpin kejatuhan harga saham di sektor teknologi terimbas aksi jual di Wall Street. Saham Dialog Semiconductor anjlok 7%, Saham British Gas Centrica melambung 16,8% setelah mengumumkan rencana penjualan bisnisnya di Amerika Utara kepada NRG Energy. Saham Equinor naik 4,6%, saham Signify melesat 5,7% setelah meriis laporan keuangannya. Pada pekan depan giliran emiten produsen barang-barang mewah merilis kinerja laba kuartalan.
  • DAX 30 Jerman rontok 2,02% (-265,33 poin) ke level 12.838,06.

  • CAC 40 Prancis terperosok 1,54% (-77,33 poin) ke posisi 4.956,43.

  • FTSE 100 Inggris 1,41 persen ke level 6.123,82.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York juga menutup pekan lalu dengan pelemahan, mendekati level terendah dua tahun, meskipun sentimen risiko tertekan karena para pelaku pasar menimbang dampak pandemi COVID-19. Para pedagang khawatir, lonjakan kasus infeksi Virus Corona di AS akan terus membebani perekonomian. Analis mengatakan, meningkatnya ketegangan AS-China juga menekan dolar. Anggota Senat As dari Partai Republik dijadwalkan akan mengumumkan proposa stimulus ekonomi termasuk perpanjangan sebagian bantuan untuk pengangguran.
Euro menguat didukung rilis kilasan indeks PMI IHS Marit untuk zona euro periode Juli, yang memperlihatkan peningkatan di atas ekspektasi. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs   greenback   terhadap esekeranjang enam mata uang negara maju turun 0,27% menjadi 94,435, mencatat penurunan mingguan terbesar dalam hampir empat bulan. Di sesi tersebut, indeks dolar sempat jatuh ke 94,358, terendah baru dalam 22 bulan terakhir.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.16560.0060+0.52%
Poundsterling (GBP-USD)1.27940.0053+0.42%
Yen (USD-JPY)106.14-0.72-0.67%
Yuan (USD-CNY)7.01840.0143+0.20%
Rupiah (USD-IDR)14,610.0030.00+0.21%

Sumber : Bloomberg.com, 24/7/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menutup pekan lalu dengan sedikit menguat, didukung oleh data ekonomi Eropa. Meningkatnya ketegangan AS-China membatasi kenaikan harga minyak. Beberapa negara juga telah menerapkan kembali kebijakan pembatasan karantina sehingga diperkirakan mengurangi konsumsi bahan bakar.
Kenaikan jumlah klaim tunjangan pengangguran AS mencapai 1,416 juta pada pekan hingga 18 Juli lalu, untuk pertama kalinya dalam 4 bulan terakhir juga berpotensi menekan konsumsi BBM. Analis mengatakan, harga minyak berpotensi terkoreksi jangka pendek jika pemulihan permintaan BBM melambat terus, terutama di AS. Data Baker Hughes Co menunjukkan, jumlah rig AS yang beroperasi turun ke level terendah sepanjang masa hingga sebanyak 251 per 24 Juli.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 3 sen menjadi USD43,34 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 22 sen menjadi USD41,29 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu di titik tertinggi sepanjang masa. Para investor mencari rasa aman di tengah naiknya tensi perseteruan AS-China, serta berlarut-larutnya pandemi korona. Harga emas berjangka naik 0,4 persen ke level USD1.897,50 per ounce. Kenaikan harga emas telah memasuki pekan ketujuh kenaikan secara beruntun.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

  • abdulrehmankhatri123 Avatar

    It's extremely pleasant and meanful. it's extremely cool blog. Connecting is exceptionally valuable thing.you have truly helped bunches of individuals who visit blog and give them usefull data. NBA중계

  • anthillhole Avatar

    >___< Analis mengatakan, meningkatnya ketegangan AS-China juga menekan dolar. Anggota Senat As dari Partai Republik dijadwalkan akan mengumumkan proposa stimulus ekonomi termasuk perpanjangan sebagian bantuan untuk pengangguran Web browser cookie clicker

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author