Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Turun, Batasi Potensi Bullish IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Turun, Batasi Potensi Bullish IHSG

Posted by Written on 24 July 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (24/5), bursa saham Asia dibuka melorot, melanjutkan tren pelemahan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Memburuknya perseteruan AS-China menekan sentimen investor. Bursa saham Jepang masih tutup karena libur nasional.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 0,92%, terbebani penurunan harga saham di sektor keuangan dan perminyakan. Indeks berlanjut melorot 0,91% (-55,50 poin) ke level 6.039,00 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan menguat tipis 0,06% di posisi 2.217,47, setelah dibuka merosot 0,52% jelang rilis kinerja keuangan Hyundai dan Samsung. Harga minyak menguat pada pembukaan pasar Asia.
Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun, anjlok 0,88% (-222,2554 poin) ke level 25.040,76 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,44% menjadi 3.310,65.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderung melemah, setelah berhasil mengakhiri perdagangan kemarin dengan membukukan kenaikan 0,68% menjadi 5.145. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,84% menjadi USD18,95.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan tren kenaikan dengan penguatan terbatas. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation  dengan arah pergerakan yang cenderung mendatar.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks di bursa Wall Street, seiring mengecewakannya data tenaga kerja mingguan dan tertekannya emiten sektor teknologi, diprediksi akan menjadi setimen negatif di pasar. Sementara itu menguatnya harga beberapa komoditas seperti CPO, nikel, timah dan emas serta tren terapresiasinya rupiah berpeluang menjadi sentimen positif.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 5,100 dan  resistance  di level 5,185. 
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: BBTN (Buy). Support: Rp1,260, Resist: Rp1,330, SIMP (Buy). Support: Rp312 Resist: Rp322, 

    WSBP (Buy). Support: Rp200 Resist: Rp208, BMTR (Buy). Support: Rp202 Resist: Rp210.

  • ETF: XISC (Buy). Support: Rp532, Resist: Rp550, XMTS (Buy). Support: Rp419, Resist: Rp429, 

    XIIC (Buy). Support: Rp920, Resist: Rp943.


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tajam terseret kejatuhan harga saham Microsoft dan Apple dan rilis data pengangguran yang mengecewakan. Klaim awal untuk tunjangan pengangguran mingguan AS tercatat 1,416 juta untuk pekan lalu, melebihi ekspektasi 1,3 juta. Partai Republik mempertimbangkan untuk memperpanjang tunjangan pengangguran USD600 per minggu dengan tingkat pengurangan USD100 per minggu.
Aksi jual di perusahaan teknologi semakin dalam, saham Microsoft terjungkal 4,3% meski melaporkan laba lebih baik dari perkiraan, namun pembelian lisensi transaksional terus melambat dan anak perusahaannya, LinkedIn. Apple terjerembab 4,5%, sementara Amazon dan Netflix melorot 3,6% dan 2,5%. Tesla terpangkas hampir 5% meski melaporkan laba di atas ekspektasi.
  • Dow Jones Industrial Average anjlok 1,31% (-353,51 poin) ke level 26.652,33.

  • S&P 500 merosot 1,23% (-40,36 poin) menjadi 3.235,66.

  • Nasdaq Composite terperosok 2,2% (-244,71 poin) ke posisi 10.461,42.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup dengan membukukan sedikit perubahan, investor merespon peningkatan ketegangan AS-China serta laporan keuangan perusahaan. Klaim pengangguran awal mingguan AS akhir pekan lalu mencapai 1,416 juta, memasuki pekan ke-18 berturut-turut dengan pengajuan klaim lebih dari 1 juta. Tingkat kepercayaan konsumen Jerman melonjak, indeks kepercayaan konsumen GfK Institute tercatat -0,3 untuk Agustus, dari -9,4 pada Juli.
Indeks STOXX 600 menguat tipis 0,06% menjadi 373,65. Saham Unilever  melonjak 8,5%  pada awal perdagangan karena melaporkan penyusutan penjualan triwulanan yang jauh lebih kecil ekspektasi. Saham produsen biofuel Finlandia, Neste, melambung lebih dari 11%, Publicis Groupe melesat 8%, namun penyedia perdagangan derivatif Inggris, IG Group, anjlok 11%.
FTSE 100 Inggris sedikit menguat 0,07% (4,34 poin) menjadi 6.211,44.
DAX 30 Jerman berkurang 0,01% (-0,86 poin) di posisi 13.103,39.
CAC 40 Prancis menyusut 0,07% (-3,36 poin) di level 5.033,76.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup merosot ke level terendah dalam hampir dua tahun. Investor terus menjual  greenback  di tengah ekspektasi lonjakan kasus virus korona yang akan menyulitkan ekonomi AS.  Greenback  juga tertekan oleh kenaikan angka klaim pengangguran AS pekan lalu. Lonjakan kasus Covid-19, Kamis, yang sudah menembus 4 juta, dengan lebih dari 2.600 kasus baru setiap jam menghambat pemulihan di pasar tenaga kerja dan memukul permintaan konsumen.
Euro melesat ke level tertinggi sejak awal Oktober 2018, dan menguat untuk hari kelima berturut-turut terhadap dolar, terkatrol sentimen positif kesepakatan dana pemulihan Eropa. Dolar juga melemah terhadap yen dan frank. Indeks Dolar AS (indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,31% menjadi 94,692. Indeks DXY sudah melorot 1,3% sepanjang pekan ini.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.15980.0002+0.02%7:45 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2734-0.0007-0.05%7:45 PM
Yen (USD-JPY)106.83-0.03-0.03%7:45 PM
Yuan (USD-CNY)7.00410.0039+0.06%11:28 AM
Rupiah (USD-IDR)14,580.00-70.00-0.48%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 23/7/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, ditutup anjlok hingga 2%. Investor khawatir Kongres AS tidak akan menyetujui paket stimulus, dan angka pengangguran AS terus meningkat. 
Analis juga bersiap untuk memangkas proyeksi permintaan energi mengingat jumlah kasus virus korona yang terus meningkat. Penurunan harga minyak terjadi di tengah depresiasi dolar yang jatuh ke level terendah 22-bulan.
Analis mengatakan, harga minyak merosot bersamaan dengan pasar saham di tengah kekhawatiran tentang paket stimulus (AS), kenaikan jumlah pengangguran dan penurunan permintaan energi - semua terkait dengan lonjakan kasus virus korona. Menambah ketidakpastian pasar, hubungan AS-China memburuk ketika Washington memberi Beijing waktu 72 jam untuk menutup konsulatnya di Houston, setelah dituduh melakukan aktivitas spionase.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD1,01 (-2,3%) menjadi USD43,28 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 83 sen (-1,98%) menjadi USD41,07 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak lebih dari 1%, mendekati level USD1.900, di tengah depresiasi dolar dan meningkatnya ekspektasi penambahan stimulus untuk menghidupkan kembali ekonomi AS. Anggota Senat dari Partai Republik berencana untuk mengusulkan putaran lain pembayaran langsung kepada warga Amerika dalam RUU bantuan virus korona berikutnya.
Rilis data kenaikan klaim pengangguran AS meningkatkan kekhawatiran pemulihan ekonomi yang lebih lambat. 
Harga logam lainnya; perak anjlok 2,2% menjadi USD22,52 per ounce, palladium turun 0,2% menjadi USD2.142,79, dan platinum merosot 1,1% menjadi USD911,53.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi USD1.886,09 per ounce.

  • Harga emas berjangka melesat 1,3% menjadi USD1.890 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author