Bursa Sore: Tren Kenaikan IHSG Berlanjut Meski Diterpa Aksi Jual

Bursa Sore: Tren Kenaikan IHSG Berlanjut Meski Diterpa Aksi Jual

Posted by Written on 23 July 2020


Ipotnews IHSG bertahan menguat hingga pengujung perdagangan pada trading hari Kamis (23/7). IHSG menguat +0,68 persen (+34 poin) ke level 5.145.

Indeks LQ45 +0,86% ke 806.

Indeks IDX30 +0,84% ke 440.

Indeks IDX80 +0,97% ke 114.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,46% ke 560.

Indeks Kompas100 +0,76% ke 1.037.

Indeks Sri Kehati +0,78% ke 323.

Indeks SM Infra18 +0,89% ke 253.

Saham Teraktif: PURAKLBFTOWRSMBRPGASNIKLMDKA

Saham Top Gainers LQ45: PTPPBMRIWIKASCMAJPFACPINWSKT

Saham Top Losers LQ45: TKIMTBIGGGRMJSMR, HMSPINCOSMGR

Nilai transaksi Rp9,28 triliun. Volume perdagangan sebanyak 119,81 juta lot saham. Investor asing net sell Rp164,03 miliar.

Nilai tukar rupiah stagnan menguat 0,54 persen di level Rp14.550 terhadap USD (03.40 PM).


Bursa Asia


Market saham Asia goyah akhir pada perdagangan hari Kamis (23/7) seiring kegalauan investor dalam menimbang harapan adanya stimulus lebih banyak untuk menopang kekuatan ekonomi dari krisis pandemi corona melawan naiknya ketegangan antara USA vs China.

"Ekspektasi lebih banyak stimulus fiskal di USA dan optimisme tentang vaksin virus corona terbebani oleh kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan hubungan diplomatik USA dan China," kata John Bromhead, Analis ANZ Research seperti dikutip CNBC.

Ketegangan hubungan USA-China lebih lanjut semakin mungkin, kata Kay Van Petersen, analis pada Saxo Capital Market yang berbasis di Singapura seperti dikutip Reuters. "Risiko jangka pendek terbesar adalah Trump melangkah lebih jauh dan melanggar kesepakatan perjanjian fase Satu. Perjanjian itu sendiri untuk menghentikan perang dagang kedua negara.

Ke zona merah Indeks Kospi di bursa saham Korsel. Indeks Kospi turun 0,56 persen ke level 2.216. Saham-saham unggulan dilanda aksi jual di antaranya Hyundai Motor dan Kia Motor naik masing-masing 5,06 persen dan 2,51 persen. Indeks Kosdaq menguat 0,84 persen ke 801,69.

Indeks S&P/ASX 200 di bursa saham Australia menguat 0,32 persen ke level 6.094. Saham-saham subsektor finansial sebesar 0,18 persen serta sektor energi yang menguat 1,24 persen menjadi pendorong bursa Australia.

Sementara Indeks Taiex di pasar saham Taiwan melemah 0,48 persen ke level 12.413. Namun Indeks

Hang Seng (Hong Kong) berhasil naik sebesar 0,54 persen saat finis perdagangan.
Bank of Korsel merilis data pertumbuhan ekonomi Korsel kuartal II tahun ini turun 3,3 persen (MoM). Sedangkan secara year to year turun 2,9 persen. Sementara itu konsumsi rumah tangga naik 1,4 persen karena konsumen lebih banyak belanja barang tahan lama. Eksport Korsel turun 16,6 persen terutama ekspor otomotif, batu bara serta produk petroleum.
Pasar saham Tiongkok menyerah ke zona merah di akhir sesi. Indeks Shanghai Composite turun 0,24 persen ke 3.325. Indeks Shenzhen Component dan Indeks Shenzhen Composite melandai.
Bursa saham Jepang libur nasional. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasicific Indeks naik 0,18 persen.
Indeks dolar AS melemah ke level 94,802 dari posisi sebelumnya di level 96.
Nilai tukar dolar Australia naik 0,18 persen ke level $0,7151.

Bursa Eropa
Market saham Eropa mendaki naik saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (23/7) pagi waktu setempat. Para investor bereaksi atas meningkatnya tensi antara USA vs China dan dimulainya periode rilis kinerja emiten.
Indeks DAX (Jerman) +0,45% pada level 13.154.
Indeks FTSE (Inggris) +0,22% di posisi 6.220.
Indeks CAC (Perancis) +0,34% ke level 5.054.

Minyak
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan hari Kamis (23/7) sore. Meskipun menguat tetapi dibatasi oleh sentimen cadangan minyak di USA yang secara tak terduga naik. Sementara itu kasus infeksi baru virus corona yang terus menerus naik merusak pemulihan demand terhadap BBM.
Minyak WTI naik 8 sen ke level USD41,98 per barel. Sedangkan minyak Brent melaju 7 sen ke posisi USD44,36 per barel. (05.45 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author