Bursa Siang: Abaikan Sentimen Tensi USA-China, IHSG Terus Menguat

Bursa Siang: Abaikan Sentimen Tensi USA-China, IHSG Terus Menguat

Posted by Written on 23 July 2020


Ipotnews IHSG masih bergerak kuat hingga akhir perdagangan sesi 1 hari Kamis (23/7). IHSG menguat +0,86 persen (+43 poin) ke level 5.153.
Indeks LQ45 +1,22% ke 809.
Indeks IDX30 +1,26% ke 442.
Indeks IDX80 +1,33% ke 115.
Jakarta Islamic Indes (JII) +0,63% ke 561.
Indeks Kompas100 +1,07% ke 1.040.
Indeks Sri Kehati +1,15% ke 324.
Indeks SM Infra18 +1,19% ke 253.
Saham Teraktif: KLBFPURATOWRSMBRNIKLBRISMDKA

Saham Top Gainers LQ45: PTPPBMRIWIKAWSKTKLBFSCMAMNCN

Saham Top Losers LQ45: SMGRGGRMTBIGASIIJSMRERAAINCO

Nilai transaksi Rp5,26 triliun. Volume perdagangan sebanyak 72,75 juta lot saham. Investor asing net sell Rp24,66 miliar.
Nilai tukar rupiah menguat 0,54 persen ke level Rp14.550 terhadap USD (12.00 PM).

Bursa Asia
Market saham Asia melemah di sesi pagi pada perdagangan hari Kamis (23/7) seiring kekhawatiran para investor atas naiknya ketegangan diplomatik antara USA vs China melampaui sentimen ekspektasi lebih banyak stimulus. Ketegangan USA-China muncul setelah USA memerintahkan penutupan konsultan China di Houston karena tuduhan mata-mata.
Ketegangan hubungan USA-China lebih lanjut semakin mungkin, kata Kay Van Petersen, analis pada Saxo Capital Market yang berbasis di Singapura seperti dikutip Reuters. "Risiko jangka pendek terbesar adalah Trump melangkah lebih jauh dan melanggar kesepakatan perjanjian fase Satu. Perjanjian itu sendiri untuk menghentikan perang dagang kedua negara.
Indeks S&P/ASX 200 di bursa saham Australia menguat 0,32 persen ditopang kenaikan saham-saham sub sektor finansial sebesar 0,13 persen serta sektor energi yang menguat 0,92 persen.
Pelemahan juga terjadi di bursa saham Korsel dan Taiwan. Indeks Kospi (Korsel) turun 0,48 persen. Sementara Indeks Taiex di pasar saham Taiwan melemah 0,37 persen. Namun Indeks Hang Seng (Hong Kong) berhasil naik sebesar 1,05 persen.
Bank of Korsel merilis data pertumbuhan ekonomi Korsel kuartal II tahun ini turun 3,3 persen (MoM). Sedangkan secara year to year turun 2,9 persen. Sementara itu konsumsi rumah tangga naik 1,4 persen karena konsumen lebih banyak belanja barang tahan lama. Eksport Korsel turun 16,6 persen terutama ekspor otomotif, batu bara serta produk petroleum.
Pasar saham Tiongkok menyerah ke zona merah di sesi siang. Indeks Shanghai Composite turun 0,95 persen. Indeks Shenzhen Component melemah 1,53 persen. Indeks Shenzhen Composite melorot 1,94 persen.
Indeks dolar AS melemah ke level 94,955 dari posisi sebelumnya di level 96.
Nilai tukar dolar Australia flat ke level $0,7137.

Minyak
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan hari Kamis (23/7) pagi. Meskipun menguat tetapi dibatasi oleh cadangan minyak di USA yang secara tak terduga naik karena pandemi virus corona menekan konsumsi BBM.
Minyak WTI naik 6 sen ke level USD41,96 per barel. Sedangkan minyak Brent melaju 2 sen ke posisi USD44,31 per barel. (02.07 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author