Bursa Siang: Faktor Relasi USA-China Tekan Market Regional, IHSG Bertahan Hijau

Bursa Siang: Faktor Relasi USA-China Tekan Market Regional, IHSG Bertahan Hijau

Posted by Written on 16 July 2020


Ipotnews IHSG lanjut bertahan di zona hijau pada tutup perdagangan sesi 1 hari Kamis (16/7). IHSG mendaki naik +0,37 persen (+18 poin) ke level 5.094.

Indeks LQ45 +0,58% ke 798.

Indeks IDX30 +0,64% ke 436.

Indeks IDX80 +0,59% ke 112.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,69% ke 560.

Indeks Kompas100 +0,66% ke 1.027.

Indeks Sri Kehati +0,50% ke 320.

Indeks SM Infra18 +0,31% ke 246.

Saham Teraktif: PURATOWRKRASGIAAHMSPTCPIMEDC

Saham Top Gainers LQ45: GGRMHMSPERAAASIIINDFICBPBRPT

Saham Top Losers LQ45: BBNIJSMRINCOITMGKLBFADROBTPS

Nilai transaksi Rp3,35 triliun. Volume perdagangan sebanyak 53,84 juta lot saham. Investor asing net sell Rp43,29 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,1 ke level Rp14.590 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia jatuh di sesi siang pada perdagangan hari Kamis (16/7), terbebani oleh kekhawatiran tentang memburuknya hubungan AS-China. Selain itu karena faktor biaya ekonomi akibat lonjakan kasus baru infeksi virus corona. Lonjakan kasus corona mendorong beberapa negara menerapkan kembali lockdown.

Meskipun data pertumbuhan ekonomi China rebound, tetapi tidak cukup untuk menarik pasar saham global keluar dari zona merah.

"Penguatan pasar keuangan dibatasi oleh peningkatan nyata kasus infeksi virus corona dan ketegangan antara USA dan China," kata Masayuki Kichikawa, Analis pada Sumitomo Mitsui Asset Management seperti dikutip Reuters.

Dia menambahkan, penurunan pasar finansial tersebut terbatas karena suku bunga bank sentral yang rendah dan prospek ekonomi China yang lebih cerah.

Pasar saham China melemah saat sesi siang. Indeks Shanghai Composit turun 1,41 persen. Begitu pula Indeks Shenzhen turun 1,407 persen. Bursa saham Hong Kong juga bergerak ke zona merah, turun 1,17 persen.

Pemerintah China merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal II, naik sebesar 3,2 persen. Angka tersebut melebihi perkiraan sebesar 2,5 persen. Sementara data penjualan ritel China periode Juni turun 1,8 persen atau jauh dari perkiraan analis yang memproyeksikan naik 0,3 persen.

Tekanan juga terjadi di pasar saham Jepang. Indeks Nikkei terkoreksi turun 0,77 persen saat sesi siang sedang berlangsung. Indeks Topix turun 0,6 persen. Namun saham unggulan Japan Display menguat tajam sebesar 12 persen.

Pasca Bank of Korea mengumumkan suku bunga acuan tetap di level 0,5 persen, pasar saham Korsel ke zona merah. Indeks Kospi turun 0,65 persen. Pelemahan juga terjadi di pasar saham Australia saat Indeks S&P/ASX200 turun 1 persen.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) menguat 1,2 persen.

Indeks dolar AS naik ke level 96,132 dari sesi sebelumnya pada level 95,999 poin.

Kurs yen menguat ke 106,95 dari sesi sebelumnya di level 107,1 yen.

Kurs dolar Australia menguat ke level $0,6987 dibanding sesi sebelumnya di level $0,696.


Minyak

Harga minyak masih betah di zona merah pada perdagangan hari Kamis (16/7) pagi. Hal ini terjadi setelah OPECV dan aliansinya setuju untuk mengurangi rekor pasokan dari Agustus meskipun penurunan tersebut didukung oleh harapan akan adanya kenaikan permintaan di USA setelah penurunan signifikan stok minyak di negara tersebut.

Minyak WTI melemah 32 sen ke level USD40,88 per barel. Sedangkan minyak Brent turun 27 sen ke level USD43,52 per barel. (04.39 GMT)


(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author