Bursa Sore: Tensi USA-China Berlanjut, Market Regional Variatif Dan IHSG Tertahan

Bursa Sore: Tensi USA-China Berlanjut, Market Regional Variatif Dan IHSG Tertahan

Posted by Written on 15 July 2020


Ipotnews IHSG gagal bertahan di zona hijau pada akhir perdagangan hari Rabu (15/7). IHSG terpangkas tipis -0,07 persen (-4 poin) ke level 5.075.

Indeks LQ45 -0,17% ke 793.

Indeks IDX30 -0,21% ke 433.

Indeks IDX80 -0,02% ke 112.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,20% ke 556.

Indeks Kompas100 -0,11% ke 1.020.

Indeks Sri Kehati -0,23% ke 318.

Indeks SM Infra18 -0,47% ke 245.

Saham Teraktif: BBRIPURA,TOWRIPTVPWONASIIAGRO

Saham Top Gainers LQ45: SRILTKIMINKPASIIPWONCTRAACES

Saham Top Losers LQ45: BBNIHMSPUNVRLPPFERAASCMAUNTR

Nilai transaksi Rp7,21 triliun. Volume perdagangan sebanyak 103,87 juta lot saham. Investor asing net sell Rp651,92 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -1,39 ke level Rp14.575 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Gerak market saham Asia variatif pada perdagangan hari Rabu (15/7) karena terdapat kekhawatiran atas ketegangan AS-China membebani sentimen investor.

Presiden USA Donald Trump pada Selasa pekan ini mengatakan ia telah menandatangani UU untuk menjatuhkan sanksi terhadap China sebagai respon atas campur tangannya pada otonomi Hong Kong. Trump juga mengatatakan telah menandatangani perintah eksekutif yang mengakhiri status khusus Hong Kong dengan USA.

Di sisi lain pasar saham regional merespon positif eksperimen Moderna Inc yang menunjukkan level aman serta memicu respon kekebalan pada 45 relawan dalam sebuah studi tahap awal yang sedang berlangsung.

"Vaksinnya lebih dari sekadar pertunjukkan. Ini adalah penghambat resesi terakhir," kata Stephen Innes, Analis pada AxiCorp seperti dilansir Reuters. Dia menambahkan meskipun terdapat ketidaksesuaian antara pasar keuangan dan ekonomi riil, tetap berpengaruh yaitu hilangnya faktor resesi berupa virus melalui vaksin dapat membuka jalan bagi pemulihan ekonomi lebih cepat.

Penggerusan Indeks Shanghai Composite dan Indeks Shenzhen Component mewarnai pelemahan pasar saham China. Shanghai Composite Index drop 1,56 persen ke 3.361. Shenzhen Component Index melorot 1,874 persen ke 13.734. Bursa saham China menjadi lokomotif pelemahan regional setelah turun tertajam. 

Pelemahan juga terjadi di pasar saham Hong Kong. Indeks Hang Seng turun 0,28 persen saat sesi akhir perdagangan.

Namun pasar saham Tokyo sanggup bertahan di zona hijau. Indeks Nikkei 225 naik 1,59 persen ke level 22.945. Indeks Topix menguat 1,56 persen ke posisi 1.589. Adapun Indeks Kospi (Korsel) melaju positif 0,84 persen ke 2.201.
Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia menguat 1,88 persen pada posisi 6.052. Benchmark pasar regional, Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) menguat 0,55 persen.
Indeks dolar AS naik tipis ke level 96,127 dari sesi sebelumnya pada level 96,06 poin.
Kurs yen menguat ke 107,13 dari sesi sebelumnya di level 107,4 yen.
Kurs dolar Australia drop ke level $0,699 dibanding sesi sebelumnya di level $0,7018.

Bursa Eropa
Mengawali perdagangan saat menit-menit awal, pasar saham Eropa menguat pada perdagangan hari Rabu (15/7) pagi waktu setempat. Penguatan ini seiring meningkatnya harapan terhadap keberhasilan uji vaksin virus corona.
Indeks DAX (Jerman) +0,85% ke level 12.805.
Indeks FTSE (Inggris) +0,69% pada posisi 6.222.
Indeks CAC (Perancis) +0,66% di level 5.040.

Minyak
Harga minyak bergerak naik pada perdagangan hari Rabu (15/7) sore setelah persediaan minyak di USA turun tajam. Pasar menanti langkah OPEC plus berikutnya terkait kebijakan pemangkasan produksi pada pertemuan petang hari ini.
Minyak WTI menguat 23 sen ke level USD40,52 per barel. Sedangkan minyak Brent naik 22 sen ke level USD43,12 per barel. (06.40 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin

#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author