Bursa Pagi: AS-Asia Melaju Dukung Potensi Penguatan IHSG

Bursa Pagi: AS-Asia Melaju Dukung Potensi Penguatan IHSG

Posted by Written on 15 July 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (15/7), dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Wall Street, dipicu oleh berita positif tentang hasil sementara uji klinis kandidat vaksin Covid-19 buatan Moderna. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 039%, investor mencermati babak baru perseteruan AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,68%, di tengah kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks melejit 1,30% (77,20 poin) ke posisi 6.018,30 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melesat 1,48% (334,75 poin) ke level 22.921,76, setelah dibuka melonjak 1,22%, dan Topix melompat 1,11%, jelang rilis laporan  outlook  Bank of Japan. 

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melejit 1,31% dan berlanjut naik 0,87% menjadi 2.202,70.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 1,61% (410,89 poin) ke level 25.888,78 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,22% menjadi 3.422,08.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Asia dan AS, setelah berhasil keluar dari tekanan penurunan regional pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat 0,29% menjadi 5.079. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,42% menjadi USD19,29.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan tren kenaikan dengan dukungan katalis positif rilis data neraca perdagangan Indonesia, Juni 2020. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan secara terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, sedikit meredanya kekhawatiran investor akan gelombang kedua pandemi covid19 di AS danhasil positifuji vaksin Moderna yang menunjukan adanya pembentukan antibodi, serta menguatnya sejumlah komoditas utama seperti minyak mentah, CPO, batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu investor juga akan mencermati data neraca perdagangan di bulan Juni yang menurut konsensus Bloomberg akan kembali surplus di kisaran USD1,200 juta.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 5,040 dan  resistance  di level 5,115. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: SMGR (Buy). Support: Rp9,350, Resist: Rp9,850, SCMA (Buy on Weakness). Support: Rp1,215 Resist: Rp1,265, CPIN (Buy). Support: Rp6,150 Resist: Rp6,500, SIMP (Buy). Support: Rp274 Resist: Rp288.

  • ETF: XIID (Buy). Support: Rp435, Resist: Rp439, XIIT (Buy). Support: Rp452, Resist: Rp461, 

    XISR (Buy). Support: Rp326, Resist: Rp332.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan meningkat tajam, meskipun saham Big Tech mencatatkan kinerja buruk. Florida melaporkan peningkatan kasus virus korona harian berada di bawah rata-rata tujuh hari, dan angka kasus Covid-19 harian California sedikit menurun. Saham Moderna melambung 12%, setelah melaporkan kandisiat vaksin Covid-19 buatannya menghasilkan respon imun yang "melimpah" pada 45 pasien uji coba awal pada manusia. Ketegangan AS-China meningkat, Presiden AS Donald Trump menandatangani perundang-undangan untuk mengenakan sanksi pada China.

Caterpillar membukukan kinerja terbaik di deretan indeks Dow Jones, melesat lebih dari 4%. Exxon Mobil dan Chevron masing-masing melejit lebih dari 3%. Boeing ditutup melonjak 2,5%. Saham sektor energi S&P 500 melonjak 3,6% sementara materials dan industri masing-masing naik lebih dari 2%. Raksasa teknologi Amazon dan Netflix turun 0,6% dan 0,1%, namun Alphabet berhasil naik 0,6% setelah melemah hampir sepanjang hari. 

Saham JPMorgan naik 0,6%, tapi Citigroup anjlok 3,9% dan Wells Fargo ambles 4,6%. American Airlines, United Airlines, Royal Caribbean Cruise melonjak lebih dari 4%, tapi Delta Air Lines merosot 2,6%.

  • Dow Jones Industrial Average melesat 2,13% (556,79 poin) ke level 26.642,59.

  • S&P 500 melonjak 1,34% ( 42,30) ke posisi 3.197,52.

  • Nasdaq Composite melaju 0,94% (97,73 poin) menjadi 10.488,58.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir doi zona merah, lonjakan kasus virus korona mulai membebani sentimen pasar. Dirjen WHO memperingatkan bahwa "terlalu banyak negara menuju ke arah yang salah." Rilis data PDB Inggris pada Mei lalu meningkat 1,8%, setelah kontraksi 20,4% di bulan sebelumnya, namun masih lebih rendah dari ekspektasi  rebound  bulanan sebesar 5,5%. Beberapa bank terbesar di pasar Wall Street, seperti Citigroup dan JPMorgan Chase, melaporkan kinerja lebih baik dari perkiraan.

Indeks STOXX 600 turun 0,84% menjadi 367,40, dipimpin kejatuhan harga saham teknologi hampir 2,8%. 

Saham BT melonjak 4% setelah Inggris mengumumkan rencana untuk menghapus Huawei dari jaringan 5G-nya, dan mendapat dorongan dari pemerintah untuk mengganti peralatan Huawei dengan periode transisi selama tujuh tahun. Developer perumahan Inggris, Meggitt, dan perusahaan perangkat lunak Jerman, Nemetschek anjlok lebih dari 6%.

  • DAX 30 Jerman merosot 0,80% (-102,61 poin) ke posissi 12.697,36.

  • CAC 40 Prancis tergelincir 0,97% (-48,77 poin) ke level 5.007,46.

  • FTSE 100 Inggris naik tipis 0,06% (3,56 poin) menjadi 6.179,75.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah karena ekspektasi inflasi sedikit menguat, dan euro menguat di tengah optimisme bahwa Uni Eropa akan menyepakati paket stimulus untuk keluar dari tekanan pandemi. Rilis indeks harga konsumen (IHK) AS periode Juni  rebound  , tertinggi dalam hampir delapan tahun. mengakhiri penurunan tiga bulan berturut-turut. Laju IHK didorong oleh lonjakan harga bensin sebesar 12,3% setelah merosot dalam lima bulan pertama tahun ini.

Namun, analis berpendapat bahwa bukti inflasi yang lebih baik perlu dilihat dari indikator selain IHK. Imbal hasil Treasury Inflation-Protected Securities ( TIPS ) - investasi untuk melindungi diri dari inflasi - bertenor 10-tahun diperdagangkan dengan yield negatif sejak akhir Maret dan sekarang di minus 0,797%, mendekati level terendah sepanjang masa, tertekan langkah stimulus virus korona yang diambil Federal Reserve dan Departemen Keuangan AS.

Indeks Dolar AS (Indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,21% menjadi 96,259.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14090.0009+0.08%7:33 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25690.0016+0.13%7:33 PM
Yen (USD-JPY)107.260.02+0.02%7:33 PM
Yuan (USD-CNY)7.00570.0083+0.12%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,450.0025.00+0.17%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 14/7/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat. OPEC + memangkas produksi lebih besar dari yang disepakati pada Juni, meski kekhawatiran seputar permintaan tetap menghantui seiring meningkatnya kasus Covid-19 di AS. OPEC + mencatatkan kepatuhan 107% terhadap kesepakatan pengurangan produksi minyak Juni lalu .Pekan ini, OPEC + akan menggelar KTT untuk kemungkinan mengurangi rekor penurunan produksi 9,7 juta menjadi 7,7 juta bph dari Agustus hingga Desember.

Laporan bulanan OPEC memperkirakan permintaan minyak global akan tumbuh dengan rekor 7 juta bph tahun depan. Data menunjukkan impor minyak mentah China pada periode Juni mencapai level tertinggi harian dan bulanan. Namun pasar tetap berhati-hati pada kekhawatiran bahwa beberapa negara bagian AS dapat meningkatkan langkah penguncian seperti yang dilakukan California, mengikuti langkah serupa di negara bagian lain, seperti Florida dan Texas.

Pembatasan yang baru juga diterapkan di Asia dan Australia.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 18 sen (0,42%) menjadi USD42,90 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 19 sen (0,47%) menjadi USD40,29 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup mendatar cenderung menguat, di atas USD1.800, didorong kekhawatiran lonjakan kasus virus korona secara global, dan banyak wilayah menerapkan kembali pembatasan. WHO memperingatkan pandemi akan menjadi lebih buruk jika banyak negara gagal mematuhi tindakan pencegahan yang ketat. Investor mencermati ketegangan AS-China, setelah Beijing mengumumkan sanksi kepada Lockheed Martin karena keterlibatan dalam penjualan senjata AS ke Taiwan.

Analis memperkirakan, kondisi ini akan mendorong bank sentral untuk mengucurkan stimulus tambahan. Harga emas melambung lebih dari 19% sepanjang tahun ini, terutama diuntungkan oleh suku bunga yang lebih rendah dan langkah-langkah stimulus dari bank sentral negara-negara besar. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,3% menjadi 1.203,97 ton pada sesi Senin. Harga logam mulia lainnya; palladium turun 0,7% menjadi USD1.966,50 per ounce, platinum melemah 0,3% menjadi USD826,05, dan perak naik 0,4% menjadi USD19,16.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.809,83 per ounce.

  • Harga emas berjangka cenderung mendatar di posisi USD1.813,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author